December 03, 2012

aku tahu, kawan :)


Ada bagian yang mungkin ingin kamu lupakan..
ketika kamu masih memanggut-manggut dengan keyakinan besar untuk sebuah harapan yang indah, harapan yang dibangun jauh sebelum mereka menghakimi hasrat kamu. Jauh sebelum mereka mengendalikan dan hentak langsung menghentikan semua drama yang indah. Dan kamu adalah tokoh utama yang tegar. Aku tahu.

Dengan agak tergopoh-gopoh kamu mulai terbangun (lagi), dengan menyasari semua jalan yang sama namun sekarang kamu sendiri. Kamu wanita yang kuat. Aku tahu.

Kamu mulai mendiam ketika yang tersisa hanya kepingan-kepingan berceceran di bawah kakimu. Dan kini kamu memungutnya, tidak lagi utuh tapi kamu berusaha menyatukannya lagi. seorang diri. Kamu wanita yang lebih dari Dia. Aku tahu.

Masih meraba. Masih butuh kekuatan untuk mempercayai dan meyakini ini semua benar terjadi. nyata. Masih ingin membenamkan diri dihari kemarin saat mereka masih tidak peduli dengan kalian dan membiarkanmu melangkah dan bermimpi. Tanpa tahu akhirnya kamu terjatuh dan membenahi kerapuhanmu dengan sendiri. Kamu besok masih bisa tersenyum. Kamu istimewa. Aku tahu.

Mereka disudut keramaiannya. Tertawa. Tertinggal kamu sendiri dan hanya dengan lingkaran memori yang meronta untuk selalu diputar ulang lagi dan lagi. semua itu membuatmu menangis. Aku masih bisa mellihat matamu yang indah. Kamu bisa. Aku tahu.

Mereka tak pernah tahu apa-apa. Mereka yang menghakimi kamu dan cintamu dari sudut kebenaran mereka, tidak dari cinta. Bukan untuk cinta. Mereka hanya tidak memahami kamu juga kekasihmu. Mereka hanya meyakini sebuah kebenaran yang berbeda dengan kamu. 


Klik Sumber Gambar

Esok. Kamu masih belum percaya. Kamu masih tidak bisa meminum pil pahit itu. Katanya ini terlalu sesak. Kamu bilang tidak jodoh. Aku tidak mengerti karena setahuku cinta tak pernah sesakit itu. Dan cinta selalu memberi celah di antara ketidakmungkinan sekalipun kamu berkali-kali berkata “ini nyata dunia, bukan dongeng”. Lagi-lagi kamu meneguk kepahitan kata-katamu sendiri.





















Menjadi pendengar yang baik.
karena perjodohan hanyalah kebenaran bagi mereka yang tak tahu kita. Mengesampingkan cinta.
menyudahi cerita kita
.



oleh: Shinta Dutulity

No comments:

Post a Comment