October 21, 2013

Anak Langit

Ini tentang anak langit. yang menghabiskan sepertiga dari malamnya dengan bersujud. memanggut-manggut dalam bait yang suci. menengadahkan tangan, mengungkap seribu harap. ini tentang anak langit. yang terjaga di antara banyak tetangga. mereka saling berlomba merajut mimpi yang selalu berusaha di ingat di kala pagi. namun, hanya bertahan beberapa menit saja. sebelum saatnya mengkabur bersama senyawa pagi. ini tentang anak langit, yang bermimpi untuk menjadi besar.


Klik Sumber Gambar





@shintajulianaa



August 03, 2013

Perempuan di Taman Kota

Malam itu memberi ruang lebih buat mu yang sudah kesekian kali menunggu. Untuk kembali menghafal setiap lekukan wajah yang sudah beberapa tahun ini tidak lagi berani kau rengkuh. Cukup sekali saja berteman dalam bayangan yang enggan pernah berkecukupan mengusir rasa rindu yang katamu itu sangat begitu menyesakkan.

Angin malam yang berhembus, tak pernah mau mengerti betapa kamu berharap sosok itu kembali duduk disebelahmu. Di atas kursi kayu yang warnanya masih tetap sama seperti dua tahun silam, hanya sedikit terlihat tua karena selalu bersapa dengan cuaca dingin yang menggigil dikala malam dan panas yang menyengat dikala kemarau. Kamu berkhayal, sekarangpun sosok itu masih ada sebelahmu. Membalik-balikkan buku komiknya dengan sesekali melirikmu, nakal. Saat kamu masih belia dan masih berseragam putih abu-abu. Rambutmu masih pendek, dan mengenakan pita merah muda di atas kepala, cantik sekali kamu saat itu. Sekarang kamu duduk sendiri, di malam yang seharusnya berselimut dengan kain tebal. Tidak seharusnya seorang gadis cantik dibiarkan menunggu selama itu apalagi di waktu malam.

sesekali kamu berusaha tersenyum. Kamu mempercayai kata-katanya yang padahal mungkin saja itu hanya bualan semata. Mungkin itu caramu untuk bertahan di antara usapan angin yang memaksamu untuk kembali pulang.

Wacana di Waktu Fajar

Kali ini, aku sedang bahagia. Sepertinya kamu akan lebih faham. Aku bisa tertawa sendiri, menangis sendiri, jika kamu mulai lagi menari-nari di ingatan. Sedikit geli jika lagi dan lagi aku bercerita tentang kamu. Sedikit gombal jika terus dan terus aku bicara tentang rasa yang tak pernah enggan untuk engkau sapa. Ah, terlalu gila rasanya. Tapi memang ini nyata, lebih sekedar dari rasa sementara.

Mungkin, dalam detiknya aku bisa lupa. Tapi di menit kemudian aku kembali lagi. Pernah beberapa saat tertunda. Terselingi beberapa kisah lain yang tak pernah bisa benar-benar meng-enyahkan kita di kata dulu. Rasanya segalanya tak pernah berakhir, rasanya segalanya masih dalam lingkaran yang tak pernah berujung. Tapi semua hanya cukup rasanya dan sekedar aku saja yang rasa.

Di kali ini, waktu fajar. Setelah malam yang aku habiskan dengan mengunggah ingatan lalu. Dan baru selesai di fajar ini, diantara batasan malam dan pagi. Mengingatmu itu seperti mentari yang memberi rasa hangat yang luar biasa. Tapi juga ada bagian malam yang dingin beku saat aku mulai sadar itu telah jauh tiada.

Masihkah kamu tertarik dengan rasa yang tak pernah berani untuk kita rengkuh ? bukankah kamu sudah cukup waktu untuk berfikir, mencerna, kata yang katanya itu bukan sekedar kata sementara ?

July 27, 2013

12:30:00 AM 0

20!


 Jakarta, 27 Juli 2013 


Tuhan yang baik. Tuhan yang tidak pernah letih memberiku petunjuk. Tuhan yang tidak pernah henti melindungiku. Tuhan yang Maha Segalanya.

Hari ini umurku tepat-20tahun.
Aku bersyukur padaMu atas semua nikmat yang Engkau limpahkan padaku. Tidak kurang, tidak lebih.
Engkau memberiku anugerah terbesar, memberi satu kesempatan terindah dalam hidup yang cuma sekali ini.
Kesempatan karena aku telah lahir sebagai SHINTA JULIANA dari keluarga sederhana, dari ayah dan ibu yang tidak pernah kekurangan satu apapun karena selalu bersyukur atas smua pemberianMu. Ayah yang kuat dan Ibu yang lembut yang selalu mendoakan kebahagian juga kebaikkanku. Kesempatan terindah di duniaMu ini. aku jadi kaka dari “ALBI” juga adik dari seorang kaka perempuan cantik “SARI”. Anugerah yang Engkau berikan, kesempatan hidup yang aku habiskan diantara orang-orang yang menyayangiku tanpa pamrih. Tanpa pernah menuntutku untuk jadi orang lain, cukup jadi seorang Shinta.. aku berlimpahan kasihsayang. Makasih Tuhan J