December 27, 2014

10:26:00 AM 0

stop this pain ; I MISS U, Darl

“Jika teori jawa mengatakan witing tresno jalaran soko kulino. Maka kita adalah praktek yang tidak aku sadari.”
  ****

                Aku fikir, hatiku bisa dikemudikkan kemana aku mau. Aku fikir selama logika menyetujui itu tak akan pernah jadi perkara berarti. Dan selama ini, aku tidak ingin benar-benar menyukaimu. Karena bagiku, kamu hanya pelengkap dimana aku merasa sendiri. Tidak pernah lebih. Aku tak akan merindukanmu, kecuali jika aku sudah kehilangan lawan untuk bercerita. Kehilangan lawan untuk bermain games, atau ketika Gilang, Ardi, dan Derry sibuk dengan dunia-nya. Yang mungkin akan lebih berat jika mengikutsertakan aku bersama keasyikkkannya.

                Bagiku; kamu hanya teman jalan, teman nonton, teman ngobrol, tidak pernah lebih berarti dari pada teman-teman lelakiku. Bagiku; kita hanya label yang aku beli hanya agar mereka tidak lagi mencandaiku sebagai single atau lebih parah tuna asrama. Bagiku; hanya ada kamu dan hidupku, dan aku dengan kehidupanku. Tidak ada kita, tidak ada kehidupanmu. Bagiku; kamu hanya manekin.

December 26, 2014

Perkara Tinggal dan Tetap tinggal, tanpa pernah ada Pergi !



"Kalau lilin saja tidak mempermasalahkan kesetiannya untuk menerangi gelap sekalipun dia harus terbakar, kenapa aku harus mempersulit hati ku untuk berhenti mencintaimu hanya agar aku terhindar dari patah ?"

Klik Sumber Gambar

            Pahami; aku lebih akan patah saat aku tak berhasil menemukanmu di setiap pagi ku. Aku akan lebih sesak, saat wangi parfummu semakin menjauh dariku. Aku akan lebih gila, saat kamu tak mau tau lagi bagaimana aku. Sekalipun aku lebih tau, itu hanya jadi basa-basi semata. Tapi sekali lagi, semata-mata itu berharga hanya untuk meyakini hatiku, kamu masih di sampingku.

           Jadi, jangan coba-coba pergi. Jadi, jangan coba-coba melepaskan genggamanmu atau menghempaskan tanganku yang melingkar kuat di pinggulmu. Apalagi untuk alasan gila yang akan benar-benar akan membuatku gila.

December 25, 2014

The Missing !


Klik Sumber Gambar


Aku ingin bercerita lagi. Seperti lupa dengan jarak yang sudah terlampau tinggi.

Aku ingin bercerita lagi. Seperti dulu sebelum gengsi menghabisi.

Aku ingin bercerita lagi. Seperti kata penuh jenaka tanpa memikirkan kamu akan terlukai.

Aku ingin bercerita lagi. Seperti sepotong sore tanpa takut tak kan ku jumpai lagi.


-----------


ini bukan versi galau. cuma lagi dimainkan segerombolan ingatan. bisa dibilang terdorong karena denger lagu jadul.
sekali lagi ini bukan versi gegana ya. cuma lagi ngintip sedikit cerita yang dulu jadi alasan tinggal.
tapi tetap saja. semua berlalu dan pergi. tanpa ada kesempatan untuk memilih. 

tinggal atau pergi ? 

jika di beri pilihan apa yang hendak kau pilih, Teman ? 



@shintajuliana






December 23, 2014

Sketsa di Tengah Hujan

Siang ini Hujan turun lebat… Berusaha menenangkan setiap pasang yang sedang berdebat hebat. Menjadi Soundtrack yang setiap irama berhasil menyentuh hati hingga lekat. tapi sayang, dinginnya lebih mendominasi, menjadi Pawang hati yang siap mati. 


Kamu yang ingin selalu menang.
Meletakkan banyak alasan untuk di benarkan dalam perang.
Bagiku kamu semakin terlihat seperti pecundang.
Meneriaki dia yang menurutmu pantas kau tendang.
Lalu tertawa sambil bertolak pinggang.
…..

Saya hanya orang ketiga diantara sapaan setiap cerita.
Mencoba jadi penengah nyatanya saya tetap berat sebelah.


Saya benci pertengkaran. Apalagi sampai melibatkan sebuah tamparan.
Saya benci teriakan. Apalagi sampai berisi umpatan.


Klik sumber gambar



#nomention
@shintajuliana


December 22, 2014

Mimpi Besar ( Teruntuk ayah dan Ibu "selamat hari Ibu'')


Bismillah...

Malam ini saya mengikuti seminar super dengan tema "hidup itu pilihan" dibawakan oleh perempuan super. Saya bener2 berkaca-kaca, apalagi pas tiba di slide ke empat dengan poin :

"Seberapa pentingkah kebahagian orang-orang yang kalian sayang?"

Klik sumber gambar


Saya hampir tak bisa bernafas, saat menyadari saya belum bisa berbuat apa-apa untuk kedua orang tua. Sementara itu, saya masih terus berkutat dengan kebahagiaan saya sendiri. Mengabaikan kehidupan dan kebahagian mereka. Ya allah, betapa lamanya, saya sudah menutup mata. Mengedepankan ego dengan dalih "orang tua akan bahagia jika aku bahagia."


December 06, 2014

YU KERJA PINTAR !!!

Assalamualaikum...

Pengen bagi-bagi pengalaman ni. Saya sekarang bergabung di d'Bc Network sebagai Consultant Oriflame. Alhamdulillah, dapat satu lagi keranjang. Alhamdulillah dapet banyak banget nilai positifnya. Selain mendapat tambahan pemasukkan, Saya pun mendapat banyak teman baru yang terus mensupport saya untuk maju. Memang, berkumpul dalam satu jaringan positif insya allah banyak manfaatnya.

Jadi tak heran, akhir-akhir ini saya jadi facebooker. Sering memadati beranda dengan postingan-postingan, ya sebut saja iklan. Bagi yang terganggu dengan postingan saya, silahkan unfollow atau delete pertemanan. Karena di pekerjaan baru saya, mengharuskan pandai berkomunikasi salah satunya memanfaatkan facebook sebagai lahan pasar untuk mencari konsumen dan downline.

Ekhem... saya berhasil menemukan kegiatan baru. Alhasil, saya sibuk lagi. Yess !

klik sumber gambar


December 04, 2014

11:39:00 AM 0

Berhenti Menyalahkan Diri, Aku Muak untuk Memuji

klik sumber gambar




“Kamu sibuk mencari. Tanpa sadar, kamu akhirnya berlari. setahuku kamu akan tersesat lagi. Mungkin kamu hanya perlu berjalan sambil meneliti.”

“Terlihat berlari, nyatanya aku hanya sedang menikmati. Waktu yang bergeming tanpa aku takuti. Aku hanya menyibukkan diri. Bukan berlari.”

“Sayangnya kamu terlihat mati. Hidup hanya dengan sendiri yang katanya engkau cintai. Sayang aku terlalu menyadari. Sendirimu tak pernah engkau ingini.”

“Apa yang ingin kau ketahui ? kesengasaraanku yang tak pernah berhasil pergi ? lalu engkau rayakan kemenangmu dengan party-party.  Bersorak mencandaiku yang berhasil engkau lukai ?”

“Sedalam itukan aku kau benci ? aku tak pernah ingin memaki.”

“Hidupku perihal aku. Sekalipun aku berlari, itu tak akan menautkanmu lagi. berhenti bersandiwara hanya untuk membela diri. aku terlalu muak untuk pura-pura mengerti."



sajak monolog.
berhenti menyalahkan diri.
aku muak untuk memuji.
@shintajulianaa




November 22, 2014

Akankah ini Kontrak Mati ? ( Cinta Gagah )

Saya masih tercengang dengan keputusan yang saya buat sendiri. Entah yang jelas saya merasa mantap untuk kembali kepada Mawar. Setelah saya mendatanginya lagi di Apartement yang sempat jadi tempat tinggal saya, ada kilatan-kilatan masa lalu yang manis memaksa saya untuk melangkah lebih jauh lagi, meyakinkan mawar untuk sudi menerima saya kembali.

Setelah janji-janji buatan yang saya lontarkan dengan mudah, sedikit rayuan, bujukan, dan perilaku manis yang saya berikan kepadanya, akhirnya Mawar kembali. Gagah kembali kepada Mawar. Masih memeluknya, saya kembali meyakinkan. Berharap ini adalah jalan terakhir bagi saya dan mawar. Tak kan lagi menemui perpisahan. Tak kan lagi berniat menyerah dan pulang. Mawar teringsak-ingsak menangis dalam pelukkan saya. Mengecup kening saya berkali-kali. Ya, saya pun merindukkan sentuhan nya. Dan saya lebih yakin, mawar benar-benar mencintai saya.

"akhirnya kamu kembali, aku sayang sama kamu. Tolong jangan pergi lagi." 
Dia enggan melepaskan pekukkannya.



Shintajulianaa 22/11/14
Cinta Gagah 

Kinar POV ( Cinta Gagah )

Aku masih tak percaya. Aku masih ingin mempercayai janji-janjinya. Aku masih ingin bermimpi dan mewujudkannya. Tapi Tuhan menampar aku keras. Sampai aku tak bisa lagi menemukkan jalan untuk kembali kepada Gagah. Mungkin ini jawaban doa-doaku. Tapi yang aku tak minta pada Tuhan untuk menjauhkanku dengannya, aku hanya minta petunjuk untuk di lancarkan dalam menjalani setiap fase hubungan kami. Rupanya tuhan punya rencana berbeda. Hingga dia memampangkan apa yang tidak kulihat jadi terlihat begitu jelas. Mempertontonkan drama di belakang panggung itu dengan tirai terbuka. Apa aku harus bersyukur atau merintih ? Meminta tuhan mengembalikkan gagah padaku.

Sore itu gagah menemuiku. Masih dengan muka kusut bekas menangis sedari pagi aku menemuinya. Hampir sebulan dia tidak menemuiku. Kita hanya berkomunikasi lewat telpon dan itupun dengan intensitas jarang. Aku fikir, dia benar-benar sibuk. Aku fikir dia benar-benar sedang bekerja keras untuk masa depan kami. Tapi nyatanya, ada drama lain di balik semuanya.
12:26:00 PM 0

Kontrak Mati ( Cinta Gagah )

"Jangan kayak anak kecil lagi ya... sekarang umur aku udah 27, kamu gak niat ngelamar aku apa ?" 

Sungutnya dengan gaya sok manjanya. Saya melangkah pelan kearahnya merangkulnya seperti biasa. Tidak pernah berubah sejak 7 tahun lalu.

"Emang kamu masih takut kehilangan aku lagi?"

"Setiap detik"

"Aku tak akan pernah mampu pergi jauh dari orang yang selalu berhasil membuat aku nyaman dan bahagia. Aku sudah punya malaikat hidupku, aku tak butuh apa-apa lagi"

"Gombal"

 kali ini dia memeluk saya lebih erat. Sampai tak ada celah lagi antara kami. Baru kali itu, saya benar-benar menyadari cinta besarnya mampu membuat saya terlena. Saya dan wanita dalam pelukkan saya, seperti kontrak mati yang tidak bisa lepas. Begitusaja.

***


Cinta gagah (shintajuliana)
12:16:00 PM 0

Saya Lelaki Bajingan ( Cinta Gagah )

Saya mematung di depannya. Gadis yang 6 bulan lalu saya yakini sebagai pilihan saya. Gadis yang mengajarkan saya banyak. Gadis terbaik yang pernah saya kenal. Kinar.. saya benar-benar minta maaf. Saya tak menyangka akan menjadi seperti ini. Saya tak pernah main-main dengan rencana kita kemarin. Memilih rumah masa depan, berkenalan dengan keluargamu, mengajakmu mengenal keluarga saya, saya tak pernah main-main. Saya benar-benar ingin menghabiskan waktu denganmu. Bisik hati kecil saya.

Kami saling bertatapan. Semakin lama, saya semakin mampu menyelami perasaan dia. Entah dari mana saya harus menjelaskan. Dia sudah tau semuanya. Dia memergoki mawar ada di kostan saya sepagi itu. Jelas, dia tau apa yang sudah terjadi. Kinar tahu betul tentang Mawar berikut kisah lengkap kami. Hanya saja, Mawar tak pernah tahu soal Kinar. Saya tak ingin memberi tahunya. Saya menghawatirkan Kinar. Bodoh, saya menghawatirkan Kinar terluka. Tapi saya sendiri yang melukainya dalam. Sangat dalam.

12:03:00 PM 0

Di sisa-sisa________sia-sia !


Saya masih percaya. Tetap bahkan selalu ingin percaya. Tuhan sedang menyiapkan hal baik untuk saya. saya hanya perlu bersabar. Sabar. Sabar. Menggaung berulang kali di telinga. Seolah mengingatkan, seperti alarm yang berbunyi kencang. Berisik. Mengganggu.
Jangan lagi lupa.
Jangan lagi jatuh
Kamu hanya perlu fokus

klik sumber gambar

@shintajulianaa
22/11/2014 (12:03)

November 01, 2014

Yanase... Bicaralah !

Hari ini saya bertemu lagi dengan anak itu. Dia banyak berubah sekarang. Rambutnya lebih panjang dari sebelum dia meninggalkan tempat saya bekerja. Dia tumbuh dengan cepat, kira-kira 5cm lebih tinggi dari sebelumnya. Tapi dia tetap dengan sikapnya yang mengangumkan. Saya selalu mengawasinya. 

INTROVERT. Itu mungkin sebutan untuknya. Dia tidak banyak bicara, malah cenderung tidak suka berinteraksi. Dia pendiam mutlak. Saat melihatnya, saya berhasil menjadi pemerhati yang baik. Saya ingat, 6 bulan yang lalu saat dia masih menghabiskan 4-5 jam di tempat saya bekerja, saya selalu jadi orang pertama yang mengucapkan “helloo.. Selamat Sore”, atau sekedar menawarkannya untuk duduk. Kadang saya selalu berusaha berbicara dengannya, meskipun akan berakhir seperti berbicara sendiri karena jawabannya pasti hanya berupa anggukan, gelengan, atau sekedar senyuman. Tapi saya merasa sangat puas.

October 30, 2014

Perpindahan

Saya pernah berkali-kali berkata, saya benci dengan perpindahan.

klik sumber gambar



Tapi nyatanya hidup memang tentang sebuah perpindahan. Yang mana sebagian darinya akan membawa separuh atau bahkan seluruhnya hati kita. Perpindahan memang pasti terjadi berkali-kali, camkan. Ya bukan hanya sekali-kali, tapi berkali-kali. Lantas kenapa perpindahan tidak pernah mengajarkan kita untuk “terbiasa”.  Bukankah sesuatu yang terjadi berkali-kali lama-lama akan terbiasa ? Tapi nyatanya selalu ada sepotong rindu di tempat lama, tertinggal disana dan mengembang di waktu-waktu yang tidak pernah terbatas; kapansaja.

Perpindahan memang wajib terjadi untuk perkembangan pribadi kita kedepannya. Untuk pertumbuhan jaringan pertemanan juga pengenalan tanpa batas ruang. Coba selami, dari kecil kita sudah berkali-kali mengalaminya. Contoh kecilnya perpindahan usia dari bayi yang tumbuh jadi anak-anak, anak-anak tumbuh jadi remaja, remaja tumbuh jadi dewasa, dewasa tumbuh jadi orang tua. Perpindahan usia yang merupakan contoh kecil dan pasti setiap orang mengalaminya. Memaksa seseorang untuk tumbuh lalu berkembang. Bermetamorfosa menjadi sosok yang di impikan. Tapi apa kita nyaman ? tidak ! pasti ada banyak gemblengan untuk setingkat lebih maju dari sebelumnya. Gemblengan mental misalnya yang cenderung memporsir jam kerja otak lebih lama. Mulai dari sebelumnya kita tak pernah berfikir tentang bagaimana esok sampai akhirnya kita menjadi sosok visioner dengan rencana beberapa tahun kedepan yang sangat matang. Bukannya itu perpindahan ? perpindahan pribadi tepatnya.

October 28, 2014

Pilih saja, satu !

Kau tau sebuah cerita nak ? Cerita dimana ada dua mimpi yang tak bisa berjalan dengan beriringan.

Hanya salah satu saja yang bisa kau bawa pulang lalu menjunjungnya tinggi-tinggi.

Jika kau masih tetap berusaha menggapai kedua-nya, tidak ada waktu sedetikpun untukmu menghela nafas apalagi duduk melepas gerah.

Jika kau mengotot meraih keduanya kau akan kelelahan dan hancurlah keduanya.

Percayalah nak... jangan terlalu serakah. Fokuslah satu. Dan wujudkanlah.

klik sumber gambar



@shintajulianaa

September 25, 2014

Lebih dari Berfikir...

Apa yang sedang saya pikirkan ? Banyak.
Banyak sekali.

Saya memikirkan besok, sebulan kedepan, tahun depan, sampai sepuluh tahun kedepan. Apa sejauh ini saya sudah melakukkan yang terbaik, memilih yang terbaik. Apakah saya tidak akan menyesal nanti dengan pilihan-pilihan sekarang ini. Dan apakah dengan jalan yang saya pilih, akan membuat saya mendapatkan mimpi-mimpi saya ? Apa saya sudah cukup dan bisa mengambil resiko lebih untuk pilihan lain dan keluar dari zona nyaman ? Apakah kelak anak-anak saya akan bercerita bangga memiliki ibu seperti saya ? Apakah kelak suami saya akan bangga memiliki seorang istri seperti saya atau justru sebaliknya? Apakah saya sudah melakukkan yang terbaik sampai sejauh ini ? Apakah saya sudah menjalankan cerita Tuhan berdasarkan alurNya. Ya Tuhan banyak sekali yang saya fikirkan.

September 23, 2014

11:31:00 AM 0

Pulang

Maaf aku kembali untuk ke berapa kalinya. Yang jelas ini bukan kali pertama, kedua, atau ketiga.
Maaf aku mengusikmu untuk berulang kalinya, mencari celah kelengahanmu lagi. Berharap kamu akan jatuh cinta lagi.
Maaf aku menggodamu lagi, merajuk manja lagi, berusaha menarik mu lagi. Memintamu mencintaiku lagi.
Maaf aku selalu kembali padamu, hanya setelah dunia berpaling dariku. Hanya kala itu.
Maaf aku selalu ingin bersama mu lagi, hanya ketika mereka menjatuhkanku. Hanya saat itu.
Maaf aku datang lagi. Berbagi tawa lagi, dan aku harap kamu akan jatuh cinta dengan ceritaku lagi.
Maaf aku memelukmu lagi. Erat terutama saat aku menjatuhkan seluruh letihku di dadamu. Yang ku harap kamu bersedia menenangkanku lagi. Setelahnya kita kembali. Jatuh cinta.
Maaf aku harus kembali pergi (lagi). aku sudah tenang, dan dunia sudah mendekapku indah (lagi). dan kamu ku biarkan jatuh cinta berulang-ulang hanya untuk melihatku pergi (lagi).

September 19, 2014

Si Hitam dan Si Putih

klik sumber gambar
Yang satu kulit hitam, yang satu kulit putih. Mereka berhasil memebesarkan 3 anak membanggakan. 2 anak si hitam dan satunya si bungsu kulit putih.Betapa kontrasnya perbedaan  dalam keluarga itu. Saat jalan beriringan, makan di meja makan, bermain di taman, dan banyak hal lainnya. Tapi lihat, perbedaan tak menjadi alasan perpecahan mereka. Mereka menyatu, memahami, sekalipun ada ejekan2 kecil tapi semua hanya sebatas hiburan, tidak pernah jadi perang nyata. Itulah. Setiap saya melihat si sulung kulit hitam menggendong si bungsu kulit putih, menciumnya, mengajaknya tertawa bersama, sungguh ibu dan ayahnya sudah sangat berhasil menanamkan sebuah toleransi sejak dini.

September 13, 2014

Happy Being Me


“jangan gantungkan kebahagianmu kepada siapapun atau apapun. Karena jika sumbernya hilang, maka tubuhmu akan terjatuh dan tak pernah berarti apa-apa (lagi)”.



Klik sumber gambar
Tadi siang. Saya menyempatkan diri lagi melakukkan blogwalking dan saya menemukan sebuah kalimat efisien tapi maknanya luas di blognya namarappuccino. Disitu dituliskan bahwa “saya masih bisa menikmati kopi meski yang saya inginkan teh”. Dari situ saya menarik kesimpulan, memang kebahagian tidak boleh digantungkan kepada siapapun. Tidak perlu terpatok pada satu hal. Lantas kita masih bisa menikmati pilihan lain yang bisa membahagiakan sekalipun masih dalam kategori mencoba bahagia. Mungkin kita pernah merasa bahagia, tertawa lepas, sampai sempat berfikir kita tidak akan menemukan sumber bahagia lain. Itu terjadi karena kita tidak pernah mau mencoba hal lain. Mungkin hal baru yang awalnya membosankan atau sama sekali tidak pernah berfikir untuk menghabiskan banyak waktu dengan hal itu. Waktu dan perasaan kita sudah didominasi dengan satu hal saja, dan kita banyak menggantungkan bahagia kita pada satu hal itu.

September 11, 2014

Tunjukkan, Kamu bisa :)

Saya ingin bicara banyak, berpura2 mengerti banyak. Memberi nasehat seolah saya maha bijak. Izinkan. 

Kemarin saya sempat mengobrol banyak tentangmu, bersama seorang teman yang juga temanmu. Dia bercerita terlalu banyak bahkan terlalu detail sampai saya begitu sangat teramat mengenalmu lagi. Tak satupun peristiwa yang luput dari perbincangan kami. sekalipun sebenarnya saya sudah terlebih dulu meninggalkanmu di belakang, jauh sangat jauh di belakang. 

August 30, 2014

10:26:00 AM 5

Because I'm Human

Klik sumber gambar


 “aku mencarimu. Kamu selalu berhasil melenyap. Dasar Childish” -inbox, aprl 3'14

Entah ada aura apa di sepotong pagi ini. bagi saya biasa, selalu menjadi debar yang biasa. Dalam banyak hal di dunia ini, terkadang alam terkesan angkuh tak pernah ingin mengambil porsi lebih. Buktinya saja senandung malam tadi, tetap cerah sekalipun hati saya dilanda hujan deras (misalnya). Dan pagi ini, matahari tidak begitu mengerang dengan panasnya. Sedikit malu-malu untuk menampakkan seluruh wajahnya. Alam saja punya acara sendiri untuk mengatur bumi ini, berbagi royalitas. Termasuk saya.

August 29, 2014

Follow Your Dream :)






“mulailah dengan hal yang di sukai dan kamu kuasai”


Berani bermimpi ? saya paling berani dalam hal ini. tapi sayang saya terlalu menggebu-gebu di awal.


Klik sumber gambar
Setelah saya mengikuti seminar terbuka yang diadakan oleh cosmogirl minggu kemarin, Saya merasa terpacu untuk kembali bermimpi dan yang pasti kembali berusaha mewujudkannya. Minggu kemarin cosmogirl mengadakan seminar terbuka dengan tema entrepreneur. Dalam rangka itu juga cosmogirl mengundang seorang entrepreneur untuk menjadi motivator bagi kaula muda yang berniat berwirausaha. Dia adalah pencetus sebuah onlineshop ternama www.belowcepek.com. memang mendengarkan seorang motivator saat kita butuh banget advise itu selalu menjadi amunisi tersendiri. jadi karena itulah, Saya mulai tergerak lagi untuk meneruskan online shop yang selalu menemui rasa jenuh sampai stuck dan akhirnya tutup lapak. Selalu begitu. Lebih tinggi dari itu, saya ingin membuka sebuah the real shop. Sebuah toko nyata atasnama mimpi. Hihi.. saya selalu tersenyum sendiri membayangkan the real shop yang akan saya garap nanti. Nanti ya.. belum tentu nanti nya itu nanti yang mana.

August 25, 2014

Re-mind !


Saya benar-benar belajar banyak.
Sekarang saya paham, saya mengerti. Saya tidak akan menggampangkan lagi posisi kamu. Kamu semua yang pernah patah secara tiba-tiba dan di tinggilkan pergi begitu saja dengan ribuan mimpi-mimpi itu. Tanpa haluan lagi dan terombang ambing seperti itu, iya karena kamu sudah menyerahkan kemudimu padanya tapi sekarang dia terjun menjauh dari kemudi. Kamu yang duduk nyaman di belakang dan terlanjur nyaman dengan posisi itu hanya bisa terpana, dan membiarkan kemudi berjalan seadanya. Tertabrak-menabrak-ditabrak; kamu biarkan seadanya.

Mungkin jatuh saja tidak cukup bagi kamu untuk pergi dan berlalu. Tidak. Kamu harus Jatuh sampai ke dasar dengan disertai timpaan tangga bertubi-tubi sampai kakimu patah, biar. Biar kamu sadar. Sadar dan paham bangaimana sulitnya berdiri dengan kedua kaki yang sempat patah. Biar, biar kamu rasakan bagaimana mengumpulkan lagi mimpi yang sudah tuntas tanpa pernah menjadi nyata. Mengumpulkan lagi keberanian untuk tidur dan bermimpi lagi, mengumpulkan kepercayaan bahwa bermimpi terlalu tinggi tidak hanya untuk bangun lalu terjatuh. Biar, biar jatuhnya kedasar sendirian membuat kamu mengoreksi penyebab lukamu sendiri. Menangislah, mengumpatlah, sampai sesak itu hilang tertimbun amarah. Setelahnya biar lukamu mendewasakan. Mengajarkan lebih dari pada saat kamu berdiri sampai berjalan lalu terbang. Biar bau tanah ini kelak mengingatkanmu bagaimana kamu terkapar tanpa daya, termakan hari yang tak pernah ingin berbagi.

Kadang memang kamu perlu disia-siakan lalu di hancurkan. Agar kamu ingat sulitnya merapikan lagi kepingan-kepingan yang tergeletak tak karuan. Memang mungkin harus seperti itu. Agar kelak kamu lebih menghargai dirimu, tidak seonyong-oyongnya menyerahkan perasaanmu pada mereka yang salah. Pada mereka yang hanya ingin mencicipi singgasana hatimu lalu pergi meninggalkanmu tak peduli. Memang pelajaran selalu kejam untuk membuat mengerti apalagi paham.

August 23, 2014

11:53:00 AM 0

Marriage Sindrom



“We are here together, reading and learning together.  He had his own book and so did I. Books of our lives. But for now, its not about “the book of Myself” anymore.  It is “the book of us” that matter. Start from a blank page again, ready to write a new book. We will always try to write the best in every chapter. What do you want to write together with your husband/wife? That is how the marriage goes. It is not about you; it is about the person you love. How you want to build your marriage is up to you. I know that we are not good enough for each other. We made mistakes. But we will always spend the entire life proving that we can be better. Insya allah. Helping each other to attain Jannah. Never get tired of doings things that leads us closer to Allah SWT.”
(Allysa Soebandono )


Klik Sumber gambar

                                            ________________________________


Saya menemukan sepenggalan kalimat cantik itu di Instagram milih AllysaSoebandono. Entah, saya ada kalimat trasnpalasi yang jatuh tepat di hati saya. akhir-akhir ini saya kena sindom “a marriage”. Dampaknya saya sangat menyukai artikel-artikel pendek tentang bagaimana memulai sebuah rumah tangga yang baik dan benar, menghindari berbagai konflik dan penyelesaiannya, cara menjadi istri idaman, cara me-manage administrasi dalam rumah tangga dan lebih jauh lagi cara mendidik anak sampai cara menemukan bakat si buah hati. Kadang saya terkikik sendiri menyadari hobby saya yang tahun-tahun ini lebih condong ke ibu rumah tangga, seperti mempertimbangkan biaya pengeluaran dengan cara memfilter setiap pengeluaran itu sendiri, lebih asyik lagi jika memburu kata “diskon”. Hmm.. yang lebih membuat aneh, dari yang tadinya saya suka sekali belanja fashion sekarang lebih condong ke belanja peralatan rumah tangga, melengkapi perlengkapan memasak, tertarik dengan imutnya piring-piring cantik, dan bergairah memulai percobaan menu baru dalam memasak. HAHA...coba tengok sebentar berapa umur saya sekarang ? 21 tahun !  that’s right. Ini terlalu cepat ? tapi tidak. Saya harus belajar dan mempersiapkan diri sedini mungkin. Itu tekad saya.


August 19, 2014

selembar surat kecil di senja hari.

Selasa, 19 agustus 2014

bersama terbenamnya matahari,..
ini waktu senja.
panggil saja selembar surat kecil di senja hari..




Klik sumber gambar
Untuk kamu jodoh saya, dimanapun kamu berada.


Tuhan..
Jika Dia ada di jalan yang Salah, keluar dari LingkaranMu, saya berdo’a semoga Engkau tidak melepaskanNya lebih jauh. Kembalikan Dia ke tempat mana seharusnya, ke Tempat terbaik di mata agamaMu.




Tuhan..
Jika Dia sedang menyakiti perasaan wanita lain di luar sana, ampunilah. Ketuklah hatinya, kembalikanlah kelembutan hatinya.

Untukmu calon imam saya dimasa depan.
Yang kelak menjadi ayah dari anak-anak saya, yang kelak kepadanya Saya menyerahkan seluruh jiwa saya, menjadikannya sepenuhnya pemimpin dan panutan untuk saya. yang kelak kepadanyalah  saya menyandarkan hidup saya. saya berharap di manapun kamu berada, kamu selalu memantaskan diri. Yang saya harap Tuhan selalu memperbaikimu, menjaga seluruh iman dan islammu untuk menjadi imamku kelak.

August 16, 2014

Tolong, jangan menangis lagi !

klik sumber gambar



“jangan menangis, saya mohon jangan menangis lagi”

               Mata itu panas. Selesai bercerita selalu berakhir dengan menangis. Setelah tercabik-cabik dengan kenangannya, setelah sesak yang begitu panjang dia selingi  dengan senyuman itu. Sekalipun saya tahu, itu hanya senyum seadanya, tidak seterbuka dan sebebas dulu. Iya dulu. Sebelum masadepan mencandainya begitu dalam. sebelum pahit dan nanar mengajarkannya hingga di dasar. Jangan terlalu di bawah sayang, mari bangkit !

               Setelah mimpi demi mimpi diberikan bertubi-tubi, seperti tidak pernah di ijinkannya celah kenyataan itu merenggut semua bagian dari hatinya. Setelah keyakinan di beri utuh tanpa sedikitpun celah untuk keraguan, sampai akhirnya di luluhlantakan oleh kebohongan. Disanalah kekecewaan berperan, mengambil alih kemudi, berputar, dan hilang kendali. Sudah tidak ada sepotongpun, ini berakhir dengan partikel-partikel hati yang sulit di rekatkan kembali. Tidak penah sedikitpun terlintas di pikirannya semua berakhir seperti itu. Takdir benar-benar sedang menggurui begitu dalam juga kejam. Menyeretnya jatuh dari semua bintang harapannya, tidak ada yang tersisa kecuali dirinya sendiri yang disadari masih rapuh.

August 14, 2014

The Right One



“jangan menikah karena mencintainya, menikahlah karena kamu merasa syurga Allah lebih dekat ketika bersamanya”


               Itu chapters of secret pembuka wacana pagi. Masih dengan kepulan asap di atas cangkir putih tulang itu. Mata yang masih terkantuk-kantuk di depan monitor yang 180 derajat lebih antusias. Mendung dan berkabut, seperti itu kota saya pagi ini. Saya penjelajah lini setiap pepatah. Menerobos lemah dan menuntas sudah jera. Namun alnya saya lebih di propagandakan oleh hasrat yang memakai imbuhan “cinta”. Mungkin saja. Tapi mendengarnya, rasanya ingin mencibir. Cikal bakal catatan romantis pagi pertama di bulan agustus ini. bersama sederet rutinitas juga rasa jenuh dalam kotak yang tidak pernah terisi penuh. Melampaui batas setengah saja sudah bersyukur. Setengah laginya biar bunyi Palu dariNYa yang memberi isyarat.

               Bagi saya, hati bisa di kemudikan. Bisa berhenti, melaju dengan kecepatan tinggi, melamban, atau mundur. Tergantung bagaimana padanan situasi. Setahun terakhir ini kotak itu kosong, tidak pernah terisi yang menjadi buah bibir anak-anak muda. Mungkin saya sudah jemu. Karena toh cinta dan mencintai hanya seperti rutinitas dan tuntutan hak dan kewajiban. Bagi saya cinta bukan hal pokok untuk sebuah rutinitas baru yang akan di abdikan. toh cinta bisa tumbuh, berkembang dengan pupuk yang tepat juga tempat yang tepat. Begitulah kiranya. kalo kata para pujangga si “cinta itu bisa datang karena terbiasa” yaa. Untuk itu, saya sering men-skat siapa yang harus masuk dan membiasakan diri dengan hidup saya, karena saya tidak mau memupuk bunga yang hanya akan jadi parasite di taman.

August 11, 2014

catatan senin pagi..

Kita ini manusia. Manusia yang tuhan percayakan untuk memerankan tokoh dan karakter berbeda di Bumi miliknya. Tidak pernah ada yang sama. Semua berhak jadi diri mereka. Tuhan juga tidak pernah banyak omong tentang pilihan yang akan kita ambil di sini, sekalipun Bumi ini miliknya, Dia tak pernah rewel. Hanya saja satu yang saya yakini, Dia akan memberikan akibat sesuai dengan pilihan kita sendiri. Menurut saya itu setimpal. Untuk saya pribadi, menjadi orang yang baik dan buruk itu bukan takdir tapi pilihan. Tergantung sejauh mana keyakinan kita pada sebuah kebaikkan yang akan memberi manfaat baik pula. Tapi ingat juga, tidak pernah ada kata sempurna dalam setiap orang. Kita bukan malaikat yang selalu baik, ramah, dan selalu tulus. Kita bukan nabi yang selalu bersabar dan juga memaafkan. Kita bukan Rasul yang selalu berada dalam jalur kebenaran. Kita adalah manusia yang kadang benar kadang salah. Tapi kebanyakan salahnya si. Kita punya batas buat setiap sikap, baik itu sabar, ramah, tulus, dan benar. Kadang kita merasa sudah melewati batas tertentu, padahal bukan masalah ketidakmampuannya ini hanya soal istirahat. Iya, saat berjalan panjang dan gersang, kita ingin menyerah dan selesai padahal itu bukan cara terbaik, justru yang kita butuhkan hanya istrahat sejenak.


August 09, 2014

10:00:00 AM 0

ESOK

klik sumber gambar



Satu menit ijinkan duduk dan hanya termangu.
Tidak usah ada tangis atau tidak usah pula ada mimpi.
Cukup duduk saja.
Nikmati.
Yang lalu.
Pahami.
Semua kebinasaan.
Rasakan.
Teguk sesal sedikit.
Tidak perlu ada tangis.
Lalu kembali.
Tinggalkan.
Biarkan.
Cukup.
Semenit berlalu biarkan masih termangu.
Lalu kembali. Kalau sulit, seret saja.
Paksa kembali. Dan duduk lagi, disini.
Kali ini jauh maju. Seinci bahkan puluhan mil kedepan.
Lurus.
Berdiri.
Berhasil.
Tertawa usil.
Berbahak manja.
Selesai.
Bawa senyum itu kembali lagi, disini.
Jika sulit, semayamkan dalam kepalan tangan.
Semangat.
Esok pasti lebih baik.


nb: disela-sela keyakinan yang hanya tersisa beberapa lapis



August 08, 2014

Untuk kamu :)

Tak bisa di pungkiri, setiap orang dengan berbagai kehidupannya masing-masing dengan mengesampingkan baik dan buruknya di mata pihak ke-3 tetap menginginkan  hal terbaik dalam segala hal. Di dunia ini, kita berhak memilih peran seperti apa, drama yang bagaimana. Jadi baikkah atau jadi buruk. Keduanya punya dramanya sendiri. Tapi satu hal yang saya yakini, setiap pribadi tidak ada yang baik secara mutlak maupun yang buruk permanen. Setiap orang selalu punya sisi terbaiknya atau bahkan selalu punya kesempatan menunjukkan sisi terbaiknya sekalipun sudah menjadi menjadi syetan tinggal seberapa besar keseriusannya untuk merubah pola penilaian pihak ke-3 kepadanya.

Saya membuat note ini bukan untuk menjudge mereka yang buruk atau bahkan merasa saya lebih baik atau masuk predikat orang baik-baik. Tidak sama sekali. Note ini saya dedikasikan khusus buat seseorang yang mungkin sekarang sedang dalam perjalanan yang salah (mungkin) kiranya seperti itu. Atau saya harap saya hanya sedang memandangnya dari sudut berbeda.

Saya mengenalnya tidak utuh bahkan tidak pernah utuh. Banyak yang disembunyikan dari semua kehidupannya. Tapi karena saya seorang yang punya rasa ingin tahu yang kuat dan akhirnya saya mengetahui lebih dari yang ingin dia “saya tahu” maaf. Saya tidak bermaksud mengorek privasi dia. Saya hanya tertarik masuk kedalam apa yang ada dirinya. Saya ingin melihat sosok dia secara nyata bukan topeng lagi.

Untuk dia saya dedikasikan note ini. saya berharap kamu lebih baik, bahkan lebih baik dari saya. saya berharap semoga kamu cepat kembali kemana seharusnya kamu kembali. Ini tidak sulit, ini hanya masalah tentang sejauh mana kamu meyakini kebahagiaan bathin yang mungkin sudah lama hilang dalam diri kamu. Saya katakan, saya tidak akan menjudge kamu dengan semua kelakuan dan mungkin pilihanmu. Saya hanya ingin membantumu keluar, menemukan sisi baikmu lagi yang sering kamu gunakan di depan saya sebagai topeng. Saya ingin itu bukan hanya jadi topeng. Tapi itu dirimu baik di depan saya atau di belakang saya.


saya mencintai kamu dengan segala sisi burukmu yang saya harap masih bisa di perbaiki. Saya menerimamu dengan segala masalalumu yang saya harap tidak akan lagi kamu ulangi. Saya mencintai kamu lebih baik, dan menginginkan kamu jadi orang yang lebih baik.

July 31, 2014

bukan cinta ini perihal topeng ,teman !

Kamu sudah terbiasa. Saat kamu pungut lagi kepingan hati yang janji kan dia genggam erat, kini kamu merangkak. Mencari potongan lain yg berceceran, sendiri. Kamu sudah terbiasa.

Kamu sudah terbiasa. Mencari jawab dari beribu tanda tanya dalam kantong imajinasimu. Mencari gegaduh lain yang menyuarakan riang tanpa serdadu. Mencari bagian dari bayangan yang berkali-kali sudah kamu habisi. hingga mati. Sungguh, ingin kamu habisi hingga tak tersisi secuil rindupun... puas dan terbahak sekalipun sendiri.

Sekali lagi kamu sudah terbiasa. Pergi dengan sejumput harap sampai terbang tanpa batas. Di sana.. di depan gerbang itu bermula dengan satu dialog yang mengundang ribuan monolog. Kamu tertawa, rupanya itu awal kepulanganmu dengan sendiri.

Sekali lagi kamu sudah benar2 terbiasa. Sayang rupanya semua hanya jadi ampas kopi yang hanya berhasil dicicipi dalam satu tegukan. Kemarin pagi yang bersenandung riang dengan sejumput harap. Dengan secangkir kopi yang sempurna juga senyuman damai dari sosoknya. Dia yang biasa kamu panggil sayang. Namun sayang selalu berakhir malang.

Aku melihatmu bahagia, tapi hanya sebelah. Sebelah lain nya kamu kecolongan. Dikuasai perasaan buta yang katanya cinta. Bukan, cinta bukan seperti ini. Rasa sayang tak pernah mengajarkan luka pada sebelah hatinya. Kamu keliru.

Kamu tertipu. Kamu bilang ini perihal waktu dan kesempatan. Aku melihatmu berdiri, mendongak jam dinding yang menggantung tepat di atas mulut imajinasimu. Lagi-lagi kamu selalu berhasil Untuk bersabar. Menyembunyikan bualan yang berusaha selalu kamu percaya. Pura-pura. Bukan seperti itu. Kesempatan hanya datang untuk kedua kali, sisanya hanya perihal kebodohan.

Aku dan kamu sama-sama wanita. Mereka memanggil kita bidadari tanpa sayap. Bukan seperti itu. Kamu jangan selalu berusaha terbang. Tak apa. Malam ini aku temani kamu dalam gantungan cerita yang jadi andalan, sekalipun sekali lagi hanya pura-pura. Hanya malam ini. Sisanya biarkan terbakar.

Pikirkanlah.. di setiap malam yang hanya berteman atap dinding yang berwarna putih itu. Berserta dentingan jam yang sungguh membuatmu menyadari tidak ada yg lain selain kamu. Sudahi... mari aku temani untuk menyudahi semuanya. Ini tidak terlalu sakit.

Ini bukan tentang pagi yang indah jika kamu tetap membual dalam pintu yang sama. Cukupkan. Mari cukupkan. Kamu terlalu muda untuk hidup dengan topeng itu. Mari... lepaskan.

June 04, 2014

12:09:00 PM 0

welcome June :)

Sudah bulan juni ternyata.. kemana perginya mei ? entah sudah tak ada yang tersisa bahkan saya harus terbiasa. Sttttt________________________________________ ini sudah bulan juni.

Sudah juni ternyata, januari sampai mei yang tak terasa.
Sudah di awal juni ternyata, mei yang sudah tak pernah terbaca.
Ini benar-benar sudah menginjak Juni ternyata, dan mei berlalu tanpa kesan istimewa.

WELCOME JUNE, 

bersatulah dengan rindu yang tak pernah terbaca.


May 19, 2014

12:50:00 PM 0

Wake-up !

Saya Fikir jika berjalan lurus terus nanti juga nemuin cahaya, dari pada belok dan tau-taunya malah mentok. Tapi setelah berjalan terus, cahaya itu masih belum Nampak. Atau bahkan tak kan pernah Nampak. Saya kira, memang perlu berbelok atau banting stir. Saya benar-benar tersesat.
 *


             Setelah melewati sepanjang minggu dengan nonton korea. Duduk di depan tv, makan, dan tidur. Saya kira hari senin akan jauh lebih baik. Begitukah ? saya suka sekali menonton drama korea. Bukankah dengan melakukkan apa yang kita sukai bisa menjadi moodboster ? tapi kali ini, saya gagal. Menonton serial drama korea tak cukup. Senin ini masih kurang bergairah.

             Mungkin weekand nanti, saya akan mencoba datang ketempat spa dan relaxation. Saya benar-benar butuh penyegaran. Semuanya benar-benar menyedot pikiran saya. semua aura negative benar-benar ada dalam diri saya. saya butuh penyegaran. Benar-benar butuh penyegaran.

             Kali ini mungkin yang benar-benar namanya “hidup tapi seperti tak hidup”. Dari bulan-bulan ini, mungkin teman terdekat saya merasa sulit menghubungi saya begitupun keluarga. Entah, saya tidak sedang menghindar dari siapapun. Tapi saya sedang asyik dengan melamun. Saya selalu asyik sendiri. Entahlah saya siapa ? saya lupa bagaimana diri saya sebenarnya. Seperti apa saya ? saya lupa !



              Rupanya saya benar-benar akan kehilangan semuanya jika terus seperti ini. sebelum itu terjadi, saya benar-benar butuh pembangkit mood yang berkekuatan extra. Entah bagaimanapun. Entah dengan teriak di karaoke, menjalani long trip, atau menghabiskan sepanjang hari dengan pijatan ringan di salon. Whatever, I must wake-up.

Klik Sumber gambar

May 17, 2014

Random; ampas kopi !

Klik Sumber Gambar
             Seandainya tiga tahun lalu saya menolak, mungkin bukan seperti ini, persoalannya tidak sepelik ini, tidak serumit ini. Seandainya saya mendengarkan apa kata orang tua saya, untuk tetap tinggal di Cilegon, mencari sekolah disana dan bekerja disana, mungkin semua gak akan seperti ini. tiga tahun. Sudah tiga tahun rupanya saya tinggal di Jakarta. Bersatu dengan beribu-ribu orang dari berbagai suku bangsa. Saat itu usia saya masih 18 tahun, saat saya menginjakkan kaki di Jakarta. Dulu sewaktu kecil, sekalipun saya sering berkunjung ke Jakarta tidak ada sedikitpun impian untuk tinggal lama di kota besar ini. dulu saya lebih ingin kembali ke Cilegon, Banten. Kota kelahiran mamah. Saya lebih ingin tinggal di desa Cakar, tepat di kaki gunung (saya lupa namanya). Disitu mamah masih punya hak rumah dari orangtuanya yang sekarang ditempati oleh wa emus (saudara laki-laki mamah). Sebelumnya saya ingin kembali kesana, setidaknya disana lebih damai dari pada di Majalengka apalagi di Jakarta. Disana wa emus juga mendirikan pondok ngaji untuk anak-anak sampai dewasa. Suasana yang masih jauh dari perkotaan. Angkutan umum yang masih jarang dan samasekali tidak ada yang beroperasi di waktu malam. Orang-orang disana sopan, dan tentunya sangat taat beragama. Benar-benar suasana yang menyuguhkan ketenangan bathin. Tapi saat hari kedua saya menginjakkan kaki disana, memutuskan untuk menghabiskan liburan pascah ujian sambil mencari lowongan dan sekolah yang lebih lanjut, kabar itu datang. Di mulai dari malam itu, malam di mana tante saya yang di Jakarta menawarkan pekerjaan di tempat suaminya. Malam itu, saya memutuskan untuk hidup di Jakarta.

May 16, 2014

Random; bad time !



Klik sumber gambar



Malam..

Apa kabar ?

Malam ini di kota saya sedang tidak ada bintang, mungkin langit sudah bosan terus saja menerangi malam yang tak pernah seterang siang. Ah, tapi rasanya bukan seperti itu. Mungkin mereka sedang berselisih paham. Hanya untuk malam ini, bintang tak bisa disisinya. Mungkin hanya malam ini. Butuh waktu untuk berpikir tentang kesetiaannya yang kekal. Butuh waktu untuk mencerna setiap kepekatannya yang tak pernah berniat memberi ruang untuk pagi. Tapi takdir mereka indah. Selalu di pertemukan kembali setelah satu malam saling sendirian. Takdir mereka memang menjadi paketan yang tak pernah bisa saling dilepaskan. Setelah habis beberapa malam berselisih atau bahkan kedua-duanya saling menangis, membuncahkan ribuan rintik  anak sungai ke bumi, setelah itu malam berikutnya akan lebih sempurna dengan perdamaian.

Bagaimana dengan kotamu ? 
lebih spesifiknya dengan rumahmu? 

May 09, 2014

12:21:00 PM 0

Siang

Siang.
Waktu di tempat saya sedang menunjukkan pukul 12:00 kurang sepuluh menit. Di luar sedang panas-panasnya. Matahari bersinar terlalu bersemangat. Harusnya ini waktu makan siang, tapi saya memilih duduk di depan computer menunggu giliran. Ya, tepatnya karena kurang orang. Jadi saya memilih menunda makan siang dan menggantinya dengan jam makan sore misalnya. Jarang sekali saya menunda jam makan kecuali lain hal kalo lagi puasa ya.

Waktu.  Lucu. Waktu itu memang obat paling mujarab dalam segala hal. Dalam menetralisir segala bentuk perasaan. Rasa benci, suka, sayang, sedih, kecewa, ah semuanya, bisa kita serahkan. Waktu cukup baik untuk menjadi seorang teman. Bercerita misalnya. Meskipun tak jarang waktu tak pernah ingin mengerti sedang dalam posisi apa kita. Waktu. Iya. Waktu memang selalu menjadi obat untuk luka. Menyerahkan pada waktu selalu menjadi alternative terbaik.


May 04, 2014

12:50:00 AM 0

Pilihan Besar


klik sumber gambar
Hidup memang tentang pilihan-pilihan besar.
Tidak ada yang gratis untuk sebuah kebahagiaan.
 Semua selalu punya pilihan dan kesempatan.


Itu simpulan percakapan malam ini. Dia berkata tentang perubahan besar masa depan saya. Namun ada bayaran seumur hidup untuk semuanya "balas budi". Siang tadi saya baru usai menulis note, menceritakan keajaiban, menceritakan janji kebahagiaan. Malam ini setelah mendengar detailnya, saya merubah kata "keajaiban"itu. Sedikit menggesernya beberapa senti dari puncak. Tapi bukan tak benar dengan kekuatan do'a yang dengan semangat saya kibarkan siang tadi. Hanya saja saat itu saya terlalu polos. Tidak ada yg gratis. Itu lebih realistis.

May 03, 2014

KEKUATAN DO'A

03 mei 2014

15:43

Ini keajaiban pertama.

Ini berita kejaiban pertama setelah hampir tiga tahun saya bersabar.



               Tepat hari ini saya mendengar kabar yang sangat-sangat membahagiakan. Ini tentang mimpi saya tiga tahun silam. Tentang doa-doa yang saya panjatkan dalam tiga tahun terakhir. Tidak tepatnya 1 tahun pertama saat saya menginjakkan kaki di Jakarta. Aah, saya tak bisa menjelaskan mimpi seperti apa yang sebentar lagi bisa diwujudkan. Yang saya ingin bagikan disini adalah tentang KEKUATAN DO’A dan KEAJAIBAN DARI SEBUAH KESABARAN.
               Tiga tahun lalu saya punya mimpi besar. Ya cukup besar untuk orang kecil seperti saya. terlalu besar untuk seorang anak yang di lahirkan di tengah keluarga yang sederhana. Sangat-sangat sederhana. Mungkin bagi orang yang berkecukupan mimpi saya, hanya mimpi biasa saja. Bahkan bukan mimpi mungkin jadi sebuah keharusan untuk beberapa golongan diatas kemampuan keluarga saya. tapi saat itu saya memang PEMIMPI.

April 15, 2014

12:30:00 PM 0

Komentar tentang, sebut saja "si A"

“Invite-message-call-konflik-delete-invite-message-call-konflik-delete”

Itu contoh skema kehidupan. Dengan melihat beberapa sumber yang saya perhatikan akhir-akhir ini. tidak sedikit orang yang tertarik di awal, berkenalan, mendekat, bercerita seolah-olah “mengenal”, ada masalah, limbung, lari, setelah itu pergi, delete, dan tidak saling mengenal (lagi).

Apa hidup itu hanya untuk menemukan lalu pergi setelah berselisih paham ?
lalu siapa yang akan tetap tinggal ? dimana keutuhan ? 

Dari tahun kemarin saya memilih satu subjek. Sebut saja si A. si A yang bisa dengan mudah berbaur. Menemukan yang dia cari yang diawal si A begitu yakin “ini nih yang gue cari”. Tidak berselang beberapa bulan si A limbung dan merubah persepsinya “gue gak cocok. Doi terlalu bla-bla-bla” dan akhirnya delete.

April 12, 2014

10:59:00 AM 1

Panggil saja "rasa nyaman"

klik sumber gambar

Satu cerita. Hidup memang di jalani untuk satu cerita. Cerita kita, cerita kamu, dan juga cerita saya.

Pernahkah kita menggarisbawahi beberapa label sebagai syarat untuk memasuki ranah privasi kita ? Mungkin lebih tepatnya kita akan menggolongkan beberapa jenis manusia di sekeliling kita. Misalnya, ada yang kita kenal cukup sebagai teman, atau lebih jauhnya sebagai sahabat, bahkan keluarga. Atau lebih singkat dari itu, hanya saling punya slogan "nama" terlebih itu cukup dengan sapaan ringan. Oke, kita masuk kelebih dalam. Sekiranya cukup tadi itu intronya.

 Pernah kalian tiba-tiba bertemu satu orang yang bahkan anda tidak begitu mengenalnya, tapi secara tiba-tiba menyentuh ranah privasi anda dengan slogan 'nyaman' .