May 16, 2014

Random; bad time !



Klik sumber gambar



Malam..

Apa kabar ?

Malam ini di kota saya sedang tidak ada bintang, mungkin langit sudah bosan terus saja menerangi malam yang tak pernah seterang siang. Ah, tapi rasanya bukan seperti itu. Mungkin mereka sedang berselisih paham. Hanya untuk malam ini, bintang tak bisa disisinya. Mungkin hanya malam ini. Butuh waktu untuk berpikir tentang kesetiaannya yang kekal. Butuh waktu untuk mencerna setiap kepekatannya yang tak pernah berniat memberi ruang untuk pagi. Tapi takdir mereka indah. Selalu di pertemukan kembali setelah satu malam saling sendirian. Takdir mereka memang menjadi paketan yang tak pernah bisa saling dilepaskan. Setelah habis beberapa malam berselisih atau bahkan kedua-duanya saling menangis, membuncahkan ribuan rintik  anak sungai ke bumi, setelah itu malam berikutnya akan lebih sempurna dengan perdamaian.

Bagaimana dengan kotamu ? 
lebih spesifiknya dengan rumahmu? 

Apa yang sedang kamu lakukkan ? 
Saya masih dengan Komputer hidup di depan. Mempertahankan mata yang harus dan masih perlu terbuka, ini belum waktunya untuk tidur. Terlalu dini untuk tenggelam dalam mimpi yang entah apa. Bagi saya, mimpi itu bukan obat terbaik dalam bagian dunia saya yang sekarang. Bukan terlalu pahit hidup yang sekarang, tapi saya membiarkan waktu menunjukkan arahnya, tentang apapun.

Ini bukan catatan tentang kerinduan seperti berbulan-bulan yang lalu, bukan juga tentang kekecewaan seperti seminggu kemarin, atau ini juga bukan tentang rutinitas saya. entahlah, saya hanya ingin menulis. Dan di awal adalah pembukaan tentang kabarmu. Bukan, saya sama sekali bukan sedang merindukanmu. Apalagi ingin bernostalgia dengan bayanganmu. Tidak, bukan itu maksud saya. Saya hanya ingin tau kabarmu malam ini, itu saja.

Ceritamu begitu indah. Bahkan lebih indah dari cerita-cerita pendek yang selalu saya ceritakkan padamu. Lebih tepatnya cerita patamorgana yang hanya bersemayam di otak saya.

Hey..
Mungkinkah kamu juga sama sepertiku ? sedang duduk di depan computer sambil menyeruput teh hangat yang asapnya masih mengepul ? setau saya, kamu lebih suka dengan kopi hitam yang pekat. Seperti langit di kota saya malam ini. Kamu juga bukan seorang pencerita yang baik apalagi penyair. Yang pasti kamu mungkin sedang disibukkan dengan game terbaru. coba sudah sampai level berapa kamu ? itu pertanyaan yang lebih lazim untuk seorang sepertimu.

Ah, sudahlah. Ternyata saya terlalu banyak menghabiskan waktu di depan Komputer. Saking pengennya menulis, mengisi blog padahal sama sekali tidak ada ide apapun ya jadinya melangkah mundur kebelakang. Semakin lama, pastinya semakin banyak potongan kejadian yang memaksa ingatan untuk mengunduh ulang. Jadi sebelum itu terjadi, sudah sepatutnya saya menyudahi catatan kali ini.

Selamat malam *sign out sambil nyengir lebar* *jarang-jarang bikin nb kayak gini*


No comments:

Post a Comment