May 09, 2014

Siang

Siang.
Waktu di tempat saya sedang menunjukkan pukul 12:00 kurang sepuluh menit. Di luar sedang panas-panasnya. Matahari bersinar terlalu bersemangat. Harusnya ini waktu makan siang, tapi saya memilih duduk di depan computer menunggu giliran. Ya, tepatnya karena kurang orang. Jadi saya memilih menunda makan siang dan menggantinya dengan jam makan sore misalnya. Jarang sekali saya menunda jam makan kecuali lain hal kalo lagi puasa ya.

Waktu.  Lucu. Waktu itu memang obat paling mujarab dalam segala hal. Dalam menetralisir segala bentuk perasaan. Rasa benci, suka, sayang, sedih, kecewa, ah semuanya, bisa kita serahkan. Waktu cukup baik untuk menjadi seorang teman. Bercerita misalnya. Meskipun tak jarang waktu tak pernah ingin mengerti sedang dalam posisi apa kita. Waktu. Iya. Waktu memang selalu menjadi obat untuk luka. Menyerahkan pada waktu selalu menjadi alternative terbaik.


No comments:

Post a Comment