August 30, 2014

10:26:00 AM 5

Because I'm Human

Klik sumber gambar


 “aku mencarimu. Kamu selalu berhasil melenyap. Dasar Childish” -inbox, aprl 3'14

Entah ada aura apa di sepotong pagi ini. bagi saya biasa, selalu menjadi debar yang biasa. Dalam banyak hal di dunia ini, terkadang alam terkesan angkuh tak pernah ingin mengambil porsi lebih. Buktinya saja senandung malam tadi, tetap cerah sekalipun hati saya dilanda hujan deras (misalnya). Dan pagi ini, matahari tidak begitu mengerang dengan panasnya. Sedikit malu-malu untuk menampakkan seluruh wajahnya. Alam saja punya acara sendiri untuk mengatur bumi ini, berbagi royalitas. Termasuk saya.

August 29, 2014

Follow Your Dream :)






“mulailah dengan hal yang di sukai dan kamu kuasai”


Berani bermimpi ? saya paling berani dalam hal ini. tapi sayang saya terlalu menggebu-gebu di awal.


Klik sumber gambar
Setelah saya mengikuti seminar terbuka yang diadakan oleh cosmogirl minggu kemarin, Saya merasa terpacu untuk kembali bermimpi dan yang pasti kembali berusaha mewujudkannya. Minggu kemarin cosmogirl mengadakan seminar terbuka dengan tema entrepreneur. Dalam rangka itu juga cosmogirl mengundang seorang entrepreneur untuk menjadi motivator bagi kaula muda yang berniat berwirausaha. Dia adalah pencetus sebuah onlineshop ternama www.belowcepek.com. memang mendengarkan seorang motivator saat kita butuh banget advise itu selalu menjadi amunisi tersendiri. jadi karena itulah, Saya mulai tergerak lagi untuk meneruskan online shop yang selalu menemui rasa jenuh sampai stuck dan akhirnya tutup lapak. Selalu begitu. Lebih tinggi dari itu, saya ingin membuka sebuah the real shop. Sebuah toko nyata atasnama mimpi. Hihi.. saya selalu tersenyum sendiri membayangkan the real shop yang akan saya garap nanti. Nanti ya.. belum tentu nanti nya itu nanti yang mana.

August 25, 2014

Re-mind !


Saya benar-benar belajar banyak.
Sekarang saya paham, saya mengerti. Saya tidak akan menggampangkan lagi posisi kamu. Kamu semua yang pernah patah secara tiba-tiba dan di tinggilkan pergi begitu saja dengan ribuan mimpi-mimpi itu. Tanpa haluan lagi dan terombang ambing seperti itu, iya karena kamu sudah menyerahkan kemudimu padanya tapi sekarang dia terjun menjauh dari kemudi. Kamu yang duduk nyaman di belakang dan terlanjur nyaman dengan posisi itu hanya bisa terpana, dan membiarkan kemudi berjalan seadanya. Tertabrak-menabrak-ditabrak; kamu biarkan seadanya.

Mungkin jatuh saja tidak cukup bagi kamu untuk pergi dan berlalu. Tidak. Kamu harus Jatuh sampai ke dasar dengan disertai timpaan tangga bertubi-tubi sampai kakimu patah, biar. Biar kamu sadar. Sadar dan paham bangaimana sulitnya berdiri dengan kedua kaki yang sempat patah. Biar, biar kamu rasakan bagaimana mengumpulkan lagi mimpi yang sudah tuntas tanpa pernah menjadi nyata. Mengumpulkan lagi keberanian untuk tidur dan bermimpi lagi, mengumpulkan kepercayaan bahwa bermimpi terlalu tinggi tidak hanya untuk bangun lalu terjatuh. Biar, biar jatuhnya kedasar sendirian membuat kamu mengoreksi penyebab lukamu sendiri. Menangislah, mengumpatlah, sampai sesak itu hilang tertimbun amarah. Setelahnya biar lukamu mendewasakan. Mengajarkan lebih dari pada saat kamu berdiri sampai berjalan lalu terbang. Biar bau tanah ini kelak mengingatkanmu bagaimana kamu terkapar tanpa daya, termakan hari yang tak pernah ingin berbagi.

Kadang memang kamu perlu disia-siakan lalu di hancurkan. Agar kamu ingat sulitnya merapikan lagi kepingan-kepingan yang tergeletak tak karuan. Memang mungkin harus seperti itu. Agar kelak kamu lebih menghargai dirimu, tidak seonyong-oyongnya menyerahkan perasaanmu pada mereka yang salah. Pada mereka yang hanya ingin mencicipi singgasana hatimu lalu pergi meninggalkanmu tak peduli. Memang pelajaran selalu kejam untuk membuat mengerti apalagi paham.

August 23, 2014

11:53:00 AM 0

Marriage Sindrom



“We are here together, reading and learning together.  He had his own book and so did I. Books of our lives. But for now, its not about “the book of Myself” anymore.  It is “the book of us” that matter. Start from a blank page again, ready to write a new book. We will always try to write the best in every chapter. What do you want to write together with your husband/wife? That is how the marriage goes. It is not about you; it is about the person you love. How you want to build your marriage is up to you. I know that we are not good enough for each other. We made mistakes. But we will always spend the entire life proving that we can be better. Insya allah. Helping each other to attain Jannah. Never get tired of doings things that leads us closer to Allah SWT.”
(Allysa Soebandono )


Klik Sumber gambar

                                            ________________________________


Saya menemukan sepenggalan kalimat cantik itu di Instagram milih AllysaSoebandono. Entah, saya ada kalimat trasnpalasi yang jatuh tepat di hati saya. akhir-akhir ini saya kena sindom “a marriage”. Dampaknya saya sangat menyukai artikel-artikel pendek tentang bagaimana memulai sebuah rumah tangga yang baik dan benar, menghindari berbagai konflik dan penyelesaiannya, cara menjadi istri idaman, cara me-manage administrasi dalam rumah tangga dan lebih jauh lagi cara mendidik anak sampai cara menemukan bakat si buah hati. Kadang saya terkikik sendiri menyadari hobby saya yang tahun-tahun ini lebih condong ke ibu rumah tangga, seperti mempertimbangkan biaya pengeluaran dengan cara memfilter setiap pengeluaran itu sendiri, lebih asyik lagi jika memburu kata “diskon”. Hmm.. yang lebih membuat aneh, dari yang tadinya saya suka sekali belanja fashion sekarang lebih condong ke belanja peralatan rumah tangga, melengkapi perlengkapan memasak, tertarik dengan imutnya piring-piring cantik, dan bergairah memulai percobaan menu baru dalam memasak. HAHA...coba tengok sebentar berapa umur saya sekarang ? 21 tahun !  that’s right. Ini terlalu cepat ? tapi tidak. Saya harus belajar dan mempersiapkan diri sedini mungkin. Itu tekad saya.


August 19, 2014

selembar surat kecil di senja hari.

Selasa, 19 agustus 2014

bersama terbenamnya matahari,..
ini waktu senja.
panggil saja selembar surat kecil di senja hari..




Klik sumber gambar
Untuk kamu jodoh saya, dimanapun kamu berada.


Tuhan..
Jika Dia ada di jalan yang Salah, keluar dari LingkaranMu, saya berdo’a semoga Engkau tidak melepaskanNya lebih jauh. Kembalikan Dia ke tempat mana seharusnya, ke Tempat terbaik di mata agamaMu.




Tuhan..
Jika Dia sedang menyakiti perasaan wanita lain di luar sana, ampunilah. Ketuklah hatinya, kembalikanlah kelembutan hatinya.

Untukmu calon imam saya dimasa depan.
Yang kelak menjadi ayah dari anak-anak saya, yang kelak kepadanya Saya menyerahkan seluruh jiwa saya, menjadikannya sepenuhnya pemimpin dan panutan untuk saya. yang kelak kepadanyalah  saya menyandarkan hidup saya. saya berharap di manapun kamu berada, kamu selalu memantaskan diri. Yang saya harap Tuhan selalu memperbaikimu, menjaga seluruh iman dan islammu untuk menjadi imamku kelak.

August 16, 2014

Tolong, jangan menangis lagi !

klik sumber gambar



“jangan menangis, saya mohon jangan menangis lagi”

               Mata itu panas. Selesai bercerita selalu berakhir dengan menangis. Setelah tercabik-cabik dengan kenangannya, setelah sesak yang begitu panjang dia selingi  dengan senyuman itu. Sekalipun saya tahu, itu hanya senyum seadanya, tidak seterbuka dan sebebas dulu. Iya dulu. Sebelum masadepan mencandainya begitu dalam. sebelum pahit dan nanar mengajarkannya hingga di dasar. Jangan terlalu di bawah sayang, mari bangkit !

               Setelah mimpi demi mimpi diberikan bertubi-tubi, seperti tidak pernah di ijinkannya celah kenyataan itu merenggut semua bagian dari hatinya. Setelah keyakinan di beri utuh tanpa sedikitpun celah untuk keraguan, sampai akhirnya di luluhlantakan oleh kebohongan. Disanalah kekecewaan berperan, mengambil alih kemudi, berputar, dan hilang kendali. Sudah tidak ada sepotongpun, ini berakhir dengan partikel-partikel hati yang sulit di rekatkan kembali. Tidak penah sedikitpun terlintas di pikirannya semua berakhir seperti itu. Takdir benar-benar sedang menggurui begitu dalam juga kejam. Menyeretnya jatuh dari semua bintang harapannya, tidak ada yang tersisa kecuali dirinya sendiri yang disadari masih rapuh.

August 14, 2014

The Right One



“jangan menikah karena mencintainya, menikahlah karena kamu merasa syurga Allah lebih dekat ketika bersamanya”


               Itu chapters of secret pembuka wacana pagi. Masih dengan kepulan asap di atas cangkir putih tulang itu. Mata yang masih terkantuk-kantuk di depan monitor yang 180 derajat lebih antusias. Mendung dan berkabut, seperti itu kota saya pagi ini. Saya penjelajah lini setiap pepatah. Menerobos lemah dan menuntas sudah jera. Namun alnya saya lebih di propagandakan oleh hasrat yang memakai imbuhan “cinta”. Mungkin saja. Tapi mendengarnya, rasanya ingin mencibir. Cikal bakal catatan romantis pagi pertama di bulan agustus ini. bersama sederet rutinitas juga rasa jenuh dalam kotak yang tidak pernah terisi penuh. Melampaui batas setengah saja sudah bersyukur. Setengah laginya biar bunyi Palu dariNYa yang memberi isyarat.

               Bagi saya, hati bisa di kemudikan. Bisa berhenti, melaju dengan kecepatan tinggi, melamban, atau mundur. Tergantung bagaimana padanan situasi. Setahun terakhir ini kotak itu kosong, tidak pernah terisi yang menjadi buah bibir anak-anak muda. Mungkin saya sudah jemu. Karena toh cinta dan mencintai hanya seperti rutinitas dan tuntutan hak dan kewajiban. Bagi saya cinta bukan hal pokok untuk sebuah rutinitas baru yang akan di abdikan. toh cinta bisa tumbuh, berkembang dengan pupuk yang tepat juga tempat yang tepat. Begitulah kiranya. kalo kata para pujangga si “cinta itu bisa datang karena terbiasa” yaa. Untuk itu, saya sering men-skat siapa yang harus masuk dan membiasakan diri dengan hidup saya, karena saya tidak mau memupuk bunga yang hanya akan jadi parasite di taman.

August 11, 2014

catatan senin pagi..

Kita ini manusia. Manusia yang tuhan percayakan untuk memerankan tokoh dan karakter berbeda di Bumi miliknya. Tidak pernah ada yang sama. Semua berhak jadi diri mereka. Tuhan juga tidak pernah banyak omong tentang pilihan yang akan kita ambil di sini, sekalipun Bumi ini miliknya, Dia tak pernah rewel. Hanya saja satu yang saya yakini, Dia akan memberikan akibat sesuai dengan pilihan kita sendiri. Menurut saya itu setimpal. Untuk saya pribadi, menjadi orang yang baik dan buruk itu bukan takdir tapi pilihan. Tergantung sejauh mana keyakinan kita pada sebuah kebaikkan yang akan memberi manfaat baik pula. Tapi ingat juga, tidak pernah ada kata sempurna dalam setiap orang. Kita bukan malaikat yang selalu baik, ramah, dan selalu tulus. Kita bukan nabi yang selalu bersabar dan juga memaafkan. Kita bukan Rasul yang selalu berada dalam jalur kebenaran. Kita adalah manusia yang kadang benar kadang salah. Tapi kebanyakan salahnya si. Kita punya batas buat setiap sikap, baik itu sabar, ramah, tulus, dan benar. Kadang kita merasa sudah melewati batas tertentu, padahal bukan masalah ketidakmampuannya ini hanya soal istirahat. Iya, saat berjalan panjang dan gersang, kita ingin menyerah dan selesai padahal itu bukan cara terbaik, justru yang kita butuhkan hanya istrahat sejenak.


August 09, 2014

10:00:00 AM 0

ESOK

klik sumber gambar



Satu menit ijinkan duduk dan hanya termangu.
Tidak usah ada tangis atau tidak usah pula ada mimpi.
Cukup duduk saja.
Nikmati.
Yang lalu.
Pahami.
Semua kebinasaan.
Rasakan.
Teguk sesal sedikit.
Tidak perlu ada tangis.
Lalu kembali.
Tinggalkan.
Biarkan.
Cukup.
Semenit berlalu biarkan masih termangu.
Lalu kembali. Kalau sulit, seret saja.
Paksa kembali. Dan duduk lagi, disini.
Kali ini jauh maju. Seinci bahkan puluhan mil kedepan.
Lurus.
Berdiri.
Berhasil.
Tertawa usil.
Berbahak manja.
Selesai.
Bawa senyum itu kembali lagi, disini.
Jika sulit, semayamkan dalam kepalan tangan.
Semangat.
Esok pasti lebih baik.


nb: disela-sela keyakinan yang hanya tersisa beberapa lapis



August 08, 2014

Untuk kamu :)

Tak bisa di pungkiri, setiap orang dengan berbagai kehidupannya masing-masing dengan mengesampingkan baik dan buruknya di mata pihak ke-3 tetap menginginkan  hal terbaik dalam segala hal. Di dunia ini, kita berhak memilih peran seperti apa, drama yang bagaimana. Jadi baikkah atau jadi buruk. Keduanya punya dramanya sendiri. Tapi satu hal yang saya yakini, setiap pribadi tidak ada yang baik secara mutlak maupun yang buruk permanen. Setiap orang selalu punya sisi terbaiknya atau bahkan selalu punya kesempatan menunjukkan sisi terbaiknya sekalipun sudah menjadi menjadi syetan tinggal seberapa besar keseriusannya untuk merubah pola penilaian pihak ke-3 kepadanya.

Saya membuat note ini bukan untuk menjudge mereka yang buruk atau bahkan merasa saya lebih baik atau masuk predikat orang baik-baik. Tidak sama sekali. Note ini saya dedikasikan khusus buat seseorang yang mungkin sekarang sedang dalam perjalanan yang salah (mungkin) kiranya seperti itu. Atau saya harap saya hanya sedang memandangnya dari sudut berbeda.

Saya mengenalnya tidak utuh bahkan tidak pernah utuh. Banyak yang disembunyikan dari semua kehidupannya. Tapi karena saya seorang yang punya rasa ingin tahu yang kuat dan akhirnya saya mengetahui lebih dari yang ingin dia “saya tahu” maaf. Saya tidak bermaksud mengorek privasi dia. Saya hanya tertarik masuk kedalam apa yang ada dirinya. Saya ingin melihat sosok dia secara nyata bukan topeng lagi.

Untuk dia saya dedikasikan note ini. saya berharap kamu lebih baik, bahkan lebih baik dari saya. saya berharap semoga kamu cepat kembali kemana seharusnya kamu kembali. Ini tidak sulit, ini hanya masalah tentang sejauh mana kamu meyakini kebahagiaan bathin yang mungkin sudah lama hilang dalam diri kamu. Saya katakan, saya tidak akan menjudge kamu dengan semua kelakuan dan mungkin pilihanmu. Saya hanya ingin membantumu keluar, menemukan sisi baikmu lagi yang sering kamu gunakan di depan saya sebagai topeng. Saya ingin itu bukan hanya jadi topeng. Tapi itu dirimu baik di depan saya atau di belakang saya.


saya mencintai kamu dengan segala sisi burukmu yang saya harap masih bisa di perbaiki. Saya menerimamu dengan segala masalalumu yang saya harap tidak akan lagi kamu ulangi. Saya mencintai kamu lebih baik, dan menginginkan kamu jadi orang yang lebih baik.