August 23, 2014

Marriage Sindrom



“We are here together, reading and learning together.  He had his own book and so did I. Books of our lives. But for now, its not about “the book of Myself” anymore.  It is “the book of us” that matter. Start from a blank page again, ready to write a new book. We will always try to write the best in every chapter. What do you want to write together with your husband/wife? That is how the marriage goes. It is not about you; it is about the person you love. How you want to build your marriage is up to you. I know that we are not good enough for each other. We made mistakes. But we will always spend the entire life proving that we can be better. Insya allah. Helping each other to attain Jannah. Never get tired of doings things that leads us closer to Allah SWT.”
(Allysa Soebandono )


Klik Sumber gambar

                                            ________________________________


Saya menemukan sepenggalan kalimat cantik itu di Instagram milih AllysaSoebandono. Entah, saya ada kalimat trasnpalasi yang jatuh tepat di hati saya. akhir-akhir ini saya kena sindom “a marriage”. Dampaknya saya sangat menyukai artikel-artikel pendek tentang bagaimana memulai sebuah rumah tangga yang baik dan benar, menghindari berbagai konflik dan penyelesaiannya, cara menjadi istri idaman, cara me-manage administrasi dalam rumah tangga dan lebih jauh lagi cara mendidik anak sampai cara menemukan bakat si buah hati. Kadang saya terkikik sendiri menyadari hobby saya yang tahun-tahun ini lebih condong ke ibu rumah tangga, seperti mempertimbangkan biaya pengeluaran dengan cara memfilter setiap pengeluaran itu sendiri, lebih asyik lagi jika memburu kata “diskon”. Hmm.. yang lebih membuat aneh, dari yang tadinya saya suka sekali belanja fashion sekarang lebih condong ke belanja peralatan rumah tangga, melengkapi perlengkapan memasak, tertarik dengan imutnya piring-piring cantik, dan bergairah memulai percobaan menu baru dalam memasak. HAHA...coba tengok sebentar berapa umur saya sekarang ? 21 tahun !  that’s right. Ini terlalu cepat ? tapi tidak. Saya harus belajar dan mempersiapkan diri sedini mungkin. Itu tekad saya.




Lingkungan pergaulan saya sejak menjadi anak rantaupun turut mempengaruhi. Seperti di kantor, saya di suguhi partner (orang-orang yang juga kena sindrom got a marriage) dengan berbagai nasehat-nasehat juga pengalamannya. Di tambah lagi lingkungan kost, yang semua sudah berumur dan siap berumah tangga. Di tambah lagi saya turut serta mempersiapkan kebutuhan pernikahan teman kost.  Ya.. jadi bisa terbilang wajar kalaupun saya tertarik dan ingin menjamah dengan cepat sebuah bahtera itu. Tidak peduli seberapa umur saya sekarang, yang mungkin jika  melirik teman-teman sebaya saya yang masih berkutat dengan sekolahnya atau malah masih bermain-main dengan masa depannya. Saya tidak peduli seberapa jauh saya sudah meninggalkan dunia saya. seberapa jauh bentangan umur saya dengan kebiasaan saya. its oke. Im naturally and totally respect to my habits.


Ini bukan di buat-buat. Saya benar-benar menikmati hidup saya akhir-akhir ini,hidup beserta kebiasaan-kebiasaan baru juga rancangan-rancangan masadepan yang saya susun sedemikian rupa. Mengotak-ngatik pemikiran dengan kata “jika dan hanya jika” juka perhitungan-perhitungan matematis yang kerap bikin saya keblenger. Tapi sekali lagi saya menikmatinya. Jika ada yang bilang “hello.. anda masih muda, nikmatilah masa mudamu”. Saya titik beratkan lagi, saya sangat menikmati masa muda saya. sekalipun di habiskan dengan bekerja atau duduk membaca, atau merenung juga merancang mimpi-mimpi besar. menurut saya itu bukan hal biasa. Ya, saya memang pemikir. Memikirkan sesuatu dengan cabang-cabangnya bangkan sampai ke anak akarnya. Saya sangat ingin mempersiapkan diri untuk kejutan istimewa itu, saya ingin hidup lebih-lebih dan lebih baik lagi. Saya yakin, Tuhan melihat usaha dan perjuangan saya, pun mendengar jeritan do’a-do’a saya. dengan begitu saya yakin, Tuhan juga akan mempersiapkan waktu indah itu dengan sedemikian rupa bersama Dia (seseorang) yang juga sedang menyiapkan serta memperbaiki dirinya untuk bertemu dengan saya (amin).


Ternyara sindrom “marriage” benar-benar melekat entah sejak kapan mulainya, saya tidak begitu menyadari. Kadang teman sebaya saya berkomentar “duh, kamu ketuaan deh uda baca begituan” itu komentar seorang teman teman ketika  memergoki saya membaca “cara mengatur asupan gizi si buah hati”. But once again, I don’t care, this is my way to get my future, big future, and best future. Amiin.


Satu poin penting  waktu yang tepat itu datang saat kita sudah tepat, tepat secara pemikiran, tepat secara emosional, tepat secara psikis. Untuk emosional, saya memang masih labil seperti usia saya seperti mereka-mereka yang seusia saya masih suka menggalau, masih suka ngelantur, masih suka menuruti ego. tapi dengan bayaknya asupan teman-teman yang jauh usianya di atas saya, dengan memperhatikan bagaimana mengatur emosi saat marah, meredakkannya, juga mengikhlaskannya, pelan-pelan saya sedikit demi sedikit saya akan bisa seperti sosok itu (sejatinya yang punya kesabaran dan ketabahan, seorang wanita akan terlihat lebih anggun, pun seorang pria). Saya tidak mau umur menjadi hambatan atau alasan untuk belajar lebih menjadi pribadi lebih baik, atau tingkat kewajaran menjadikan kadar boleh tidaknya berlaku labil.

Ya begitulah. Bagaimana pergaulan memperuhi banyaknya diri kita.

Sindrom “marriage” juga memberi langkah panjang bagi saya untuk menemukan seseorang itu. Seseorang yang bukan hanya akan menjadi pacar saya sekarang, bukan hanya jadi suami saya. tapi jangka panjangnya adalah seseorang yang akan menjadi ayah bagi anak-anak saya. yang kelak akan jadi tiruan dan panutan anak-anaknya. Saya berharap dengan adanya sindrom ini saya lebih dewasa dalam memfilter siapa dan bagaimana seharusnya. Lebih membidik saya untuk focus pada jangka panjang itu.
Oke.. catatan kali ini bagi yang bosen atau jenuh atau berkomentar “lebay” dan sederet komentar negative lainnya.. cukup di HOAAAAAAAMiiin aja ya temans. Kiss Love.





catatan saat menyadari pembicaraan sumbang dan tak lagi sinkron
dengan teman sebaya.
that is about LOL and XOX





No comments:

Post a Comment