September 11, 2014

Tunjukkan, Kamu bisa :)

Saya ingin bicara banyak, berpura2 mengerti banyak. Memberi nasehat seolah saya maha bijak. Izinkan. 

Kemarin saya sempat mengobrol banyak tentangmu, bersama seorang teman yang juga temanmu. Dia bercerita terlalu banyak bahkan terlalu detail sampai saya begitu sangat teramat mengenalmu lagi. Tak satupun peristiwa yang luput dari perbincangan kami. sekalipun sebenarnya saya sudah terlebih dulu meninggalkanmu di belakang, jauh sangat jauh di belakang. 


Saya benar2 sangat prihatin dengan keadaanmu sekarang. Saya turut sangat menyayangkan dengan apa yang terjadi dengan keluargamu setahun terakhir ini. Kejadian bertubi2 yang saya yakin itu cukup membuatmu hilang pegangan. Dengan kebiasaan2mu dulu sebelum kejadian belakangan ini, saya tau.. kamu benar2 butuh kekuatan. Kamu terlalu lemah untuk berdiri sendiri, terlebih untuk jadi pegangan dan tumpuan hidup keluargamu. Kamu terlalu polos untuk bisa mengartikan dan memahami tidak semua dari mereka bisa kamu jadikan pijakan. Tidak semua. Kamu terlalu polos, benar-benar polos. Kamu terlalu suka bersenang2. Untuk itu, saya tau kamu terlalu sulit untuk mengerti keadaan sekarang yang memaksamu berubah lebih banyak. Saya paham. Tapi ini sudah terjadi dan kamu harus merubah banyak gaya hidupmu. Sekalipun terpaksa saya yakin kamu akan terbiasa, dan kamu akan jadi pribadi yang lebih baik. Pribadi yang dewasa yang bisa di jadikan sandaran untuk keluargamu. Menjadi seorang kaka yang bisa dibanggakan. Jika keadaan ini menyiksa dan menyita seluruh fikiran, lahir, dan bathinmu, percayalah kelak kamu akan menyadari betapa kejatuhan mengajarkanmu banyak. Tolong jangan berpaling kepada sesuatu yang salah. Atau mengambil tindakan bodoh. Bangunlah dan berdirilah.

Benarkan, saya berbicara banyak bahkan terlalu banyak. Mengajarkan dan menyemangatimu lebih dan lebih. Ini saya lakukan bukan karena saya berpura-pura mengerti. Tidak. Saya sebenarnya tidak mengerti bagaimana rasanya. Tapi satu yang saya percaya, Kamu bisa melewati masalahmu, dan saya juga bisa menakhlukkan hidup saya. Mari.. kita berjuang sekalipun berlainan jalur percayalah kita akan sama-sama menang.


Ini mungkin hanya akan jadi catatan penyemangat belaka. tidak akan lebih. sekalipun ini hanya catatan hati yang tidak akan pernah bersuara. Percayalah, saya tulus menulisnya. bersama sekumpulan doa terbaik yang saya harap segera menghampirimu. 

Klik sumber gambar



tunjukkan pada kami semua, kamu bisa menaklukannya.

@shintajulianaa




No comments:

Post a Comment