September 23, 2014

Pulang

Maaf aku kembali untuk ke berapa kalinya. Yang jelas ini bukan kali pertama, kedua, atau ketiga.
Maaf aku mengusikmu untuk berulang kalinya, mencari celah kelengahanmu lagi. Berharap kamu akan jatuh cinta lagi.
Maaf aku menggodamu lagi, merajuk manja lagi, berusaha menarik mu lagi. Memintamu mencintaiku lagi.
Maaf aku selalu kembali padamu, hanya setelah dunia berpaling dariku. Hanya kala itu.
Maaf aku selalu ingin bersama mu lagi, hanya ketika mereka menjatuhkanku. Hanya saat itu.
Maaf aku datang lagi. Berbagi tawa lagi, dan aku harap kamu akan jatuh cinta dengan ceritaku lagi.
Maaf aku memelukmu lagi. Erat terutama saat aku menjatuhkan seluruh letihku di dadamu. Yang ku harap kamu bersedia menenangkanku lagi. Setelahnya kita kembali. Jatuh cinta.
Maaf aku harus kembali pergi (lagi). aku sudah tenang, dan dunia sudah mendekapku indah (lagi). dan kamu ku biarkan jatuh cinta berulang-ulang hanya untuk melihatku pergi (lagi).

...
Nanti, mungkin kamu akan membentak saat aku datang hanya untuk menggodamu, menarikmu, membuatmu jatuh cinta lagi. Sesaat setelahnya aku kembali pergi... berkelana lagi.
Nanti, mungkin kamu membenci.. menyadari kebodohanmu mencintaiku berulang2 lagi tapi tak pernah bisa menahanku pergi.
Nanti, mungkin kamu tak akan jatuh cinta lagi. Padaku dan berulang2. Dan aku harap kemungkinan itu tidak pernah terjadi. Aku harap aku akan selalu berhasil menemukan celahmu, untuk mencintaiku lagi, lagi, dan lagi. Tentunya saat dunia mengabaikanku, hanya kala itu.
....
Tapi nyatanya kamu tidak sebodoh itu. Kamu tidak akan jatuh cinta berulang-ulang lagi padaku. Tentunya setelah berkali-kali aku menyepelekan perasaanmu. dan aku kembali, kembali berulang-ulang, dan kali ini kamu berhasil. Tidak jatuh cinta lagi. Aku ? Aku tidak lagi becanda kali ini.
....
Kali ini aku datang dan tidak ingin lagi pergi. Di tahan atau dibiarkan begitu saja, tetap aku ingin disini, tidak mau lagi pergi mencari. Kali ini aku yang jatuh cinta lagi, bukan hanya untuk membuatmu mau. Hanya mungkin ini bagianku. Ya, bagianku. Bagianmu sudah habis telak. Kini bagianku.
...
kali ini aku yang jatuh cinta dengan bodoh (lagi), memintamu mempercayaiku seperti sebelumnya. hanya meminta saja, tidak memaksa. tapi aku harus bermain peran ini lebih lama. Rupanya kamu berhasil tidak jatuh cinta lagi. Dan aku gagal menyelinap masuk dalam ingatan sebelum tidurmu lagi.
....
Aku gagal kali ini, ini bagianku. Bagianmu sudah habis telak.
Aku sendiri kali ini, ini bagianku. Bagianmu diriku dulu. Mainkanlah aku, seperti aku memainkamu.

Klik sumber gambar



teringat satu kebiasaan. ingatlah kembali jangan main-main.
akan ada bagiannya. kamu bermain peranmu yang dulu kamu sutradarai.

No comments:

Post a Comment