November 22, 2014

Akankah ini Kontrak Mati ? ( Cinta Gagah )

Saya masih tercengang dengan keputusan yang saya buat sendiri. Entah yang jelas saya merasa mantap untuk kembali kepada Mawar. Setelah saya mendatanginya lagi di Apartement yang sempat jadi tempat tinggal saya, ada kilatan-kilatan masa lalu yang manis memaksa saya untuk melangkah lebih jauh lagi, meyakinkan mawar untuk sudi menerima saya kembali.

Setelah janji-janji buatan yang saya lontarkan dengan mudah, sedikit rayuan, bujukan, dan perilaku manis yang saya berikan kepadanya, akhirnya Mawar kembali. Gagah kembali kepada Mawar. Masih memeluknya, saya kembali meyakinkan. Berharap ini adalah jalan terakhir bagi saya dan mawar. Tak kan lagi menemui perpisahan. Tak kan lagi berniat menyerah dan pulang. Mawar teringsak-ingsak menangis dalam pelukkan saya. Mengecup kening saya berkali-kali. Ya, saya pun merindukkan sentuhan nya. Dan saya lebih yakin, mawar benar-benar mencintai saya.

"akhirnya kamu kembali, aku sayang sama kamu. Tolong jangan pergi lagi." 
Dia enggan melepaskan pekukkannya.



Shintajulianaa 22/11/14
Cinta Gagah 

Kinar POV ( Cinta Gagah )

Aku masih tak percaya. Aku masih ingin mempercayai janji-janjinya. Aku masih ingin bermimpi dan mewujudkannya. Tapi Tuhan menampar aku keras. Sampai aku tak bisa lagi menemukkan jalan untuk kembali kepada Gagah. Mungkin ini jawaban doa-doaku. Tapi yang aku tak minta pada Tuhan untuk menjauhkanku dengannya, aku hanya minta petunjuk untuk di lancarkan dalam menjalani setiap fase hubungan kami. Rupanya tuhan punya rencana berbeda. Hingga dia memampangkan apa yang tidak kulihat jadi terlihat begitu jelas. Mempertontonkan drama di belakang panggung itu dengan tirai terbuka. Apa aku harus bersyukur atau merintih ? Meminta tuhan mengembalikkan gagah padaku.

Sore itu gagah menemuiku. Masih dengan muka kusut bekas menangis sedari pagi aku menemuinya. Hampir sebulan dia tidak menemuiku. Kita hanya berkomunikasi lewat telpon dan itupun dengan intensitas jarang. Aku fikir, dia benar-benar sibuk. Aku fikir dia benar-benar sedang bekerja keras untuk masa depan kami. Tapi nyatanya, ada drama lain di balik semuanya.
12:26:00 PM 0

Kontrak Mati ( Cinta Gagah )

"Jangan kayak anak kecil lagi ya... sekarang umur aku udah 27, kamu gak niat ngelamar aku apa ?" 

Sungutnya dengan gaya sok manjanya. Saya melangkah pelan kearahnya merangkulnya seperti biasa. Tidak pernah berubah sejak 7 tahun lalu.

"Emang kamu masih takut kehilangan aku lagi?"

"Setiap detik"

"Aku tak akan pernah mampu pergi jauh dari orang yang selalu berhasil membuat aku nyaman dan bahagia. Aku sudah punya malaikat hidupku, aku tak butuh apa-apa lagi"

"Gombal"

 kali ini dia memeluk saya lebih erat. Sampai tak ada celah lagi antara kami. Baru kali itu, saya benar-benar menyadari cinta besarnya mampu membuat saya terlena. Saya dan wanita dalam pelukkan saya, seperti kontrak mati yang tidak bisa lepas. Begitusaja.

***


Cinta gagah (shintajuliana)
12:16:00 PM 0

Saya Lelaki Bajingan ( Cinta Gagah )

Saya mematung di depannya. Gadis yang 6 bulan lalu saya yakini sebagai pilihan saya. Gadis yang mengajarkan saya banyak. Gadis terbaik yang pernah saya kenal. Kinar.. saya benar-benar minta maaf. Saya tak menyangka akan menjadi seperti ini. Saya tak pernah main-main dengan rencana kita kemarin. Memilih rumah masa depan, berkenalan dengan keluargamu, mengajakmu mengenal keluarga saya, saya tak pernah main-main. Saya benar-benar ingin menghabiskan waktu denganmu. Bisik hati kecil saya.

Kami saling bertatapan. Semakin lama, saya semakin mampu menyelami perasaan dia. Entah dari mana saya harus menjelaskan. Dia sudah tau semuanya. Dia memergoki mawar ada di kostan saya sepagi itu. Jelas, dia tau apa yang sudah terjadi. Kinar tahu betul tentang Mawar berikut kisah lengkap kami. Hanya saja, Mawar tak pernah tahu soal Kinar. Saya tak ingin memberi tahunya. Saya menghawatirkan Kinar. Bodoh, saya menghawatirkan Kinar terluka. Tapi saya sendiri yang melukainya dalam. Sangat dalam.

12:03:00 PM 0

Di sisa-sisa________sia-sia !


Saya masih percaya. Tetap bahkan selalu ingin percaya. Tuhan sedang menyiapkan hal baik untuk saya. saya hanya perlu bersabar. Sabar. Sabar. Menggaung berulang kali di telinga. Seolah mengingatkan, seperti alarm yang berbunyi kencang. Berisik. Mengganggu.
Jangan lagi lupa.
Jangan lagi jatuh
Kamu hanya perlu fokus

klik sumber gambar

@shintajulianaa
22/11/2014 (12:03)

November 01, 2014

Yanase... Bicaralah !

Hari ini saya bertemu lagi dengan anak itu. Dia banyak berubah sekarang. Rambutnya lebih panjang dari sebelum dia meninggalkan tempat saya bekerja. Dia tumbuh dengan cepat, kira-kira 5cm lebih tinggi dari sebelumnya. Tapi dia tetap dengan sikapnya yang mengangumkan. Saya selalu mengawasinya. 

INTROVERT. Itu mungkin sebutan untuknya. Dia tidak banyak bicara, malah cenderung tidak suka berinteraksi. Dia pendiam mutlak. Saat melihatnya, saya berhasil menjadi pemerhati yang baik. Saya ingat, 6 bulan yang lalu saat dia masih menghabiskan 4-5 jam di tempat saya bekerja, saya selalu jadi orang pertama yang mengucapkan “helloo.. Selamat Sore”, atau sekedar menawarkannya untuk duduk. Kadang saya selalu berusaha berbicara dengannya, meskipun akan berakhir seperti berbicara sendiri karena jawabannya pasti hanya berupa anggukan, gelengan, atau sekedar senyuman. Tapi saya merasa sangat puas.