November 01, 2014

Yanase... Bicaralah !

Hari ini saya bertemu lagi dengan anak itu. Dia banyak berubah sekarang. Rambutnya lebih panjang dari sebelum dia meninggalkan tempat saya bekerja. Dia tumbuh dengan cepat, kira-kira 5cm lebih tinggi dari sebelumnya. Tapi dia tetap dengan sikapnya yang mengangumkan. Saya selalu mengawasinya. 

INTROVERT. Itu mungkin sebutan untuknya. Dia tidak banyak bicara, malah cenderung tidak suka berinteraksi. Dia pendiam mutlak. Saat melihatnya, saya berhasil menjadi pemerhati yang baik. Saya ingat, 6 bulan yang lalu saat dia masih menghabiskan 4-5 jam di tempat saya bekerja, saya selalu jadi orang pertama yang mengucapkan “helloo.. Selamat Sore”, atau sekedar menawarkannya untuk duduk. Kadang saya selalu berusaha berbicara dengannya, meskipun akan berakhir seperti berbicara sendiri karena jawabannya pasti hanya berupa anggukan, gelengan, atau sekedar senyuman. Tapi saya merasa sangat puas.



Pernah sekali saat saya pertama kali tertarik dengannya. Saya terheran kenapa dia tidak pernah mau bergabung dengan anak-anak yang lain malah terkesan menjauh dari mereka. Saat teman sekelasnya sedang asyik berkumpul sambil mengerjakan tugas, dia memilih memojok di ruang berlainan sambil membaca buku seadanya. Saat seisi ruangan penuh dengan perbincangan-perbincangan seusianya (biasanya waktu istirahat), dia lebih memilih memerhatikan ikan di Aquarium. Inilah waktu yang tepat untuk mengajaknya mengobrol, atau sekedar bertanya “kenapa tidak berkumpul dengan teman-teman lain?”. Tapi ingat dia sama sekali tidak mengalami keterbelakangan mental. Buktinya saja, dia bisa mengikuti semua mata pelajaran tanpa kesulitan. 

Sudah 5 bulan dia pindah ke cabang. Dan sudah lima bulan juga saya tidak pernah melihatnya lagi. Hari ini adalah pertama kali saya melihatnya lagi setelah 5 bulan. Dia tetap adik kecil saya. Dia yanase yang akan selalu saya kagumi dengan semua sikap introvert-nya. Dan Saya adalah orang yang akan selalu berusaha mengakrabkan diri dengannya. Yanase.. Saya ingin mendengar kamu bicara.

klik sumber gambar



Dia berbeda. tapi saya mengaguminya
@shintajulianaa 

No comments:

Post a Comment