December 27, 2014

10:26:00 AM 0

stop this pain ; I MISS U, Darl

“Jika teori jawa mengatakan witing tresno jalaran soko kulino. Maka kita adalah praktek yang tidak aku sadari.”
  ****

                Aku fikir, hatiku bisa dikemudikkan kemana aku mau. Aku fikir selama logika menyetujui itu tak akan pernah jadi perkara berarti. Dan selama ini, aku tidak ingin benar-benar menyukaimu. Karena bagiku, kamu hanya pelengkap dimana aku merasa sendiri. Tidak pernah lebih. Aku tak akan merindukanmu, kecuali jika aku sudah kehilangan lawan untuk bercerita. Kehilangan lawan untuk bermain games, atau ketika Gilang, Ardi, dan Derry sibuk dengan dunia-nya. Yang mungkin akan lebih berat jika mengikutsertakan aku bersama keasyikkkannya.

                Bagiku; kamu hanya teman jalan, teman nonton, teman ngobrol, tidak pernah lebih berarti dari pada teman-teman lelakiku. Bagiku; kita hanya label yang aku beli hanya agar mereka tidak lagi mencandaiku sebagai single atau lebih parah tuna asrama. Bagiku; hanya ada kamu dan hidupku, dan aku dengan kehidupanku. Tidak ada kita, tidak ada kehidupanmu. Bagiku; kamu hanya manekin.

December 26, 2014

Perkara Tinggal dan Tetap tinggal, tanpa pernah ada Pergi !



"Kalau lilin saja tidak mempermasalahkan kesetiannya untuk menerangi gelap sekalipun dia harus terbakar, kenapa aku harus mempersulit hati ku untuk berhenti mencintaimu hanya agar aku terhindar dari patah ?"

Klik Sumber Gambar

            Pahami; aku lebih akan patah saat aku tak berhasil menemukanmu di setiap pagi ku. Aku akan lebih sesak, saat wangi parfummu semakin menjauh dariku. Aku akan lebih gila, saat kamu tak mau tau lagi bagaimana aku. Sekalipun aku lebih tau, itu hanya jadi basa-basi semata. Tapi sekali lagi, semata-mata itu berharga hanya untuk meyakini hatiku, kamu masih di sampingku.

           Jadi, jangan coba-coba pergi. Jadi, jangan coba-coba melepaskan genggamanmu atau menghempaskan tanganku yang melingkar kuat di pinggulmu. Apalagi untuk alasan gila yang akan benar-benar akan membuatku gila.

December 25, 2014

The Missing !


Klik Sumber Gambar


Aku ingin bercerita lagi. Seperti lupa dengan jarak yang sudah terlampau tinggi.

Aku ingin bercerita lagi. Seperti dulu sebelum gengsi menghabisi.

Aku ingin bercerita lagi. Seperti kata penuh jenaka tanpa memikirkan kamu akan terlukai.

Aku ingin bercerita lagi. Seperti sepotong sore tanpa takut tak kan ku jumpai lagi.


-----------


ini bukan versi galau. cuma lagi dimainkan segerombolan ingatan. bisa dibilang terdorong karena denger lagu jadul.
sekali lagi ini bukan versi gegana ya. cuma lagi ngintip sedikit cerita yang dulu jadi alasan tinggal.
tapi tetap saja. semua berlalu dan pergi. tanpa ada kesempatan untuk memilih. 

tinggal atau pergi ? 

jika di beri pilihan apa yang hendak kau pilih, Teman ? 



@shintajuliana






December 23, 2014

Sketsa di Tengah Hujan

Siang ini Hujan turun lebat… Berusaha menenangkan setiap pasang yang sedang berdebat hebat. Menjadi Soundtrack yang setiap irama berhasil menyentuh hati hingga lekat. tapi sayang, dinginnya lebih mendominasi, menjadi Pawang hati yang siap mati. 


Kamu yang ingin selalu menang.
Meletakkan banyak alasan untuk di benarkan dalam perang.
Bagiku kamu semakin terlihat seperti pecundang.
Meneriaki dia yang menurutmu pantas kau tendang.
Lalu tertawa sambil bertolak pinggang.
…..

Saya hanya orang ketiga diantara sapaan setiap cerita.
Mencoba jadi penengah nyatanya saya tetap berat sebelah.


Saya benci pertengkaran. Apalagi sampai melibatkan sebuah tamparan.
Saya benci teriakan. Apalagi sampai berisi umpatan.


Klik sumber gambar



#nomention
@shintajuliana


December 22, 2014

Mimpi Besar ( Teruntuk ayah dan Ibu "selamat hari Ibu'')


Bismillah...

Malam ini saya mengikuti seminar super dengan tema "hidup itu pilihan" dibawakan oleh perempuan super. Saya bener2 berkaca-kaca, apalagi pas tiba di slide ke empat dengan poin :

"Seberapa pentingkah kebahagian orang-orang yang kalian sayang?"

Klik sumber gambar


Saya hampir tak bisa bernafas, saat menyadari saya belum bisa berbuat apa-apa untuk kedua orang tua. Sementara itu, saya masih terus berkutat dengan kebahagiaan saya sendiri. Mengabaikan kehidupan dan kebahagian mereka. Ya allah, betapa lamanya, saya sudah menutup mata. Mengedepankan ego dengan dalih "orang tua akan bahagia jika aku bahagia."


December 06, 2014

YU KERJA PINTAR !!!

Assalamualaikum...

Pengen bagi-bagi pengalaman ni. Saya sekarang bergabung di d'Bc Network sebagai Consultant Oriflame. Alhamdulillah, dapat satu lagi keranjang. Alhamdulillah dapet banyak banget nilai positifnya. Selain mendapat tambahan pemasukkan, Saya pun mendapat banyak teman baru yang terus mensupport saya untuk maju. Memang, berkumpul dalam satu jaringan positif insya allah banyak manfaatnya.

Jadi tak heran, akhir-akhir ini saya jadi facebooker. Sering memadati beranda dengan postingan-postingan, ya sebut saja iklan. Bagi yang terganggu dengan postingan saya, silahkan unfollow atau delete pertemanan. Karena di pekerjaan baru saya, mengharuskan pandai berkomunikasi salah satunya memanfaatkan facebook sebagai lahan pasar untuk mencari konsumen dan downline.

Ekhem... saya berhasil menemukan kegiatan baru. Alhasil, saya sibuk lagi. Yess !

klik sumber gambar


December 04, 2014

11:39:00 AM 0

Berhenti Menyalahkan Diri, Aku Muak untuk Memuji

klik sumber gambar




“Kamu sibuk mencari. Tanpa sadar, kamu akhirnya berlari. setahuku kamu akan tersesat lagi. Mungkin kamu hanya perlu berjalan sambil meneliti.”

“Terlihat berlari, nyatanya aku hanya sedang menikmati. Waktu yang bergeming tanpa aku takuti. Aku hanya menyibukkan diri. Bukan berlari.”

“Sayangnya kamu terlihat mati. Hidup hanya dengan sendiri yang katanya engkau cintai. Sayang aku terlalu menyadari. Sendirimu tak pernah engkau ingini.”

“Apa yang ingin kau ketahui ? kesengasaraanku yang tak pernah berhasil pergi ? lalu engkau rayakan kemenangmu dengan party-party.  Bersorak mencandaiku yang berhasil engkau lukai ?”

“Sedalam itukan aku kau benci ? aku tak pernah ingin memaki.”

“Hidupku perihal aku. Sekalipun aku berlari, itu tak akan menautkanmu lagi. berhenti bersandiwara hanya untuk membela diri. aku terlalu muak untuk pura-pura mengerti."



sajak monolog.
berhenti menyalahkan diri.
aku muak untuk memuji.
@shintajulianaa