December 22, 2014

Mimpi Besar ( Teruntuk ayah dan Ibu "selamat hari Ibu'')


Bismillah...

Malam ini saya mengikuti seminar super dengan tema "hidup itu pilihan" dibawakan oleh perempuan super. Saya bener2 berkaca-kaca, apalagi pas tiba di slide ke empat dengan poin :

"Seberapa pentingkah kebahagian orang-orang yang kalian sayang?"

Klik sumber gambar


Saya hampir tak bisa bernafas, saat menyadari saya belum bisa berbuat apa-apa untuk kedua orang tua. Sementara itu, saya masih terus berkutat dengan kebahagiaan saya sendiri. Mengabaikan kehidupan dan kebahagian mereka. Ya allah, betapa lamanya, saya sudah menutup mata. Mengedepankan ego dengan dalih "orang tua akan bahagia jika aku bahagia."




Malam ini saya benar2 terdobrak hatinya. Betapa sedihnya saya langsung menelpon keluarga di rumah yang letaknya jauh dari tempat saya berada. Lagi-lagi saya ingin menutup telinga saat bapak saya meyakinkan "teu nanaon, neneng sing jongjong bae di jakarta." Lalu apa kabar dengan kebahagiaan mereka.

Saya ingat terakhir saya melihat bapak saya, sekitar 2 bulan lalu. Dia jauh lebih kurus daripada 3 tahun lalu. Uban hampir menutupi seluruh rambut hitamnya. Tidak,, bapak sudah semakin menua. Terlebih kabar terakhir yang saya dengar, bapak kena diabetes. Dan saya masih belum berbuat apa-apa.

Ya allah, ampuni saya.

Saya tidak ingin terus-terusan seperti ini. Apa jadinya saya, jika saya kehilangan kesempatan untuk membuat mereka bangga. Apa jadinya saya, jika sudah tidak ada lagi waktu untuk membahagiakan lagi mereka.

Ya allah,,, saya ingin bermimpi.

Bersama langkah pertama saya terjun mencoba peruntungan di dunia bisnis. Belajar, kerja, kerja, dan kerja. Saya harus bisa membeli kebahagiaan untuk kedua orang tua saya. Saya ingin mereka memiliki kehidupan lebih baik di masa tua nya. Saya ingin bapak tak perlu lagi berfikir untuk membeli nasi serta lauk pauknya. Ya allah,.. izinkan saya bermimpi dan ridhailah jalan untuk meraihnya.

2015 tinggal menghitung hari.
2011-2012-2013-2014.

Cukup di tahun itu saya mengedepankan ego saya. Membeli bahagia untuk saya sendiri dan berharap merekapun bahagia walau sekedar hanya melihat saya berkecukupan.

2015. Izinkan saya mencukupi kebutuhan orang tua saya. Mewujudkan mimpi-mimpi kecil mereka.

Ya allah... mereka benar-benar penting bagi saya. Sekalipun sering saya mengesampingkan mereka. Sering saya menutup mata, menutup telinga, dan berusaha percaya mereka akan selalu berkecukupan tanpa perlu saya bantu.

Tidaaaak. Cukup shintaa. Cukup.

Keegoisan yang sungguh kekanak-kanakkan. Lepaskan mimpi-mimpi yang hanya ingin dibangun demi nama keren sebagai orang sukses. Bukan sukses namanya jika tak menyandingkan mereka di setiap langkah, mengedepankan kebahagiaan juga tawa penuh haru mereka.

Saya tahu. Tidak ada yang tidak mungkin, tapi ketidakmungkinan untuk menjadi mungkin butuh usaha dan kerja keras untuk menakhlukkannya. Bismillah, saya ingin kerja keras. Saya ingin menebus masa tua kedua orang tua saya dengan penuh kebahagiaan. Saya siap menebus itu dengan keringat saya. Saya siap ya allah.

Semoga Allah meletakkan saya kepada barisan terkokoh dalam setiap medan perang. Melapisi tekad saya dengan baja terbaik. Memfokuskan hati, pikiran saya untuk satu tujuan. Ya masadepan yang lebih baik, untuk saya, untuk orang tua saya, dan tabungan untuk masadepan anak-anak saya (nanti).

Amiin yra.

doa kecil untuk mereka.
selamat hari ibu mamah :)
@shintajuliana 



No comments:

Post a Comment