December 26, 2014

Perkara Tinggal dan Tetap tinggal, tanpa pernah ada Pergi !



"Kalau lilin saja tidak mempermasalahkan kesetiannya untuk menerangi gelap sekalipun dia harus terbakar, kenapa aku harus mempersulit hati ku untuk berhenti mencintaimu hanya agar aku terhindar dari patah ?"

Klik Sumber Gambar

            Pahami; aku lebih akan patah saat aku tak berhasil menemukanmu di setiap pagi ku. Aku akan lebih sesak, saat wangi parfummu semakin menjauh dariku. Aku akan lebih gila, saat kamu tak mau tau lagi bagaimana aku. Sekalipun aku lebih tau, itu hanya jadi basa-basi semata. Tapi sekali lagi, semata-mata itu berharga hanya untuk meyakini hatiku, kamu masih di sampingku.

           Jadi, jangan coba-coba pergi. Jadi, jangan coba-coba melepaskan genggamanmu atau menghempaskan tanganku yang melingkar kuat di pinggulmu. Apalagi untuk alasan gila yang akan benar-benar akan membuatku gila.


           Jika kamu lelah menggenggamku, aku bersedia menggenggammu erat. Seerat dan sebisa mungkin sampai tak ku biarkan siapapun merebutmu. Bila akhirnya kamu membenciku karena merasa tercekik karena ke egoisanku ? Aku tak akan patah karena itu. Asal selama kamu melakukkan itu, kamu tetap berada di sampingku.

Aku bersedia patah jika untuk menemanimu. Bahkan aku akan mematahkan keseluruhan yang aku miliki jika di perlukan untuk modal menemanimu sepanjang waktu.
Aku bersedia tuli jika untuk selalu mendengarkan segala teriakanmu yang tak kuat lagi berada di sampingku.
Aku bersedia buta jika untuk melihatmu tak menginginkan lagi adanya aku di hidupmu.
Aku bersedia gila jika untuk tak menyadari kamu mencintai perempuan lain.
Aku bersedia mati jika untuk bersamamu.

          Ini gila. Itu katamu. Kamu merasa gila karena terkungkung bersamaku. Dan aku gila karena selalu menutupi alasan kepatahanku. Kamu bilang melepaskanmu adalah kado terbaik dari ku. Tapi bagiku melepaskanmu adalah awal dari kegilaanku yang lebih lagi. Kenapa ? Aku tak bisa membiarkanmu bahagia jika harus lepas dari ku. Kenapa ? Aku menyakitimu ? Biar. Biar sama-sama saling tersakiti. Dengan begitu kita bisa saling bersama sekalipun hanya untuk melukai. Itu lebih baik dari pada aku membiarkanmu pergi. Lantas kamu bahagia sementara aku mati sendiri. Lantas kamu pergi sementara aku tetap merasa terlukai.

Jangan salahkan aku.
Jangan salahkan cintaku yang membodohi.
Jangan salahkan cinta besarku.

         Kamu yang memulainya. Aku hanya menjalaninya hingga tak pernah ku temui ujung. Aku hanya bermain peran. Hanya saja peranku sebagai wanita yang mencanduimu, Gagah. Bila akhirnya kamu tak menginginkanku, itu perkaramu. Bila akhirnya ini menjadi sulit, itu masalahmu. Yang tak mau lagi memahami ku.

         Ingat... 3 tahun lalu kamu memulainya. Memberi perhatian, menatapku lekat-lekat, memperlakukkanku manja, menjadikan aku satu-satunya bahagiamu, menjadikan aku ladang untukmu berbagi. Jika akhirnya berlainan dan berubah. Itu bukan perkaraku. Mungkin kamu sedang melihatku dari sudut lain atau mungkin aku sudah membuatmu jenuh ?

         Aku tidak pernah berubah. Aku tetap wanita yang selalu menginginkanmu, selalu. Ingat selalu. Aku tidak pernah berubah. Aku masih selalu memberimu perhatian sekalipun kamu lebih sering mengabaikan. Aku tetap menemanimu setia sekalipun kamu lebih sering mengasingkan. Aku tetap akan disisimu, mencintaimu sekalipun kamu sudah tak lagi menginginkan. Aku tak akan berubah.

Bagaimana rasanya ?
Merasa beruntungkah dicintai wanita sepertiku ?
Atau merasa sangat-sangat malang ?
 
         Sekali lagi aku tak peduli. Aku mati rasa. Kamu sudah terlalu sering menyakiti hingga berkaca-kaca bahkan tumpah air mata. Tersakiti sudah jadi perkara biasa.

Aku ingin kamu di sisiku, selamanya tanpa tapi.
Aku ingin mencintaimu, selamanya tanpa mati.

Jika kamu berfikir aku gila. Ini belum seberapa jika aku benar-benar kehilanganmu.

         Sekali lagi pahami.
         Aku tetap akan di sampingmu sekalipun kamu tak pernah mau melihat. Aku akan berbicara dan selalu memberikan perhatian terbaikku sekalipun kamu tak sudi mendengar. Aku akan di sisimu, selamanya. Sekalipun kamu tak meminta. Aku akan tetap menyimpanmu di ruang hati paling dalam dan ruang paling besar. Sekalipun mungkin aku sudah tidak lagi memiliki secuil apapun dari yang kamu punya.

Jika aku membunuh diriku dengan gila karena ini.
Aku akan membiarkannya sampai benar-benar mati.
Jika aku turut membunuhmu dengan perkara ini.
Aku akan tetap melakukannya sampai kita sama-sama mati.



untuk mawar. 
cintanya yang sudah tertanam hingga mati.
karena baginya cinta hanya perkara tinggal dan tetap tinggal.
tanpa pernah berhenti apalagi pergi.
@shintajuliana 





No comments:

Post a Comment