December 25, 2015

11:51:00 AM 0

Hujan Bulan Desember


Dimulai dari Hujan Januari lalu.....
&
Berakhir...
di... [sini]

Klik sumber gambar

barangkali hidup adalah doa yang panjang, dan sunyi adalah minuman keras. ia merasa Tuhan sedang memandangnya dengan curiga; ia pun bergegas.” 
― Sapardi Djoko DamonoHujan Bulan Juni


Hujan Bulan Desember. Ini mungkin akan menjadi catatan terakhir tentang cinta di tahun 2015. Ku harap ini memang yang terakhir. Entah bicara cinta atau apa, bagiku semua sama sekarang. Tidak ada beda. Aku sudah lupa bagaimana rasanya cinta, atau memang aku terlalu menenggelamkan diri untuk lebih mencintai diriku sendiri ?

Hujan Bulan Desember. Bisa saja ini  menjadi catatan rindu terakhirku di tahun 2015. Bersama hujan Desember yang kubiarkan menggali semua kenangan lama yang mulanya aku kubur dan tak pernah ingin aku sentuh lagi. Cinta atau rindu, semua nampak sama. Aku tak begitu lagi mengenali keduanya. Selain bahagia ya aku tertawa, atau selain bersedih lalu kemudian aku menitikkan air mata. Sisanya… Aku biarkan mengalir begitu saja. Seperti air hujan desember ini.

December 19, 2015

Perbincangan Desember 2015 tentang Resolusi 2016

Desember 2015. Menginjak pertengahan Desember menjadi alarm tersendiri untuk saya pribadi. Desember yang tinggal tersisa beberapa hari, melampirkan banyak list target yang masih mengantung untuk segera di raih. Januari 2016, benar-benar cambuk keras untuk setiap usaha yang masih gini-gini aja.

Tadi siang saya dan teman saya terlibat obrolan panjang tentang persiapan masadepan. Masa depan dengan segala kemungkinan buruk, juga dana kehidupan yang tak akan mudah apalagi murah. Me-review kembali tentang masa kerja yang panjang dengan apa yang sudah dihasilkan, ini benar-benar menjadi cambuk keras. Kemana perginya semua rupiah yang dihasilkan tidak hanya dengan senyum palsu itu ? Tidak hanya cukup dengan menggadaikan satu menit setiap harinya. Bahkan lebih dari itu. 

Obrolan panjang itu mengarah juga ke perencanaan anggaran di tahun 2016. Tentang daftar-daftar hal yang akan membutuhkan banyak dana ( lagi ) juga segala kemungkinan yang bisa saja tidak terdaftar tapi membutuhkan dana banyak.

Sia-sia. Tidak berbekas. Tidak ada hasil investasi dari dana penghasilan selama ini. Yang ada, semua barang yang hanya memiliki daya jual rongsok. Otak saya berfikir keras. Hidup memang tidak pernah murah. Segala kemungkinan buruk tidak pernah mau memberi jarak toleransi.

Simpulan dari nasehat panjang lebar dari teman dan tante saya sepanjang bulan Desember adalah : Stop Budaya Konsumtif.



________________________________________________________________________________

Budaya konsumtif adalah kebiasaan dimana kita membelanjakan uang tanpa pemikiran rasional, tanpa didasari kebutuhan, semua dilakukan hanya untuk menyokong gaya hidup.


December 14, 2015

12:19:00 PM 0

TAHAP-TAHAP MENIKAHI ANAK GADIS !

Nikah. Menikah. Jodoh. Pembahasan yang sudah menjadi hal yang asyik diperbincangkan untuk mereka yang sudah menginjak usia diatas 22 tahun. Galau karena penasaran tentang “Siapasih jodoh kita” atau galau karena “modal nikah” yang diluar dugaan, sering menjadi perbincangan mereka di kalangan anak muda masa kini.  

Untuk sebagian kaum pria yang sudah memiliki kandidat calon istri masa depan dan siap untuk membawanya ke jenjang yang lebih serius otomatis harus melewati hal sakral yang disebut Pernikahan. Nah, apa aja sih tahap-tahapnya...

Simak yu,

#TAHAPTAHAPNIKAH #VERSI #SHINTADUTULITY ( Bukan Versi On The Spot Yaaaa )

1.       Perkenalan pribadi masing-masing

Tahap ini mungkin bisa dibilang tahap pedekate dalam istilah anak-anak muda. Tahap dimana apabila seseorang memang berniat menjadikannya kandidat calon pendamping masa depan, otomatis harus saling terbuka satu sama lain. Jadi kalo kamu-kamu baik lelaki dan perempuan yang sudah ada niatan ke jenjang serius, diwajibkan untuk saling terbuka. Beda ya sama sebagian anak muda yang pdktnya karena niat pacaran, mungkin mereka akan adu gengsi. Menutupi kekurangannya sebisa mungkin, dan menonjolkan segala hal yang baik-baik agar dinilai oke. Bahkan tak jarang juga, mereka yang pdkt karena niat macarin itu berusaha menjadi sosok yang didambakan objeknya, padahal si jauh banget dari istilah be your self.

Yang ingin saya kupas disini adalah pdkt yang lebih matang. Pdkt yang lebih serius ketimbang hanya ingin mendapatkan pujian atau sanjungan dari gebetan.

November 24, 2015

11:37:00 AM 2

Random Chatting.....

“Aku gak nyangka bakal dikenalin secepat ini. Keluarganya welcome banget. Bahkan ibunya cerita banyak. Aku gak nyangka. Aku masih sulit percaya kalo emang jodohnya aku adalah Dia”.
 “Kemarin Dia datang. Dia minta suruh bikini kue sus. Tapi sayang flanya gosong. Huhuhu… Tapi untung ada coklat pasta. So far so good lah, Buktinya dia makan sampe abis. Udah gitu, kita sholat magrib bareng. Dia bacain surat Ar-Rahman. Minggu kemarin, kita bahas ini. Surat pengantar Ta’aruf”.
“kayaknya enggak sebanding deh, kue sus gosong hadiahnya Ar-Rahman.”
***

Kira-kira itu penggalan cerita tadi malam. Cerita dari sahabat dekat saya, yang semoga hatinya tetap dijaga dalam kebaikkanNya. Tidak dapat dipungkiri, atau tidak dapat pula tergambarkan. Seorang wanita memang hanya butuh diperlakukan “special” meski memang wanita tetap makhlukNya yang penuh kekurangan.

Kadang Lelaki Lupa, bahwa “Special” tidak harus melulu tentang “Price Tag” tidak harus melulu tentang “pujian”. Mereka lupa, bahwa justru perlakuan yang dari hati yang tulus akan jauh lebih terasa istimewanya.

Mungkin bagi seseorang wanita yang meletakkan kehormatannya pada “Price Tag” akan menganggap perlakuan diatas biasa aja. Nothing special. Saya tidak akan berbicara tentang “Matrealistis”, Karena nyatanya setiap pribadi meletakkan prioritas berbeda dalam jajaran hidupnya.

 Ada wanita yang meletakkan kehormatannya pada barang-barang branded, pada pujian dari mulut ke mulut, ada juga yang meletakkan kehormatannya pada apa yang keluar dari dirinya ( innerbeauty).

November 18, 2015

12:07:00 PM 0

( RE-VIEW ) #BandungdiMataku

Bandung…

Bandung tak pernah berhenti memikat hati. Bandung tak pernah berhenti membuat saya ingin selalu menemuinya. Bandung, Cintaku tlah tertambat mati untukmuu.. eaaa….

Dear Bandung…
Kota seribu kisah dimata pecinta sastra,
Kota seribu karya dimata pecinta seni,
Kota seribu kenangan dimata kita,
.
.

PENIKMAT MASALALU.

Gak enak ujungnya~~
____________________________________


Segitu aja deh intronya. Lagi males ngomong manis. Ini mungkin akan berakhir jadi draft lagi kalo-kalo dipertengahan tulisan, tiba-tiba ide buyar lalu stuck. Iya, tulisan ini sebenernya uda bersemayam lebih dari dua tahun lalu. Beberapa kalimat sempat keluar, tapi cuma berakhir jadi DRAFT. Bingung mulai darimana, karena kalo ngomongin tentang kota ini, agak sensitive banget pastinya. Atau Cuma perasaan saya saja ? ( ah.. mungkin Cuma perasaan dek shinta saja) OKE SIPPP ! ! !

Bandung ! ! Kota romantis yang mampu menciptakan kenangan manis. Iya manis kalo misal disambangin sama pacar, atau orang special. Kota seribu tawa yang mampu melupakan duka kalo dinikmati bareng sama kawan. Kota nyaman yang mampu menghilangkan lelah kalo dinikmati bareng keluarga. Komplit kan ? ?

Iya itu Bandung kita, Bandung Kami. Bandung milik Kami. Beserta seribu satu kisah kasih didalamnya. Kasak-kusuk di hatinya. Haha...  Bahasanya udah kaya yang tinggal disana aja. Padahal kesana palingan 2 kali dalam setahun. Tapi jujur, Bandung emang punya sejuta pesona. Selain menawarkan berbagai tempat wisata yang keren, tapi juga menghindangkan jajanan yang tak kalah enak. Letaknya yang dikelilingi pegunungan, membuat udara disana seger banget. Cocok buat kalian yang berniat relax sejenak dari rutinitas sehari-hari yang gitu-gitu aja.

November 12, 2015

10:27:00 AM 0

[RE-VIEW] Bali Ratih ! !

Morning good people...
( Nyapa ala-ala host NET TV )

Pagi ini mau ngposting ala-ala ( ala siapa ya ? ) yang jelas bukan yang biasa saya post di shinta's room. Kali ini berbeda dari biasa. Bukan tentang cinta, galau, gelisah, sedih atau kata-kata puitis. Bukan juga postingan motivasi. Kali ini saya mau NGe-REVIEW Produk BALI RATIH.



By the way udah tau belum si apa itu PRODUK BALI RATIH gaes ? ?

Mungkin ada yang udah tau dan familiar banget sama produk ini, atau ada juga yang mungkin baru banget denger nama BALI RATIH.


Whatever, yang jelas kalian perlu banget tahu tentang produk ini. Simak dulu yu...

BALI RATIH adalah

"Paket Perawatan tubuh yang dibuat dari bahan-bahan alami berkualitas dan terkenal khasiatnya, yang diolah dengan teknologi modern yang bersih dan higienis."

Kenapa dibilang ALAMI dan BERKUALITAS ?

Karena didalam bali ratih itu sendiri terdapat bahan-bahan tradisional pilihan dengan kandungan extract dari sari buah dan tumbu-tumbuhan yang sudah terdaftar di DepKes RI dan BPOM. Jadi udah pasti aman karena kelegalannya.


Buat sekedar info ni ya gaes, Bali Ratih itu sendiri sudah diekspor ke beberapa negara diantaranya Korea Selatan, Jepang, Malaysia dan lain-lain.

Hmmm... Menarik kan gaes.


November 05, 2015

11:01:00 AM 2

Persahabatan Versi KAMI !

SAHABAT BAGI SAYA...
.
.
.
.
.
MEREKA YANG MEMAKSA SAYA  LEBIH BAIK !



     Coba perhatikan percakapan berikut,

Ketika menginjak usia kesebelasan.

Ana : Gue sebel sama si Ino. Masa dia genit-genit gitu.
Ani  : Iyaa ih, nyebelin banget. Gue juga sebel ngeliat gayanya yang sok kecapepan.

( Sahabat adalah Mereka yang sejalan sama kita. Mau salah mau bener, sing penting kebersamaannya. Si Ana gak suka si Ino, Si Ani pun harus gak suka sama si Ino. Masalah si Ana jadi masalah si Ani. Itu persahabatan versi anak usia kesebelasan.)


Ana : (Pesen tas, sepatu kembaran, biar dibilang sehati. biar lebih dikenal. Urusan hati beneran gimana entar, yang penting keren dulu).
Ani  : ( Ih, padahal gue gak suka sepatunya feminim banget. Kurang keren).
Anti : ( Si Ana ngatur-ngatur mulu si. Bete deh.)
Ana + Ani + Anti : ( Fake Smile )
.
.
.
Other : OH ITU GENK KACAPIRIT YANG SUKA NONGKRONG DI WARUNG BABEH DI POJOKAN SONO.

October 24, 2015

Complicated Feeling ( Heart's Journey 3 )

Aku menyukai separuh diriku karena berhasil membuatmu tertawa. Separuhnya lagi aku jaga, agar tak membuat kamu kecewa sampai pecah duka lara. Biar saja akan kutunjukkan  bersama waktu yang terus mengikat kita. Bahwa aku tak lebih pantas dari mereka yang sempat kau puja. Apalagi lebih baik. Aku masih jauh dari kata cukup.

Kita memang berbeda. Bukan hanya tentang prioritas diri. Lebih banyak lagi ternyata. Aku baru menyadari, justru saat perasaan cinta sudah aku tata sedemikian rupa. Hingga tidak ada tempat untuk orang ketiga.

Aku khilaf. Mencintaimu hingga sejauh bahkan sedalam ini. Sedang diriku tak bisa menyentuh dunia atau sempitnya hanya cara pemikiranmu. Aku khilaf. Meneruskan rasa yang sudah kuduga hanya akan sia-sia. Kita tak bisa. Kamu tak pernah bisa. Dan aku tak akan pernah mampu.

-----------------------------------------------------------------------------


Klik Sumber Gambar
"You love him?"
"Would you marry him?"
"Love is not enough for a wedding."That they said that he had tasted the bitter sweetness of life.


@shintadutulity 




September 14, 2015

10:03:00 AM 2

You are nothing !

Aku sudah terbiasa bersembunyi dalam kecewa. Kuanggap biasa semua yang hampir menyakiti malah harusnya aku menangis tanpa berniat tertawa. Tapi bagiku kini, apapun biarlah terjadi bagaimana adanya. Aku tak lebih dari mengetahuinya. Tak berniat untuk merasa lalu meratapi dengan air mata. Aku hanya mencukupkan diriku untuk tau adanya. Bagiku tentangmu tak lebih besar dari masa kemarin. Tak kan pernah ada esok yang ku janjikan. Tak pernah ada nanti yang aku titipkan. Jangan hawatir, aku sudah terbiasa. Malah justru lebih kacaupun aku pernah merasa. Kali ini, ulahmu tak memberi efek apa-apa. Aku tetap bisa seperti biasa, tertawa tanpa di reka-reka. Dan bahagia tanpa merasa kamu tak ada.

klik sumber gambar

--------------------------------------------------------
Everybody knew you're a liarEverybody knew you're a playerEverybody knew you're never seriousRisk your love at meAnd i tell you once again baby---------------------------------------------


@shintadutulityumtuk kamu yang gagal menyakiti



September 12, 2015

Heart Journey On Saturday


I would rather hurt myself
Than to ever make you cry
There's nothing left to say but good-bye
You deserve the chance at the kind of love
I'm not sure I'm worthy of
(good bye - air supply )

   ( Lagu yang belakang jadi playlist rutin setiap pagi, siang dan malam. )

_______________________________________________________________________
_______________________________________________________________________


 Aku sedang tak mau banyak bicara. Entah aku kehilangan selera. Mengenai apapun. Aku sedang tak suka becanda. Aku sedang tak suka banyak bicara. Aku ingin diam saja. diamkan saja, aku. Memang aku sedang ingin menikmati sunyi. Sampai merasa benar-benar sendiri. Lalu terjerambab dalam sepi. Yang dulu aku benci karena sepi berhasil menemukanmu. Meskipun kamu sedang asyik di kota berbeda. Aku selalu berhasil menemukanmu. Dan aku tak suka. Tak pernah suka. 
Sekarang aku termakan lagi sepi. Tapi sunyi tak berhasil mengundangmu kembali. Diam tak berhasil membuatmu bicara. Kamu pergi terlalu jauh, atau rasaku yang sudah tak mampu.
Aku rindu. Hingga malam kubiarkan mengoyak semua memori tua. Aku rindu. Hingga mata kubiarkan terjaga begitu saja. Tapi kali ini aneh. Tidak seperti rindu yang bertahun-tahun belakang liar membuat sesak dada. Kali ini lebih lembut. Menyentuh malam. Menggetarkan bibir. Memaparkan doa. Untukmu. 
Aku tak tau apa rasa yang sedang berusaha aku sirnakan. Atau bisa saja aku pertahankan. Yang ku tau, aku tak begitu suka lagi mengingatmu. Aku tak begitu mudah lagi menemukan suaramu. Kamu menghilang. Tapi doa kebaikanmu tetap aku inginkan. Meski aku sudah tak ingin jadi yang engkau inginkan. Aku sudah cukup bahagia, menyediakan waktu malam untuk mendoakanmu. Menjadi wanita yang sepenuhnya ingin melihatmu tersenyum, bahagia. Dengan siapapun atau apapun yang membuatmu bahagia. Aku tak peduli. Asal kamu bahagia, cukup !
Klik Sumber Gambar

And I hope you find it,
What you're looking for
And I hope it's everything you dreamed your life could be
And so much more

And I hope you're happy, wherever you are
( I Hope You're Happy - Miley Cyrus )


__________________________________________________

__________________________________________________

Untuk Hati yang paling mulia.
ketika menjadi pecinta yang tak tau mau apa.
kecuali satu bahagianya yang menjadi tujuan nyata.

@shintadutulity








"Dari hatinya, aku bicara…" 12sept2015 (13:50)



Klik Sumber Gambar


"Dari hatinya, aku bicara…" 12sept2015 (13:50)

          Kita adalah satu. 
          Aku harap ini bukan hanya menurutku. Bukan hanya keyakinanku. Bukan hanya tentang penglihatan mereka saat kita bersama. Aku harap kita benar-benar satu. Sebut saja gagah. Lelaki jawa yang dengan gagah menyentil hidupku yang belakang hampa. Lelaki yang tau tatakrama yang dengan lembut mengajarkanku untuk berdiri lagi, saat sedang jatuh-jatuhnya. Aku fikir, aku hanya sedang terpesona. Kehadirannya yang tanpa sengaja membuatku enggan mengakui adanya. Kehadirannya yang pelan-pelan tak pernah luput dari lingkaran hidupku dalam keadaan susah maupun senang membuatku bergantung padanya. Dia Gagahku, yang benar-benar gagah memapahku. Menuntunku, menunjukkan arah rumah ternyaman untuk kami berdua. 

         Pelan-pelan aku menganggapnya lain, terlebih saat diapun mengutarakan hasrat untuk bersamaku slalu. Taukah, waktu seakan berhenti saat mengetahui Gagahku tersenyum karena ulahku. Taukah, betapa tenangnya aku saat bersandar dibahunya ?

        Selang waktu berlalu. Dan aku sadar, itupun sudah tak berlaku. Gagahku bukan lagi untukku. Aku sudah tak mau tahu apa yang menyebabkan dia pergi, karena nyatanya dia memang sudah tak lagi disini, menyemangati. Aku sudah tak mau ingat lagi cekcok ringan sampai hebat pada malam itu, yang ku tau dia pernah benar-benar tinggal disini. Melakukkannya dengan baik, pecinta yang sangat sempurna. Aku sedang tak ingin mengingat luka, apapun bekas pergimu. Sudah cukup aku menangis meski tanpa air mata. Sudah cukup aku mengecam meski dengan penuh cinta. Aku terlalu bahagia, hingga pergimu benar-benar hampir membuatku gila. Sudah, aku biarkan setahun membawa luka. Biarkan putih dinding menjadi teman setia. Biarkan malam mengais kasih yang sudah tak lagi setia. Aku ijinkan dia pergi. Apapun sebabnya, aku sudah tak ingin ambil hati. Bagiku baik dan buruk, sebabnya tetap mengundang air mata. Aku tak lagi mau tahu apapun dan bagaimanapun cara ia lupa, karena untukku tentang pergimu tak pernah membuatku tertawa.

September 11, 2015

12:22:00 PM 0

Pentingnya Etika

Belakangan ini saya sering menemukan beberapa orang yang becandaannya diluar batas. Atau mungkin kedekatan membuat sebuah etika kesopanan hilang. Contohnya masalah hidup yang jadi bawan becandaan, nagih hutang di sosmed, terus gak ada lagi istilah jaga perasaan orang. Semua dibuat wajar. Saya terheran, saya yang memang kurang bergaul atau terlalu sensitive terhadap situasi di sekitar.  Sekalipun kejadian ini bukan dialami diri saya pribadi, tapi saya merasa sangat unrespect terhadap orang-orang yang sama sekali menurut saya tidak tahu sopan santun.

Ibarat penampilan, tatakrama adalah pakaian kita. Yang dimana jika pakaian kita tertutup, sopan, maka orangpun akan segan berbuat usil terhadap kita, tapi jika penampilan kita urakan, selengean, makan orangpun akan dengan mudah mencemoohkan kita. begitupun dengan tatakrama, semakin kita menjaga sikap, tau batas mana yang boleh dan tidak, tau mana daerah privasi oranglain dan mana daerah umum, tau bagaimana harus bertindak dan bersikap, tau dan mengerti betul batas-batas dalam pergaulan, baik gerak fisik maupun psikisnya, baik lisannya maupun tulisannya. Maka oranglain pun akan segan terhadap kita, menghormati kita, menghargai kita, dan akan berusaha berkomunikasi dengan kitapun dalam bahasa yang baik. Gak mau kan kalo tiba-tiba di ajak ngobrol terus gaya ngobrolnya kayak kenek di terminal ? Gak mau kan di deketin orang terus gaya ngedeketinnya kayak ngedeketin anak malam yang doyan nongkrong di Club ?

Ingat ya gaess, kualitas diri kita adalah urusan kita. berpandai-pandailah dalam hal ini. Karena kualitas diri kita, menentukan bagaimana orang lain akan bersikap (bukan tentang status social).

Ini bukan tentang status sosial seseorang, ini adalah tentang bagaimana seseorang itu pandai mengenakan cover. agar terlihat mewah, menarik, sekalipun mungkin dalamnya dekil atau kusam.

Pertama, saya juga bukan orang berpendidikan tinggi. Saya juga lahir dari keluarga yang penuh dengan kesederhanaan. Tapi sejak kecil, kedua orang tua saya mengajarkan lengket tentang bagaimana harus bersikap. Mengajarkan dengan detailnya batas-batas mana yang boleh dan mana yang tidak boleh. Apa kebebasan membuat merekapun bebas bertindak apa saja sekalipun diluar zona haknya ? Apa dalih be your self membuat mereka ogah-ogahan jaga image dan cenderung tidak lagi mementingkan tatakrama ? entah saya tidak begitu faham. Mungkin Jakarta menjadi lingkuran sebab di mana kebebasan menjadi dalih tatakrama pudar.



August 29, 2015

ANAK RANTAU VS HARGA KOST

Selamat pagi bloggers J

Sebenernya sudah dari jauh-jauh hari pengen banget bahas ini. Suka dukanya anak rantau dengan harga kostan yang setiap tahunnya mengalami kenaikan. Well, saya juga masih dalam tahap shock therapy akibat kenaikan harga kost yang melejit mulai pembayaran September nanti. Sementara ya readers, perusahaan baru akan mengalami kenaikan pertahun setiap bulan Februari. And you know lah simpulannya berarti harus pangkas dana sana-sini buat nombokin budget kostan yang nambah.

Klik Sumber Gambar

A : "Kostan gue naik ni."
B: "gue juga, naek 200rb"
A: "gaji mah belum naik"
B: "Belum tentu juga gaji naeknya 200rb-an"
A & B : "-____________-"

Ng-KOST !

Anak rantau pasti akrab banget sama nama ini. Iya semacam bangunan pengganti rumah yang diusahakan senyaman rumah juga. Meskipun nyatanya mustahil banget. Rumah tetap akan jadi tempat pulang ternyaman. Tapi ya buat kita yang berada jauh dari rumah dan dituntut bertahan dalam suatu kota yang gak ada family,  ya alternatifnya pasti ngkost. Mungkin buat yang punya family dan pengen hidup “bebas” pasti akan lebih memilih ngkost ketimbang numpang dirumah sodara. Bebas yang dimaksud bukan hal-hal aneh ya, tapi bebas yang saya maksud adalah bebas ketika kamu lagi males ngerjain kerjaan rumah dan milih leyeh-leyeh tanpa harus ada rasa gak enak karena hal itu. Taulah gimana bebannya tinggal sama sodara. Saya dulu pernah ngalamin ya, dan cuma bertahan sekitar satu minggu. Bukan karena diusir atau tidak diinginkan ada ya, tapi karena perasaan gak enaknya itu lho.

August 14, 2015

Kenapa NG-BLOG ?


Klik Sumber Gambar


Sore tadi ada teman saya yang dari dulu suka menulis.

 Dia bilang :
1.       Banyak si gue nulis, tapi di laptop doang.
2.       Gue sebenernya pengen banget post tentang kisah gue, tapi horror orangnya baca.
3.       Gue belum berani, takut ada yang salah ngartiin tulisan gue.

3 point tadi yang bikin si A jadi bergerak seadanya di dunianya sendiri. Ya menurut saya,  setiap orang punya dunianya masing-masing dalam artian dimana dia bisa bebas berekspesi. Orang yang suka nulis, otomatis dong dia mengekpresikan apa yang di dengar, di rasa, di lihat dengan bentuk tulisan. Orang yang suka melukis ya dengan melukis. Orang yang suka bernyanyi, dengan bernyanyi. Begitupun seterusnya. Bebas.

Dan kami yang rajin posting ini-itu di blog atau situs lainnya. Saya tekankan lagi ya, ini bukan ajang cari muka atau pengen di perhatikan banyak orang. Bukan ingin tersohor atau dinilai punya peran. Kami hanya ingin menulis. Itu saja. tentang apapun yang ingin kami sampaikan.

August 11, 2015

Sore yang terbuka

Klik Sumber Gambar
Selamat sore kamu di kotamu.
 Semoga selalu bahagia dan dalam kelapangan hati untuk mau terus mengerti.




Maaf aku akhir-akhir berhenti percaya. Kamu pasti tau, aku yang mudah terbawa salah. Hari minggu kemarin aku kemakan emosi, lebih lama itu timbul ego diri yang sulit untuk aku tahlukan. Aku berhenti percaya. Termakan banyak fakta. Ingin aku tanya agar semua lebih jelas adanya, tapi apa daya kita tak pernah diberi celah untuk saling memberi. Atau memang kamu yang tak mau ?

Hari itu sebelum aku melihat jempol  kamu berkeliaran di salah satu postingan yang “ah” sebut saja aku tak suka kenapa harus dia. Bukan untuk mendikte, nyatanya aku timbul seribu tanda tanya yang mengungkungku dalam berjuta kemungkinan. Aku tak bisa dan tak mau satuhalpun dari prasangka burukku jadi nyata. Oke, baik. Kamu boleh menyebutku cemburu, childish atau apapun. Tapi aku benar-benar tak suka. Aku fikir semua akan berhenti hanya disitu. Hingga tiba saat aku bercerita dan mengambil garis besar dari semua peristiwa,

seseorang teman berkata ;

August 08, 2015

10:41:00 AM 0

Lebih dari sekedar..


***
klik sumber gambar

Kepada Senja aku meminta bersedia. 
Tapi Tuhan mewujudkan lebih dari sekedarnya. 
Kepada menit aku minta untuk lebih menjaga.
Sekali lagi Tuhan mewujudkan lebih dari sekedarnya.

(Shinta Juliana, Bandung 27Juli2015)

***







Terimakasih sudah tersenyum..

Kita tersenyum. Tersipu satu sama lain. Akankah itu berarti cinta ? atau hanya bahagia karena rindu akhirnya menemui penawarnya ? Aku ingin mendeskripsikan banyak hal. Senyumanmu yang tidak pernah berubah, bahkan hal terdetail yang tidak pernah bisa aku lupa. Kamu sama. Semoga itu bukan hanya karena aku terlalu bahagia.

Tertawapun syah-syah saja. walau tak ada lelucon yang berarti, melihat tingkahmu sudah cukup membuat dahaga bahagiaku tercukupi. Mungkinkah kamu semenarik itu ? mungkinkah benar sosokmu tetap jadi kamunya aku yang tidak akan pernah bisa aku sempurnakan ? kali ini aku biarkan seadanya. Aku cukup bahagia dengan pertemuan dua pasang mata yang tak sengaja ku curi. Bila itu yang terakhir, setidaknya aku sudah punya cukup modal untuk berpisah lagi, sekalipun mungkin aku tetap tak kan mau.

Kamu perlu tahu. Bersamamu walau tanpa hal istimewa sudah cukup membuatku kebal akan luka. Kamu harus tahu. Jika ini bukan cinta, kenapa aku bisa sesederhana itu tertawa lepas ? Jika bisa setiap waktu saat aku merasa ingin bahagia, bisakah aku berpaling disisimu ? Meski selepasnya kamu atau aku harus pergi. Entah kenapa, bertemu atau dekat denganmu meyakinkanku bahwa kepergian hanya tinggal sejengkal lagi dari binar-binar mataku. Entah kenapa kamu tidak bisa aku pertahankan atau mungkin kamu bertahan walau sekedar untuk membuatku tertawa ? mungkin ini bukan cinta. Aku tak ingin mendeskripsikan lebih jika hanya untuk kembali terluka. Biar adanya begini. Datang dan pergi sesuai kau mau. Aku mampu jadi rumah tempat kau pulang; kapanpun kau bersedia.  

Maaf. Aku menilaimu lebih dari seharusnya. Seperti pernah ku bilang. Aku malu untuk lebih bertahan. Aku tidak punya apapun yang bisa kubanggakan untuk lebih memperjuangkan.

Kamu mungkin lupa. Aku juga. Entah mulai kapan perasaan tulus ini tumbuh. Bukan perasaan seperti yang lain ada hasrat menggebu memilki. Aku tidak sebegitunya. Bukan perasaan sebelumnya yang dengan mudah aku tumpahkan dengan banyak rayuan. Aku tidak seberani itu. Bukan perasaan sebelumnya yang dimana tanpa gelisah aku dengan bebas bergerak mendikte ketidaknyamananku. Aku tidak selancang itu. Padamu !

Aku untukmu lain dengan ketika aku bersedia menemani dia ataupun mereka. Aku ketika bersamamu lain dengan ketika aku harus siap sedia melayani cerita mereka. Aku untukmu sebebas yang kamu mau. Kamu pergi, akupun pergi. Kamu datang, aku lebih dari sekedar senang. Jika kamu tak bahagia sepertiku, kamu berhak berlari menjauh dariku. Perkara bagaimana aku, itu urusanku. Aku untukmu ingin selalu menangkan. Tidak perlu dengan banyak hal yang kamu upayakan, tersenyumpun aku sudah cukup riang. Aku melepasmu. Pergilah dengan siapapun yang kamu ingini, sekalipun bukan bersamaku. Bahagiamu sudah cukup mengantarku ke gerbang cerita berikutnya.

Jujur saja. kebaikanmu aku utamakan lebih dari sekedar keinginanku. Entah ini apa, yang ku tau aku tak ingin meminta banyak dari apa yang bisa aku beri.

klik sumber gambar


Terimakasih sudah tersenyum hari itu.
Terimakasih sudah bersedia ada. 
Satu do’a ku terwujud. 
Terimakasih Tuhan, terimakasih kamu !


@shintadutulity 




June 20, 2015

Dik... ( Part 1 )


Klik sumber gambar

Aku memang tak akan pernah jadi sempurna.Aku tak akan selalu memberi contoh baik untukmu.Tak akan selalu bisa memberi yang kamu mau.Tak selalu bisa menuruti apa yang kamu ingini.


                                               ****
Tertawa. Terus tertawa. 

"teh laptopnya rusak. kalo bisa beli lagi aja teh, yang ada cd roomnya. " 
"teh otom mau belajar naik motor, tapi pengen yang matic aja teh."
"teh katanya mau ngasih haandphone mana ih ? atau hp teteh aja buat otom."
Semua permintaannya aku simpan. aku catat rapih dan simpan baik-baik dalam ingatan. segala harapannya, kecil dan besar aku ingat. selalu. meski tidak semua bisa aku wujudkan dengan cepat.




Dik..

Aku tahu, kamu sedang mengalami masa puber. Masa dimana kamu ingin tampil baik, masa dimana kamu lebih banyak bergaul, lebih banyak ingin menghabiskan waktu dengan teman sebayamu. Dulu, akupun pernah merasakannya. Ingin punya handphone canggih, ingin punya pakaian bagus, ingin punya ini-itu untuk bisa mengambil hati banyak orang di sekitar. Ya, saat ini, kamu masih memakan mentah kata "image". belum memahami lebih jauh kedalam. Aku faham.

June 19, 2015

11:01:00 PM 0

Manusia kadang-kadang (Heart's Journey, 2)

Kadang ia mencintai kesendirian. Sampai petang bergelayut hanya dengan seribu bayangan. Mengingat, meraba, beberapa yang berhasil pergi sampai tak tersisa. Menghitung segerintil orang yang berhasil bertahan. Entah memang keinginan, atau keadaan yang memaksa. Ia selalu merasa jadi pendosa. Ketika mengingat bagian orang baik yang selalu ia sia-siakan. Terpejam mata. Mengingat manis perilaku yang tak pernah ia hiraukan. Hingga letih dan memilih pergi meninggalkan. Segerombolan orang itu ada yang sudah bahagia. Memilih yang lain, yang menurutnya lebih tepat untuk dipertahankan. Dan dia seorang diri, dibiarkan. Ia seorang yang akan menghalus ketika melihat keadaan memang lebih baik. memafkan semua yang berhasil pergi sekalipun tanpa kepastian. Dia memang pemaaf. Sekalipun hanya untuk beberapa orang.


Ya… dia pecinta kesendirian. Larut dalam beribu ingatan yang menyakitkan, sekalipun seribu lainnya lebih banyak yang membahagiakan. Dia pencetak rekor terbanyak dalam mengingat. Ingatannya kental akan masa-masa yang mengesankan dalam periode hidupnya. Sekalipun sekali lagi itu terjadi hanya beberapa hari dalam sebulan. Jika dia pecinta kesendirian, dan terjadi dalam waktu yang lama. Berarti dia lebih banyak waktu untuk mengenang. Mengendapkan segala yang tersisa biar jadi fosil. Dan benar, jika terjadi begitu lama lukanya benar-benar dalam.

June 08, 2015

11:03:00 AM 0

Heart's Journey, Part 1

klik sumber gambar
Kadang aku merasa sangat berbeda denganmu. Begitu jauh. Sampai aku tak menemukan lagi kesamaan untuk jadi alasan bersatu. Aku ingin pergi, menjauh. Sampai bayanganpun tak lagi ada untuk memancing rindu.

Ya kita berbeda. Jauh sekali.

Semakin dewasa kita, semakin perbedaan itu jadi hal rumit yang pantas di perdebatkan.

Ya. Rumit untuk aku. Yang merasa sangat-sangat tidak pantas.

Aku malu, walau untuk sekedar jadi pengagummu. Apalagi untuk lebih berjuang mempertahankanmu. Aku malu, untuk membanggakan diri agar kamu memilihku. Sedang, aku hanyalah aku yang sangat tidak pantas untuk kamu pilih.




Aku dengan seribu aku yang ingin pergi karena aku terlalu merasa kecil di matamu. Aku dengan seribu diriku yang tetap mencintaimu. Walaupun aku sudah sangat-sangat tidak berani mengakuinya dihadapanmu.

Dengan segala kenyataan. Kamu yang hari  demi  hari terus lebih baik. kamu yang bulan demi bulan berada semakin di atasku. Kamu yang tahun demi tahun semakin jauh dari lingkaran hidupku. Sedang aku, masih disini. Dengan perasaan kagum yang semakin besar. Dengan cinta yang semakin merasa nyata. Juga tak lepas dengan aku, yang masih dengan kekuranganku. Aku tak lebih jadi baik. aku tak lebih jadi pantas. Aku masih selalu sama. Ada dibawahmu.


Tanpa sadar, semakin aku mengerti Tuhan maha segalanya. Dia yang memilikiku juga memilikku. Dengan dasar rasa cinta yang terus aku jaga sampai tak ada batas. Biar aku, yang mengagumi dari jauh ini mendekapmu dalam doa.  Setiap malam. Ku jaga kebaikkanmu. Ku jaga bahagiamu. Sampai Tuhan (mungkin) akan memberi seseorang lain yang lebih setara denganku. Sampai Tuhan memilih nama lain untuk aku sebut dalam do’a. Dan jika itu bukan kamu, doaku yang mungkin sudah jadi pesiar bukan perahu lagi, semoga mengantarmu ke pelabuhan yang engkau impikkan.



@shintajulianaa



June 06, 2015

12:00:00 PM 0

Mei Kemarin !

aku masih sulit untuk mempercayai. Semua masih berada di luar daya nalarku sebagai anak kampung yang berusaha beradaptasi dengan segala keganjilan ibu kota yang sudah di anggap biasa. Aku masih terheran-heran mendengar kabar itu. Ya, kabar terakhir yang seperti petir di siang bolong. Aku yang masih lekat dengan mimpi-mimpi itu. Belum sadar sepenuhnya sekalipun kenyataan  menjatuhkanku berkali-kali. Belum sepenuhnya mengubur harap sekalipun ketidakmungkinan semakin terlihat begitu tak mungkin dihindari.

Tak bisa kujelaskan kabar apa yang ku dengar. Namun lebih dari pengkhianatan terpapar dengan begitu lantang. Kali ini, aku sudah habis daya untuk (ingin) bersamamu. Sudah habis cinta untuk bisa (mau) bersamamu.

Yang jelas. Ini bukan hanya akan menjadi antara aku, kau dan dia, juga mereka. Ada sosok lain yang tak mungkin lebih jauh untuk bisa diabaikan. Dan apapun yang jadi alasan. Kamu harus tetap bersamanya. Tak peduli apapun. Bagaimanapun. Tak peduli mereka mungkin akan lebih terluka dari pada aku. Ingat kamu harus tetap bersamanya. Menemaninya dalam segala masasulitnya. Menyaksikannya menua dan bergegaslah lebih baik.

Sekarang sosok itu masih hanya bisa menatapmu. Menyaksikan kamu yang mungkin berselisih faham dengannya. Mendengarmu berteriak mencaci makinya. Sadarlah sekarang, tingkahmu akan tercetak di sosok itu. Jadi lebih baiklah.


Pesanku. Pergilah. Nikmatilah hidupmu dengan apapun bagian terburuknya. Sampai waktu membuatmu jatuh hati sampai tak ingin pergi. Berjalanlah. Apapun yang akan terjadi. Sekali lagi, ini tak lagi tentang aku, kau, dia dan mereka. Ada yang lebih sensitive dari itu. Bergegaslah lebih baik. Sebentar lagi akan ada yang memanggilmu “ayah”. 

klik sumber gambar

April 18, 2015

tak mudah...


Klik sumber gambar

Kali ini aku menyerah. Melepasmu dengan begitu pasrah. Meski nyatanya aku menangis begitu keras. Mencoba mencari kekuatan namun nyatanya aku memang terluka parah. Kini aku menyerah. Memahami pergi memang tak semudah membayangkanmu akan kembali. Meski mungkin tak akan pernah terjadi.


Aku masih menimang-nimang semua yang terjadi belakang ini. Membanding-bandingkan beberapa kejadian yang benar-benar bertolak belakang dengan kepercayaanku selama ini. Malam berjalan tanpa hambatan. Namun, terasa begitu lama untukku. Begitu lama untuk semua kenyataan yang harus aku hadapi sekarang. Di mulai dengan malam ini. Dentuman jam dinding seolah memberiku aba-aba, aku harus terus terjaga. Menghindari mimpi yang hanya akan menambah luka.

Ternyata ada yang lebih perih dari memutuskan sendiri.

Ada yang lebih sakit dari setiap pertengkaran yang terjadi.

Ada yang lebih-lebih sadis dari semua perhatianmu yang mulai terbagi.

Ada.

Ya.

Saat kamu berkali-kali mengangap ku sudah biasa lagi. Dan mungkin memang sewajarnya kamu berfikir seperti itu.

April 15, 2015

Jalan bahagia setiap orang berbeda...

X : Gue bahagia kalo gue punya banyak pengalaman. Kesana-kemari, nikmatin ini-itu. Masalah uang bisa di cari lagi. Yang terpenting itu pengalaman yang lebih berharga dari uang.
Y : bahagia gue ya bisa beli apa yang gue mau. Bisa makan apa yang gue pengen. Itu cukup. Dan tentunya tanpa rasa takut dengan hari esok.
Z : Gue bahagia kalo gue merasa aman di hari tua. Dan gue gak keberatan kalo harus kehilangan hari libur gue dengan berdiam diri di kamar, dan tidur. Karena gue lebih khawatir gak punya uang dari pada dibilang cupu.
X + Y : please, lu enggak nikmatin hidup banget.
****
Sebut saja si Z. Wanita yang dididik keras dengan didikan jawa sekalipun tinggal di Jakarta. Perempuan yang masih mengenal unggah-ungguh sekalipun berada dalam lingkaran kehidupan bebasnya ibu kota. Masih mengenal Tuhan dengan baik, masih memiliki solidaritas tinggi sebagai makhluk social. Si Z, perempuan yang tidak pernah terbawa dengan ke-modern-an gaya kehidupan ibu kota.

Saya sendiri kagum dengannya. Dengan sikapnya yang tegas, menolak pergaulan yang tak pernah memberinya manfaat. Yang dengan keras menyatakan “gue gak keberatan di bilang cupu hanya karena gue gak keluar malam. “

April 11, 2015

22 masih galau !

“Setiap apa yang datang, apapun. Itu pasti sejajar dengan kualitas diri kita.” Kata mba puji setelah selesei sholat magrib.
“Ibarat Naik gunung, semakin kita ke puncak, semakin banyak lagi tanaman yang bisa kita lihat dan semakin berkulalitas juga” lanjutnya.

****

Selamat pagi..
Pagi-pagi udah pengen banget cuap-cuap. Banyak banget, terlalu banyak jadi susah buat mulai dari mana. Padahal terlalu pagi buat bahas apapun yang nilainya sangat-sangat gak penting. Apalagi disela-sela seminar kayak gini. Tapi tangan udah geli sendiri, pengen ngblog. Biar nanti gak lupa sama peristiwa ini. Iya, saya ngbelog, suka menulis, panjang ataupun pendek itu karena saya hanya ingin menyimpan semuanya dalam bentuk catatan. Biar nanti sesekali, saat saya baca kembali membaca catatan saya. Disitu saya yakin, dulu saya benar-benar pernah mengalaminya. Terus saat sudah tak lagi muda dan mungkin udah malas menulis ataupun terlalu sibuk dengan lingkungan, bisa jadi saya benar-benar berhenti ng-blog. Tapi gak akan sia-sia catatan ini, nanti di samping saya bercerita lisan kepada anak cucu nanti, biar mereka membaca sendiri gemuruh gejolak perjalanan neneknya dulu. Please, ini kejauhan shin. Mungkin 40 tahun yang akan datang yang populer bukan blog lagi.

Ini catatan pagi yang sebenernya hanya untuk membantu saya mengingat bagaimana cara saya meluapkan sebuah perasaan gak jelas. Iya Nak, iya cu.. dulu juga nenek pernah muda, dan pernah galau. Sebenernya saat ngalamin situasi yang bener-bener negbingungin dan gak tau harus gimana, disitu mungkin ya namanya galau versi anak 90’an. Apa sih yang dilakuin kalau lagi galau ?

April 06, 2015

EGO



 Bagaimana jika aku membencimu berkali-kali tapi tetap mencintaimu hingga mati.
 Bagaimana jika aku berkali-kali memintamu pergi, tapi tetap merindukkan hingga menyeretmu kembali untuk kesekian kali.
Bagaimana jika aku menyakiti, tapi tetap berusaha meletakkan namamu di hati.
 Jika ini tak adil, berhak kah aku tetap memintamu disisi walaupun kamu berkali-kali aku lukai ? 



ego; 06 april 2015
@shintajulianaa

April 05, 2015

12:30:00 AM 0

Someday..

Suatu Hari Nanti...

Jika saya menikah dan bukan dengan kamu.

Percayalah.. itu tidak akan mudah. Saya tidak pernah mudah melupakkanmu. Sekalipun saya tidak punya hal lain untuk di banggakan tentang kita. Tidak punya cerita manis yang bisa saya jadikan acuan, kecuali masa-masa konyol itu.

Setiap saat saya menjalani kisah baru. Berharap hati saya bisa ikut seluruhnya tanpa pernah melihat kamu. Tapi entah kenapa, namamu selalu mengintai setiap jalan kisah hidup saya.

Jujur saya berat.
Mengingatmu dalam saat-saat seperti ini, saya benar-benar berat.
Perasaan hati yang campur aduk juga keyakinan masa depan akan jauh lebih baik jika seolah di depan nanti tak lagi ku temui kamu.

Ada sakit dan takut luar biasa, jika saya tahu dan harus terpaksa benar-benar melepaskanmu. Mengikhlaskanmu untuk wanita yang mungkin kelak akan kamu cintai jauh dan tidak ada apa-apanya di banding saya. Saya harus terpaksa menerima, jika memang bukan dengan kamu, saya menghabiskan sisa umur ini. Harus siap untuk setia kepada satu laki-laki dan itu bukan kamu. Harus mengenyahkan kamu dari fikiran hingga tak secuilpun  namamu ada dalam setiap harapan saya. Bisakah ? Sementara sampai detik inipun, selalu kamu yang jadi pemeran utama.

Bisakah ? Saya melihatmu kecewa ? Tanpa daya upaya untuk menghiburmu ?

January 13, 2015

Karena Saya Bukan Anda...

Catatan yang saya buat tidak tertuju kepada siapapun. Mohon maaf jika ada pihak yang terpojokkan.

________________

Salah jika saya berusaha lebih keras dari pada anda ?
Salah jika saya lebih di perbudak waktu dari pada anda ?
Saya bukan anda yang dengan leluasa menggunakan uang hanya untuk membeli kepuasaan pribadi.
Saya bukan anda yang bekerja hanya sekedar happy-happy.
Saya bukan anda yang sesuka hati berhenti saat tak lagi merasa happy.
Saya bukan anda yang bebas membeli hanya untuk sekedar diakui.

Saya hidup bukan hanya untuk saya.
Saya bekerja bukan hanya untuk sekedar mencukupi kebutuhan saya.
Saya bekerja lebih keras bukan hanya karena ingin membeli gagget kekinian, membeli tas branded, membeli baju mengikuti trend, atau pergi berlibur kesana kemari.
Kalau seperti itu, anda bisa berhenti sesuka hati,
Tapi tidak dengan saya.

January 04, 2015

Re-peat


          Tahun lalu, kita pernah berhayal bersama. Di kedai kopi daerah kemang. Malam itu Bulang melengkung dengan sempurna. Semburat sinarnya sampai di teras-teras kota. Jam sudah menujukkan pukul 02.00 dini hari. Aku dan pria di depanku enggan beranjak pergi. Aku masih ingat tatapan itu. tatapan yang saat itu aku yakini sebagai perwakilan tatapan tulus.

          Malam itu seolah semesta turut mendukung semuanya. menjadi saksi bisu atas bahagia yang meluap-luap jauh di dalam hatiku. Aku ingat bagaimana kamu becanda pagi itu. Mulai dari makanan favorite kamu yang jelas-jelas berbeda denganku. Aku si pecinta seafood dan kamu yang ogah-ogahan dengan seafood. Kamu suka keramaian dan aku pecinta kesendirian.

           Malam itu kamu menjemputku seusai melaksanakam sholat taraweh. Kira-kira jam sepuluh malam, pertama kali kamu mengenalkan tempat itu. Tempat yang katamu jadi tempat terbaik untuk menghabiskan waktu. Aku hanya bisa mengikuti. Sambil menunggu waktu shaur, kita mengobrol kesana-kemari. Di awali obrolan ringan sampai obrolan berat dimana kamu mengutarakan mimpimu untuk menikahiku. Mulai dari rencana-rencana kecil perihal pengenalan kedua keluarga, resepsi, rencana tempat tinggal, tabungan bersama, mengajukkan deposito, asuransi untuk masa depan sampai hal besar tentang pandangan mendidik anak. Kamu yang membebaskanku untuk tetap bekerja di kantor dan aku yang memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga secara utuh, aku yang siap mengabdikan hidupku untuk merawat anak-anak dan juga memperhatikkan pertumbuhan detailnya. Kamu mungkin tak tau, obrolan pagi itu adalah obrolan mimpi-mimpi besarku yang mampu membuka bahagia yang begitu nyata. Mungkin kamu tak sempat melihat sinar mataku yang begitu antusias mendengarkanmu. Kamu mungkin tak pernah tau, aku begitu serius menanggapinya.