January 13, 2015

Karena Saya Bukan Anda...

Catatan yang saya buat tidak tertuju kepada siapapun. Mohon maaf jika ada pihak yang terpojokkan.

________________

Salah jika saya berusaha lebih keras dari pada anda ?
Salah jika saya lebih di perbudak waktu dari pada anda ?
Saya bukan anda yang dengan leluasa menggunakan uang hanya untuk membeli kepuasaan pribadi.
Saya bukan anda yang bekerja hanya sekedar happy-happy.
Saya bukan anda yang sesuka hati berhenti saat tak lagi merasa happy.
Saya bukan anda yang bebas membeli hanya untuk sekedar diakui.

Saya hidup bukan hanya untuk saya.
Saya bekerja bukan hanya untuk sekedar mencukupi kebutuhan saya.
Saya bekerja lebih keras bukan hanya karena ingin membeli gagget kekinian, membeli tas branded, membeli baju mengikuti trend, atau pergi berlibur kesana kemari.
Kalau seperti itu, anda bisa berhenti sesuka hati,
Tapi tidak dengan saya.


Saya bukan orang kaya.
Dan saya pun tidak terlahir sebagai orang kaya.
Saya tidak seperti anda yang masih bisa mengandalkan orang tua jika anda sudah mulai bosan bekerja. Kembali ke pangkuan ibu. Terus dijejali materi sampai anda tak pernah merasakan apa itu kekurangan.
Saya adalah orang yang harus selalu kerja keras tanpa henti. Bukan untuk berlibur seperti anda. Tapi untuk mencukupi kebutuhan bukan hanya untuk saya pribadi. Saya punya orang tua yang mana suatu hari nanti tidak bisa berpenghasilan lagi, tidak ada dana pensiun. Dan saya punya kewajiban untuk menyiapkan masa tua nya yang nyaman. Apakah anda seperti saya ?
Sepertinya tidak.

Isi otak anda dan saya berbeda.
Anda cenderung mengejar pengakuan. Kesana-kemari membuang rupiah tanpa perlu khawatir dengan hari esok.
Sementara saya ? Selalu menghawatirkannya.
Jadi wajar jika saya lebih visioner. Karena saya tidak mau seharipun terlantar karena keegoisan saya. Wajar jika saya lebih perhitungan. Karena di otak saya bukan sekedar bersenang-senang hari ini.
Andai anda tahu. Berapa banyak saya berspekulasi dalam setiap pemikiran. Berapa banyak saya memperhitungkan ini itu nya agar hidup berjalan naik. Terus naik hingga saya bisa senyaman anda. Nyaman dengan masa depan saya sendiri, dan tentunya saya aman melihat masa tua kedua orang tua yang amat saya sayangi.

Jadi jika anda masih mempertanyakan mengapa saya bekerja sekeras ini ? Inilah jawabannya. Karena yang ingin saya amankan bukan hanya diri pribadi, yang ingin saya bahagiakan bukan hanya saya sendiri, yang ingin saya ajak liburan bukan hanya diri sendiri.

Saya terlahir dari keadaan yang memaksa saya untuk terus bekerja keras. Saya tidak ingin keegoisan saya menyita semua bahagia mereka. Sayapun tak ingin kemudaan saya dalam memilih pilihan hidup jadi alasan untuk berhenti. Saya ingin lebih baik. Menyiapkan yang terbaik untuk masadepan saya. Memanage segalanya dengan begitu detail. Saya ingin semua tersusun.

Jadi paham, kenapa saya masih terus mau bekerja sementara kebutuhan saya dimata anda sudah terpenuhi ? Yang menurut anda saya sudah ada di posisi nyaman dengan materi yang saya punya. Saya tak menghilangkan rezeki. Jika yang saya kejar bahagia diri sendiri, pengakuan trend seperti anda, saya bisa mendapatkannya. Tapi tidak. Jika saya mengikuti arus kehidupan seperti anda tanpa mempersiapkan apapun, kepada siapa saya berlari ? Kepada siapa saya menyandarkan hidup saya dan keluarga ? Kepada tas branded itu ? Kepada foto-foto liburan yang mendatangkan kepuasan itu ?

Tolong... jangan tanya lagi. 
Saya bukan serakah. 
Saya hanya sedang berjuang yang bukan hanya untuk diri sendiri. Pahami itu.



Klik Sumber Gambar


__________________________________________

Terimakasih sudah menyimak.




@shintajulianaa


No comments:

Post a Comment