April 05, 2015

Someday..

Suatu Hari Nanti...

Jika saya menikah dan bukan dengan kamu.

Percayalah.. itu tidak akan mudah. Saya tidak pernah mudah melupakkanmu. Sekalipun saya tidak punya hal lain untuk di banggakan tentang kita. Tidak punya cerita manis yang bisa saya jadikan acuan, kecuali masa-masa konyol itu.

Setiap saat saya menjalani kisah baru. Berharap hati saya bisa ikut seluruhnya tanpa pernah melihat kamu. Tapi entah kenapa, namamu selalu mengintai setiap jalan kisah hidup saya.

Jujur saya berat.
Mengingatmu dalam saat-saat seperti ini, saya benar-benar berat.
Perasaan hati yang campur aduk juga keyakinan masa depan akan jauh lebih baik jika seolah di depan nanti tak lagi ku temui kamu.

Ada sakit dan takut luar biasa, jika saya tahu dan harus terpaksa benar-benar melepaskanmu. Mengikhlaskanmu untuk wanita yang mungkin kelak akan kamu cintai jauh dan tidak ada apa-apanya di banding saya. Saya harus terpaksa menerima, jika memang bukan dengan kamu, saya menghabiskan sisa umur ini. Harus siap untuk setia kepada satu laki-laki dan itu bukan kamu. Harus mengenyahkan kamu dari fikiran hingga tak secuilpun  namamu ada dalam setiap harapan saya. Bisakah ? Sementara sampai detik inipun, selalu kamu yang jadi pemeran utama.

Bisakah ? Saya melihatmu kecewa ? Tanpa daya upaya untuk menghiburmu ?


Saya tahu.
Kita hanyalah kisah yang tak pernah jadi sempurna. Kita hanyalah kisah yang selalu saya reka-reka akhirnya.

Tapi, ada hal yang dalam tentang kamu yang sulit saya hapus. Entah apa itu. dan saya harap itu bukan apa-apa jika memang kita tak pernah akan jadi kita dalam ikatan Ridho_NYA.

Jika suatu hari ini, saya duduk di pelaminan sementara kamu duduk menyaksikan. Entah perasaan apa yang berkecamuk dalam hatimu, Saya ingin tak ingin tau lagi. Saya ingin tetap mantap, bersikukuh untuk menjaga hati saya hanya untuk dia; Imam Saya.

Saya ingin, Jika suatu hari nanti saya sudah tinggal di rumah dengan segala rutinitas sebagai bentuk pengabdian. Sedang kamu masih hilir mudik mencari pelabuhan. Saya ingin tak ingin menoleh lagi dan berharap.

Saya ingin. Jika suatu hari nanti saya mulai menemukkan kekurangan dari pasangan saya. Saya ingin tak ingin membandingkannya denganmu. Saya ingin menjadikkan dia pasangan saya, satu-satunya yang akan saya perjuangkan. dalam keadaan apapun. Suka maupun duka.

Jika saya menikah dan bukan dengan kamu. Izinkah saya setia, lebih-lebih dari kesetiaan saya pada kita dalam sebuah konyol masa lalu.



Klik Sumber Gambar



Someday, when I must always stand beside someone but not you
Someday, when I must left you. Forgot everything and stop thinking of you
This is about someday. When I must grow old, but without you.
Then someday. When you just an OLD FRIEND. And about us, just a memories.

.................................


*ketika terbawa suasana lagu someone like you-adele. semua menjadi lebaaaaaaaaaaaayyyy*



@shintajulianaa



No comments:

Post a Comment