June 08, 2015

Heart's Journey, Part 1

klik sumber gambar
Kadang aku merasa sangat berbeda denganmu. Begitu jauh. Sampai aku tak menemukan lagi kesamaan untuk jadi alasan bersatu. Aku ingin pergi, menjauh. Sampai bayanganpun tak lagi ada untuk memancing rindu.

Ya kita berbeda. Jauh sekali.

Semakin dewasa kita, semakin perbedaan itu jadi hal rumit yang pantas di perdebatkan.

Ya. Rumit untuk aku. Yang merasa sangat-sangat tidak pantas.

Aku malu, walau untuk sekedar jadi pengagummu. Apalagi untuk lebih berjuang mempertahankanmu. Aku malu, untuk membanggakan diri agar kamu memilihku. Sedang, aku hanyalah aku yang sangat tidak pantas untuk kamu pilih.




Aku dengan seribu aku yang ingin pergi karena aku terlalu merasa kecil di matamu. Aku dengan seribu diriku yang tetap mencintaimu. Walaupun aku sudah sangat-sangat tidak berani mengakuinya dihadapanmu.

Dengan segala kenyataan. Kamu yang hari  demi  hari terus lebih baik. kamu yang bulan demi bulan berada semakin di atasku. Kamu yang tahun demi tahun semakin jauh dari lingkaran hidupku. Sedang aku, masih disini. Dengan perasaan kagum yang semakin besar. Dengan cinta yang semakin merasa nyata. Juga tak lepas dengan aku, yang masih dengan kekuranganku. Aku tak lebih jadi baik. aku tak lebih jadi pantas. Aku masih selalu sama. Ada dibawahmu.


Tanpa sadar, semakin aku mengerti Tuhan maha segalanya. Dia yang memilikiku juga memilikku. Dengan dasar rasa cinta yang terus aku jaga sampai tak ada batas. Biar aku, yang mengagumi dari jauh ini mendekapmu dalam doa.  Setiap malam. Ku jaga kebaikkanmu. Ku jaga bahagiamu. Sampai Tuhan (mungkin) akan memberi seseorang lain yang lebih setara denganku. Sampai Tuhan memilih nama lain untuk aku sebut dalam do’a. Dan jika itu bukan kamu, doaku yang mungkin sudah jadi pesiar bukan perahu lagi, semoga mengantarmu ke pelabuhan yang engkau impikkan.



@shintajulianaa



No comments:

Post a Comment