June 19, 2015

Manusia kadang-kadang (Heart's Journey, 2)

Kadang ia mencintai kesendirian. Sampai petang bergelayut hanya dengan seribu bayangan. Mengingat, meraba, beberapa yang berhasil pergi sampai tak tersisa. Menghitung segerintil orang yang berhasil bertahan. Entah memang keinginan, atau keadaan yang memaksa. Ia selalu merasa jadi pendosa. Ketika mengingat bagian orang baik yang selalu ia sia-siakan. Terpejam mata. Mengingat manis perilaku yang tak pernah ia hiraukan. Hingga letih dan memilih pergi meninggalkan. Segerombolan orang itu ada yang sudah bahagia. Memilih yang lain, yang menurutnya lebih tepat untuk dipertahankan. Dan dia seorang diri, dibiarkan. Ia seorang yang akan menghalus ketika melihat keadaan memang lebih baik. memafkan semua yang berhasil pergi sekalipun tanpa kepastian. Dia memang pemaaf. Sekalipun hanya untuk beberapa orang.


Ya… dia pecinta kesendirian. Larut dalam beribu ingatan yang menyakitkan, sekalipun seribu lainnya lebih banyak yang membahagiakan. Dia pencetak rekor terbanyak dalam mengingat. Ingatannya kental akan masa-masa yang mengesankan dalam periode hidupnya. Sekalipun sekali lagi itu terjadi hanya beberapa hari dalam sebulan. Jika dia pecinta kesendirian, dan terjadi dalam waktu yang lama. Berarti dia lebih banyak waktu untuk mengenang. Mengendapkan segala yang tersisa biar jadi fosil. Dan benar, jika terjadi begitu lama lukanya benar-benar dalam.



Tapi ingat… kesendirian tak pernah di ingini oleh siapapun. Sekalipun tidak setiap kesendirian mengundang sepi, tapi kesendirian selalu berhasil menciptakan seribu aku di masalalu yang sulit dihentikan.


Yaa… Bila kali ini dia ingin sendiri, mungkin dia benar-benar perlu waktu lama untuk menutup mata. Menimbun semua jejak itu. Hingga tiba waktu lain, sekalipun jejak itu kembali Nampak, ia tak akan meronta atau memintanya pergi. Dalam hidup teori ini namanya ikhlas. Tanpa dendam. Tanpa amarah. Semua seperti awal mula. Sekalipun ada luka, hanya bekas saja. tanpa rasa sakit.
Dan jika tiba ia menjadi pecinta keramaian lagi. Berarti dia ingin kembali. Menyambut seribu bayangan duduk di kedai, berbagi obrolan riwayat singkat semasa  tanpa saling melibatkan, dan semoga ada tawa kembali. Sekali lagi, dia memang pemaaf.


Kali ini dia pecinta keramaian. Memilih menghabiskan banyak waktu di pusat perbelanjaan, bermanja-manja dengan perawatan ramah di salon, berbagi topic obrolan di bbm. Menjadi manusia seutuhnya. Pergi pagi, pulang malam. Dan semua dilibatkan dalam ikatan makhluk social.

----

Dan jika dia itu perempuan. Dan itu aku, salahkah jika aku berubah-rubah setiap waktu ?
Dan jika dia itu perempuan. Dan itu aku, salahkah jika aku kadang ingin semua tahu ? tahu segala yang aku lalui, sekalipun jalannya dengan seribu tingkah gilaku ?

….

Klik Sumber Gambar


Note ini dibuat disela-sela bulan yang sebagian aku memilih mengurung diri dengan ingatan, selebihnya lagi aku bebaskan.  

@shintadutulity 19 june 2015 22:55

No comments:

Post a Comment