November 24, 2015

Random Chatting.....

“Aku gak nyangka bakal dikenalin secepat ini. Keluarganya welcome banget. Bahkan ibunya cerita banyak. Aku gak nyangka. Aku masih sulit percaya kalo emang jodohnya aku adalah Dia”.
 “Kemarin Dia datang. Dia minta suruh bikini kue sus. Tapi sayang flanya gosong. Huhuhu… Tapi untung ada coklat pasta. So far so good lah, Buktinya dia makan sampe abis. Udah gitu, kita sholat magrib bareng. Dia bacain surat Ar-Rahman. Minggu kemarin, kita bahas ini. Surat pengantar Ta’aruf”.
“kayaknya enggak sebanding deh, kue sus gosong hadiahnya Ar-Rahman.”
***

Kira-kira itu penggalan cerita tadi malam. Cerita dari sahabat dekat saya, yang semoga hatinya tetap dijaga dalam kebaikkanNya. Tidak dapat dipungkiri, atau tidak dapat pula tergambarkan. Seorang wanita memang hanya butuh diperlakukan “special” meski memang wanita tetap makhlukNya yang penuh kekurangan.

Kadang Lelaki Lupa, bahwa “Special” tidak harus melulu tentang “Price Tag” tidak harus melulu tentang “pujian”. Mereka lupa, bahwa justru perlakuan yang dari hati yang tulus akan jauh lebih terasa istimewanya.

Mungkin bagi seseorang wanita yang meletakkan kehormatannya pada “Price Tag” akan menganggap perlakuan diatas biasa aja. Nothing special. Saya tidak akan berbicara tentang “Matrealistis”, Karena nyatanya setiap pribadi meletakkan prioritas berbeda dalam jajaran hidupnya.

 Ada wanita yang meletakkan kehormatannya pada barang-barang branded, pada pujian dari mulut ke mulut, ada juga yang meletakkan kehormatannya pada apa yang keluar dari dirinya ( innerbeauty).



Jujur, saya lebih tertarik untuk meletakkan kehormatan saya pada apa yang keluar dari diri saya pribadi. Dari pemikiran saya, dari ucapan dan tindakan saya. Saya tidak terlalu mengejar pujian, dan lain sebagainya.

Kembali lagi ke label pria di mata wanita. Kalian, pria-pria mapan yang mungkin akan lebih banyak tempat di mata dan hidup wanita kebanyakan. Saya tidak mau berbicara munafik. Mapan, memang hal yang penting untuk seorang pria. Bahkan dijadikan modal untuk mau “membeli” wanitanya. Tapi jangan sampai kalian lupa, Bahwa yang lebih penting dari itu adalah karakter. Jangan sampai kalian hanya berhenti disitu, memberi nafkah lahir sampai lupa dengan yang bathin.

Jujur saya tersentuh saat mendengar sahabat saya bercerita. Seorang pria yang cukup faham beragama. Seorang pria yang dengan gigih, ingin membelinya. Bukan dengan harta, pun dengan tahta. Tapi dengan pengetahuannya. Pengetahuan tentang bagaimana harusnya seorang imam. Dan dia menerapkannya dalam setiap fase pendekatannya. 

 Bagi saya, adakah yang lebih baik untuk seorang wanita selain diperlakukan dengan hormat, dijaga dengan baik oleh seorang pria ? Adakah yang lebih penting dari karakter seorang pria dewasa yang mau menuntun wanitanya  agar lebih baik ? Bukan sekedar menuntutnya saja.

Ini akan menjadi catatan panjang jika dilanjutkan dengan gamblang. Karena setiap orang punya pandangan berbeda. Tergantung dari sudut mana pandangan itu di arahkan. 

Saya pernah terlibat dialog serius dengan seorang rekan kerja saya. Kira-kira isinya seperti ini;

“Setiap perjalan kita, semakin diatas, semakin pribadi kita baik, maka yang akan kita temuipun bukan orang sembarangan. Karena bunga edelweiss tidak akan pernah tumbuh di dataran rendah.




Saya percaya. Karena semakin menjadi pribadi yang baik, maka yang kita temuipun adalah mereka dengan tahap perbaikan diri juga.
So Ladies,Who Do You Want to Meet With? 



@shintajulianaa
Sedang dalam fase memantaskan diri :)








2 comments:

  1. Haiii Shinta!
    *girang ketemu temen blog yang seumuran*

    Aku sukaaak sama topik utama cerita ini. Well, meski aku tau ini sekadar coretan keseharian, coba kamu kalo lagi nulis, dibaca bolak-balik. Ini bagus, hanya aja terlalu cepat ceritainnya. Hehehe. Tiba-tiba udah conclusion aja.

    Overall, pemilihan kata kamu analytical. Keren!

    Happy blogging,

    ❀ Diary Khansa by Funy ❀ www.diarykhansa.com ❀

    ReplyDelete
  2. Aaaaaah kita seumuran toh. Ihihiiii..... Seneng deh dikunjungin sekaligus langsung dikasih saran sama penulis yg uda jago banget. Makasih fany.... Salam kenal yaa...

    Sambil binar-binar ini bales komentarnya,

    ReplyDelete