December 14, 2015

TAHAP-TAHAP MENIKAHI ANAK GADIS !

Nikah. Menikah. Jodoh. Pembahasan yang sudah menjadi hal yang asyik diperbincangkan untuk mereka yang sudah menginjak usia diatas 22 tahun. Galau karena penasaran tentang “Siapasih jodoh kita” atau galau karena “modal nikah” yang diluar dugaan, sering menjadi perbincangan mereka di kalangan anak muda masa kini.  

Untuk sebagian kaum pria yang sudah memiliki kandidat calon istri masa depan dan siap untuk membawanya ke jenjang yang lebih serius otomatis harus melewati hal sakral yang disebut Pernikahan. Nah, apa aja sih tahap-tahapnya...

Simak yu,

#TAHAPTAHAPNIKAH #VERSI #SHINTADUTULITY ( Bukan Versi On The Spot Yaaaa )

1.       Perkenalan pribadi masing-masing

Tahap ini mungkin bisa dibilang tahap pedekate dalam istilah anak-anak muda. Tahap dimana apabila seseorang memang berniat menjadikannya kandidat calon pendamping masa depan, otomatis harus saling terbuka satu sama lain. Jadi kalo kamu-kamu baik lelaki dan perempuan yang sudah ada niatan ke jenjang serius, diwajibkan untuk saling terbuka. Beda ya sama sebagian anak muda yang pdktnya karena niat pacaran, mungkin mereka akan adu gengsi. Menutupi kekurangannya sebisa mungkin, dan menonjolkan segala hal yang baik-baik agar dinilai oke. Bahkan tak jarang juga, mereka yang pdkt karena niat macarin itu berusaha menjadi sosok yang didambakan objeknya, padahal si jauh banget dari istilah be your self.

Yang ingin saya kupas disini adalah pdkt yang lebih matang. Pdkt yang lebih serius ketimbang hanya ingin mendapatkan pujian atau sanjungan dari gebetan.

Kenapa si harus terbuka ? Bukannya kita wajib menyembunyikan semua aib kita di mata orang lain ?

Yapps… terbuka disini maksudnya segala prosesnya, apa adanya kita, sikap, karakter, masalalu, keluarga, semua poin-poin penting tentang peristiwa yang sudah dan ingin terjadi diceritakan dengan murni (tanpa cerita tambahan yang dibuat-buat).  Karena dalam tahap ini, masing-masing boleh menentukan keputusan lanjut atau tidaknya tergantung dengan penilaian akhir. Enggak mau kan dibilang “beli kucing dalam karung.” Enggak mau juga kan suatu saat nanti denger komentar “ah ternyata suami gue homo” atau “gue enggak ngerti kapan istri gue operasi kutil di betisnya” . And so…. Jujur dan terbuka itu penting demi mencegah segala bentuk penyesalan yang tak terduga diantara masing-masing pihak kedepannya.

2.       Perkenalan keluarga masing-masing

Menikah. Menikah itu lain halnya dengan pacaran yang hanya akan berhenti dikata, “ aku cinta kamu, kamu cinta aku”. Sudah sampai disitu. Bukan juga hanya tentang, “Aku terima kamu apa adanya, dan aku siap ada buat kamu kapanpun”. Bukan juga seperti itu. Semua tidak hanya berpusat antara kamu dan si dia. Lebih jauh dari itu. Lebih besar lagi lingkarannya. Menikah itu adalah kesiapan dari keluarga kedua belah pihak untuk saling menerima. Karena pernikahan itu menyatukan dua keluarga yang tadinya tidak saling mengenal, tidak saling tau menau, tidak saling membutuhkan, tidak saling peduli, menjadi saling. Jadi ini membutuhkan penerimaan bukan hanya di mata si-dia tapi juga dimata keluarganya.

Otomatis dalam hal inipun kita harus terbuka tentang bagaimana keadaan keluarga kita. Usahakan jangan hanya mendengar dari mulut tapi berusaha terjun langsung ketengah-tengah keluarganya, ,menelaah dengan kaca mata sendiri lebih bisa memberikan penilaian terbaik dari pada hanya mendengar dari mulut. Tapi untuk kalian pria yang sudah berani menginjakkan kaki di keluarga perempuan, otomatis poin pertama tentang pengenalan pribadi si perempuan sudah masuk kategori OKE ! YES, I Want YOU !

Lah kok gitu ? berarti kalo udah kenalan sama keluarganya udah gak bisa nikung lagi dong ?

Bagi mereka lelaki kekar dalam artian punya tanggungjawab dan rasa malu atas tingkah lakunya, pastilah hal seperti nikung, lari dari tanggungjawab ( mau dekat tapi gak niat nikahin ) itu gak akan pernah terjadi. Kenapa ? karena jika suatu saat nanti si pria melakukan hal yang menyakiti si perempuan, otomatis yang harus dia hadapi bukan hanya perasaan perempuan itu, tapi juga ayah dari anak yang sudah dia sakiti. Maka, ketika selesaipun tidak hanya cukup antara perempuan dan pria itu saja, tapi harus ada pula penyelesaian kepada pihak keluarga perempuan terlebih ayahnya.

Terus kalo misal udah ada pembicaraan sama pihak keluaga perempuan, eh dia malah lari gitu aja gimana ? And you know lah, dia bukan pria baik-baik. dia tidak bisa menghargai kamu juga keluargamu.


3.       Poin 1 & 2 LOLOS. SIAPKAH KAMU MENIKAH ?

Kemarin saya dan teman saya mengupas habis tentang ini. Mulai dari prosesi lamaran hingga tektekbengek pritilan resepsi. Simpulan si pria…

“ NIKAAAAH ITU MAAAHAAAAAALLLLLLLLLLLLLLLLL.”

Well, nikah itu mudah bagi mereka yang mengesampingkan gengsi dan tidak diperbudak gaya hidup. Nikah itu murah bagi mereka yang hanya ingin menjalankan sunah.

“TAPI KAN NIKAH ITU SEKALI SEUMUR HIDUP,  PENGENNYA BERKESAN.”

That’s right. Setiap wanita juga pasti punya mimpi, resepsi pernikahan yang beda dari yang lain. Dengan segala rentetan adat yang kental biar lebih kerasa sakral, dengan kebaya atau gaun-gaun cantik, juga dengan pelaminan yang megah. Tapi kembali lagi, modalnya ada enggak ? Gubraak… kalo udah nyentil masalah money-money-money…  pusingnya bukan kepalang. Apalagi untuk pria yang punya harga diri tinggi, yang punya prinsip,

 “gue tuh mau ngambil anak orang, mau seserahan tanggungjawab, yakali dibebanin kekeluarga cewe. Dimana harga diri gue sebagai calon imam. Gue tuh mau ngempanin anak orang, bukan sapi yang cukup cuma dikasih makan rumput. Yakali diawal udah ngejatohin harga diri dengan modal nikah yang dibagi dua sama pihak cewe. Harga diri brooo… gue junjung sampe mati. Titik.”

ZZZZZ…

Kasih empat jempol buat prinsip seperti itu. #Tjackeeeppppp !

Buat mereka yang punya saldo di rekening dengan limit di atas angka 100 si its oke ya. Gak masalah banget.  Tapi, buat sebagian pria yang punya modal tipis tapi niat banget buat bahagian wanita pujaan hatinya dengan resepsi yang luas biasyyyaaaa, kalo enggak ada niat buat yuuu usaha bareng, nabung bareng-bareng, yaa piyeee tok mas ? adek keblenger !

Emang apa aja sih printilan nikah yang kadang dilupain di list budget nikah sama pria :

a.       Souvenir
b.      Undangan
c.       Bahan ( untuk baju seragaman )

Duh ko bisa dilupain si hal penting semacam itu ? jangan disepelein loh mas, perintilan kayak gitu nguras saldo rekening juga loooh.

Hehehehe…

Jadi simpulannya :

Masih mau menjunjung harga diri sampe mati dan mengesampingkan resepsi impian atau menurunkan sedikit ego dan mau diskusi bersama perihal modal nikah ?



Klik Sumber Gambar

Poin penting dari semuanya, JANGAN SAMPAI KITA TERPUSAT KE MODAL NIKAH LALU LUPA MAKNA MENIKAH SEBENERNYA. 

Maksudnya :

Karena menikah yang lebih nyata itu bukan hanya ketika resepsi tapi justru setelahnya. jangan sampe kita fokus ke modal nikah, habis-habisan demi resepsi yang wah, ngutang kiri kanan buat sewa tenda / gedung yang megah tapi setelahnya malah dikejar suku bunga bank. Akan lebih membanggakan jika budget yang segunung itu digunakan untuk DP KPR Rumah. Lebih bangga dong. udah nikah langsung tinggal di rumah baru, sekalipun nyicil, sing penting enggak dikejar setoran juragan kontrakan. 

#INISIVERSIELUSHIIINN

______________________________________________________________________ 


Duh shin, postingannya kok gini amat. Efek sharing abis-abisan sama cp pria ni ( calon pengantin pria ).



HAHAHAHAA….  MAAF SHINTA TERBAWA SUASANA.

Semoga bermanfaat buat kalian yang mau menuju kearah sana ya….



@shintadutulity

Kecjuup sakral buat mereka yang sedang berjuang nyari modal nikah J


No comments:

Post a Comment