July 12, 2016

Maaf ! Saya Pernah Pacaran..

Bismillahirrahmanirrahim...
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh...

Hidup bukan tentang sebuah tujuan, tapi sebuah perjalanan. Demikian setiap perjalanan terdiri atas beberapa rentetan peristiwa, beberapa kali persimpangan, dan beberapa kali kita dihadapkan dengan banyak orang yang saling bersilihan jalan.

Tak kiranya sepanjang perjalanan itu tubuh kita telah banyak mendzolimi orang lain. Lidah yang tak luput dari cacian, hinaan, kebohongan, atau sebatas senyuman sinis dan bahkan lebih parahnya lagi digunakan sebagai perantara menyampaikan fitnah. Tangan yang lebih banyak digunakan untuk menghardik mereka yang lemah, berbuat dzolim, atau menyembunyikan kebenaran. Kaki yang senantiasa diperintahkan untuk menjauh dari RumahMu, atau bahkan dijadikan perantara untuk melakukan banyak perbuatan nista dan dosa.

Ya Allah.. Betapa berdosanya. Betapa banyaknya orang yang terluka atas setiap perkataan, perbuatan, dan segala tingkah laku saya. Seiring bertambahnya kesempatan yang Engkau berikan untuk saya terus diruntun banyak KaruniaMu. Kesempatan untuk hidup, diijinkannya saya untuk masih menetap disini, diBumiMu, disamping orang-orang yang Engkau Ridhoi.

Klik Sumber Gambar
Untuk segala yang tertinggal dibelakang. Untuk segala tindak-tanduk yang penuh marah. Untuk segala beban yang menghimpit dada yang penuh dendam. Untuk segala caci yang terungkap atau yang tergenap hanya menjadi risau hari. Untuk segala prasangka buruk yang menjadi asal-mu-asal segala dendam dan marah. Saya Mohon Maaf. Saya Mohon Maaf atas diri yang berdosa. Saya mohon maaf atas hati yang penuh cela. Saya mohon maaf atas mulut yang merobek hati hingga penuh luka. Saya mohon Maaf.

Ini bukan Catatan Semata-mata memeriahkan Hari Raya Idul Fitri 1437 Hijriah. Ini adalah Ibu dari Catatan-catatan saya sebelumnya.

Bismillah...

Saya bukan orang baik-baik. Jika terlihat baik dimata Kalian, itu atas Kebesaran Allah yang menutup Aib Saya sebegitu rapatnya.

Di catatan kali ini, ijinkan saya menyampaikan itikad baik untuk kedepannya. Dan semoga diberi keistiqomahan. Aamiin..

Sekali lagi saya bukan orang baik. Tapi saya ingin selalu berusaha untuk jadi orang baik. Sekiranya cukup untuk pantas mendapatkan Ridho dari Allah hingga Allah berkenan mengijabah semua do'a.

Untuk catatan yang pernah saya torehkan dengan penuh cinta atau bahkan murka. Cinta yang tidak hallal karena terjalin sebelum adanya ikatan syah di hadapan Allah. Cinta yang sembunyi-sembunyi karena tanpa ijab di hadapan orang tua. Dan saya akui, Saya pernah benar-benar mencintai seorang ikhwan bukan mahram. Saya pernah terjalin ikatan tidak hallal dengan lawan jenis. Singkatnya SAYA PERNAH PACARAN. Saya Mohon Maaf. Terutama maaf untuk imam saya kelak. Maaf karena saya tidak bisa menjaga hati hingga menjadikanmu yang pertama dan terakhir untuk menetap. Maaf.. Beribu Maaf karena pernah ada lelaki lain sebelum kamu yang saya perjuangkan mati-matian. Maaf... Beribu Maaf karena pernah ada lelaki lain sebelum kamu yang pernah saya cintai dengan sungguh-sungguh. Untuk semua kesalahan di belakang, Bolehkah Saya pada akhirnya memilih untuk sendiri sampai akad ? Bolehkah saya yang pernah pacaran ini pada akhirnya memilih jalur Taaruf untuk menjemput yang hallal ?

Saya tahu, tidak mudah mengambil jalan minoritas terlebih saya bukan ahli agama. Bukan perempuan dengan jilbab sempurna. Bukan Perempuan yang dinobatkan sebagai ahli syurga. Bukan perempuan yang mengundang kecemburuan bidadari-bidadari syurga. Bukan perempuan yang sering duduk di majlis mengikuti banyak kajian. Saya cukup sadar siapa saya. Saya cukup kenal baik atas diri. Tapi Ijinkan saya terus memperbaiki yang salah. Menghubungkan kembali apa-apa yang retak. Memungut segala yang berceceran. Saya ingin memperoleh RidhoMu ya Rabb.

Jika pada akhirnya saya meminta banyak bahkan berlebihan sedang saya hanyalah saya yang penuh kekurangan. Saya Mohon Maaf. Karena pada hakikatnya Saya tetap menginginkan imam yang baik dunia dan akhirat. Yang mampu memandu dan membimbing untuk memperoleh syurgaMu. Yang mampu menjadi panutan untuk anak-anak. Yang mampu menjadi sandaran gundah. Dan yang terpenting adalah yang bersedia dan ridho atas saya yang ingin memperoleh ridhoNya melalui ridho dirinya.

Aamiin !



 Jakarta, 11 July 2016 ( 10: 14 )
@shintajulianaa
 














No comments:

Post a Comment