December 16, 2017

Terobosan 60 Tahun Astra International yang menginspirasi



 
ASTRA INTERNATIONAL

Siapa sih yang enggak kenal dengan nama ASTRA?
Astra International Tbk sebelumnya bernama Astra International Inc, didirikan di Jakarta oleh William Soeryadijaya pada tahun 1957. Mulai berganti nama menjadi Astra International tbk pada tahun 1990. Kini, setelah berjalan 60 tahun yang menginspirasi, perusahaan Astra International tbk telah sukses mengepakkan sayapnya dan memiliki 218.773 karyawan pada 212 anak perusahaan, perusahaan asosiasi dan pengendalian bersama entitas yang menjalankan tujuh segmen usaha. Diantaranya,
1      1. Otomotif
2   2. Jasa Keuangan
3   3.  Alat Berat dan Pertambangan
4   4. Agribisnis
     5.   Infrastruktur dan Logistik
     6.  Teknologi Informasi
7   7.   Properti

December 13, 2017

Mobil88, Langkah Cerdas Pilih Mobil Bekas Impian




Sumber : https://twitter.com/mobil88Astra
Sampai sekarang mobil menjadi standar kesuksesan setiap orang. Di mana memiliki mobil menjadi kebutuhan lifestyle apalagi untuk yang tinggal di perkotaan dan berstatus sebagai anak rantau. Rasanya ada kebanggaan tersendiri jika bisa pulang kampung membawa mobil impian dan bisa mengajak orang-orang tersayang berwisata. Duduk dengan nyaman di belakang kemudi, sambil berdecak penuh bangga karena berhasil membahagiakan keluarga. Begitulah harapan anak muda pekerja keras demi membanggakan ibu-bapak. Meski tidak semua, tetapi, mobil memang menjadi simbol keberhasilan. 

December 12, 2017

(iBenerin) Cukup gadget kamu saja yang dibenerin, pacar kamu jangan.


Pengguna Apple di Indonesia memang tak sebanyak pengguna Android. Jadi, merupakan hal yang wajar jika pengguna setia Apple merasa kesulitan untuk menemukan tempat servis yang andal. Nah, karena latar belakang inilah iBenerin hadir untuk menjawab segala keluh kesah pengguna Apple.

iBenerin adalah tempat servis spesialis untuk berbagai produk Apple, mulai dari iPhone, Mac, Macbook yang bekerja secara professional dan menerima perbaikan Apple berbagai tipe.

Meski terbilang baru, ibenerin memiliki marketing strategy cukup baik dengan menerapkan dua metode yakni; online maupun offline. Untuk marketing strategy secara online, iBenerin turut serta menggandeng blogger yang merupakan ujung tombak dari social media campaign. Sedangkan untuk marketing strategy secara offline, iBenerin menggandeng iNetku, Axarva, startup Service Industries, dan technological companies yang memiliki end customer direct sebagai partner.

December 09, 2017

Temu Pengadaan Barang dan Jasa 2017


Temu Pengadaan Barang dan Jasa


Ngomongin tentang pengadaan barang dan jasa, emang gak pernah ada habisnya. Berbagai infrastruktur di Indonesia, sangat tergantung dengan lembaga penyedia barang dan jasa, bahkan mencapai 409 triliun dari APBN 2017, dialokasikan untuk pengadaan barang dan jasa. Angka tersebut belum termasuk infrastruktur yang dibiayai oleh Pemerintah Daerah (APBD). Dengan semakin besar anggaran yang dikeluarkan, maka semakin besar pula potensi tindak pidana korupsinya. Hal inilah yang menjadi alasan mendasar P3I setiap tahunnya melaksanakan Temu Nasional Pengadaan, dengan tujuan agar semua jajaran pelaksana kegiatan pengadaan barang dan jasa bisa lebih aware.

November 15, 2017

HKN-53; Sehat Keluargaku, Sehat Indonesiaku



 Jakarta, 12 November 2017

“Sehat Keluargaku, Sehat Indonesiaku”. Kira-kira seperti itulah petikan dari pidato wakil presiden Republik Indonesia di Bundaran Hotel Indonesia (Kawasan Car Free Day) pada tanggal 12 November 2017, Minggu pagi. 


November 11, 2017

12:13:00 PM 0

Mengenal lebih dekat tentang OBESITAS



Pada tanggal 7 November 2017, saya dan beberapa rekan dari blogger crony berkesempatan untuk menghadiri seminar ‘Obesitas se-dunia’ yang diprakarsai oleh Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Seminar yang bertajuk ‘Cegah Obesitas melalui germas’ dilaksanakan di Hotel Haris Kelapa Gading dengan mengundang beberapa blogger, media, dan tentunya pegawai dari Kementrian Kesehatan itu sendiri.

August 30, 2017

Mie Ongklok Longkrang



 
Mie Ongklok Longkrang

Jalan-jalan ke Dieng, kayaknya gak lengkap kalau belum makan mie ongklok. Kamu pernah dengar apa itu mie ongklok? Mie ongklok adalah makanan khas dari daerah Wonosobo dan setahu saya, hanya ditemukan di wonosobo. Jadi, buat kamu yang ada rencana berwisata ke daerah Wonosobo, kamu wajib mencicipi mie ongklok.

Kenapa dinamakan mie ongklok? Hal ini disebabkan karena penyajian mienya yang dicampur dengan sayuran kol segar dan potongan daun kucai. Dimana kol dan kucai adalah sayuran khas Wonosobo. Sementara kuah mie ongklok begitu kental bahkan lebih kental dari kuah kari karena terbuat dari campuran saripati singkong, gula merah, dan udang kering.

August 26, 2017

12:55:00 PM 0

Perjalanan menjemput Golden Sunrise, Sikunir



 Bagiku, yang terpenting dari sebuah perjalanan bukan tentang secepat apa kita sampai. Tapi, seberapa banyak pelajaran dan tentunya dimana kita pada akhirnya  'sampai'. ditujuan itu atau mungkin berputar arah sebelum sampai pada tujuan itu sendiri.

Sudah lama, begitu lama dan begitu banyak rencana perjalanan yang hanya cukup berakhir sebagai wacana. Tak pernah jadi nyata, muluknya sampai bisa mejeng di rekaman memory. Tapi, entah kemarin itu faktor lucky atau memang sudah waktunya kaki ini menginjak satu destinasi yang dulu hanya mampir di alam mimpi.

Perjalanan ini bermula dari rasa jenuh yang tak kunjung mereda, malah makin terasa sampai sesak di dada, lagi dan lagi. Awalnya sempat kuberi nama perjalanan ini sebagai “pelarian”, Namun pantaskah disebut pelarian jika pada akhirnya aku ingin menjadikan pelarian itu tempat pulang? Skip for this statement.  

August 19, 2017

12:54:00 PM 0

Yuk, jadilah bagian 'Indonesia Berqurban' di ACT-Global Qurban!



Indonesia Berqurban

Seperti yang tekah kita pelajari sejak di bangku Sekolah Dasar, berqurban adalah serangkaian ibadah umat muslim dengan tujuan lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan jalan menyembelih hewan qurban berupa sapi, kambing, kerbau, atau unta sesuai dengan syariat-syariat islam
.

Ibadah Qurban disyariatkan merupakan bentuk pengorbanan dan rasa syukur hamba beriman kepada Sang Pencipta. Sejarah berqurban pertama kali ada pada jaman Nabi Ibrahim AS, dimana Al-Qur’an pun menceritakan bahwa pada masanya, Nabi Ibrahim AS pernah diperintahkan Allah SWT untuk menyembelih putranya yakni Nabi Ismail AS. Namun firman Allah turun, yang dimana Nabi Ibrahim AS diminta mengganti putranya dengan hewan qurban. 

July 26, 2017

[REVIEW] Nongkrong di MiABi ditemani semangkuk Mie




Berbicara tentang tempat tongkrongan di Jakarta, emang gak ada habis-habisnya. Dari mulai kawasan elit seperti Kemang dan Dharmawangsa, sampai Ciputat daerah perbatasan Jakarta dan Tanggerang, warung tongkrongan sudah gampang banget Kita temukan.  Mulai dari warung tongkrongan yang didesain nyentrik sampai minimalis, bisa Kamu nikmati di Jakarta.

July 18, 2017

Nasi Goreng 'JUNET' ganjel yang pas untuk perut keroncongan.





        Kalo ngomongin  tentang makanan, setiap orang punya favoritenya masing-masing. Tiap lidah punya selera berbeda. Cocok bagi lidah Saya, belum tentu cocok buat Kalian. Tapi kali ini ijinkan Saya mencoba mereview satu makanan yang sering banget Saya santap untuk ganjel perut lapar dalam jangka waktu yang lama di malam hari. Namanya Nasi Goreng Kornet Keju (Junet) Roti Bakar Wiwied. Sebelum kenalan dengan menu andalan Saya, Kalian perlu tahu dulu tentang Warung Roti Bakar Wiwied.


July 09, 2017

Hati-hati sama Jempol !


https://www.youtube.com/watch?v=G7bmRiolA5I
JEMPOLMU, IDENTITASMU !
“Hati-hati sama jempol”. Posisinya masih sama duduk didepanku, tangannya bersidakep, dan bibirnya tersenyum jahil. Temanku yang satu ini suka memulai omongan berat dengan sunggingan senyum khasnya. Senyum khas anak SMA yang masih doyan ngeledek teman sebangku pake nama Ayah.
“Eh,Maksudnya?” sontak Aku bertanya. Temannya yang kala itu sedang mengaduk kopi langsung terhenti dan langsung menatapnya. Begitupun Aku yang sedari tadi asyik membuka feeds instagram langsung menghentikan aktivitas.
“Iya jempol Kamu. Jangan sampe orang salah menilai Kamu hanya karena jempol Kamu itu”. Aku masih tak faham dengan maksudnya. Dan Diapun berceloteh panjang menjelaskan.


         Jempol. Sebagai user dunia maya, kita  pasti mengerti bahwa “jempol” bertebaran sebagai tanda suka terhadap sebuah postingan yang dibuat oranglain. Entah itu jempol bertebaran atas dasar memang kita menyukai postingan tersebut, atau sebagai ajang penghargaan karena kita mengenal orang yang mempostingnya. Temanku bilang, bahwa setiap gerak-gerik Kita bisa mencatat satu nilai diri. Saat jempol kita bertebaran pada yang bukan seharusnya, maka khalayakpun dibuat tahu bahwa Kita penggemar hal-hal seperti itu. 

             Sebut saja saat Kita doyan menyukai postingan-postingan quote pernikahan, maka akan ada segerombolan orang yang berpendapat bahwa Kita lagi ngebet banget nikah. Saat kita rajin menyukai postingan tentang kesedihan atau kegalauan, maka akan ada segerombolan orang yang melabeli kita barisan orang-orang galau. Memiliki rasa yang sama seperti isi postingan tersebut. Dan bagaimana jika Kita doyan menyukai gambar-gambar tidak senonoh di sosmed ? Atau bagaimana jika jempol kita sering nyangkut di akun-akun 18+ ? Tanpa Aku jelaskan, Kamu pasti bisa mengerti apa yang akan orang lain fikirkan tentan itu.

               Memang, apapun yang Kita lakukan baik dan buruk akan selalu  ada komentar miring. Tapi selagi Kita bisa mencegah, why not ?
“Emang Kamu gak gerah kalo misal nih Kamu niat diseriusin sama orang tapi misal orang itu masih demen banget like foto-foto selfie cewek atau lebih parah foto sexy. Gimana ?”

            And then, Aku sepimikiran sama temanku. Saat kita ingin dijaga perasaannya, ingin dijaga pandangannya, Maka hal pertama yang harus Kita lakukan adalah memulai yang Kita inginkan itu pada diri kita.

            Dan setelah percakapan itu berakhir, Aku mendapat pelajaran berharga. Jaga jempolmu biar kelak jempolnyapun dijaga buat menghargai posisimu. Mungkin banyak orang yang akan bilang ini berlebihan. Tapi bagi diriku sendiri, membangun personal branding itu penting. Dan aku tidak ingin dikenali dengan hal-hal negative yang menempel pada diriku.
Ngelike boleh, jempol berkeliaran boleh, asal tau mana yang perlu diberi jempol dan mana yang cukup diabaikan.

Mengenai inipun berlanjut pada chat malam hari dengan temanku lagi.
"Shin.. Masa Aku liat doi suka ngelike'in foto begituan. Padahal Do'i kan. Ah you know lah ya. Apa karena posisi udah married ya shin".

Intinya sih, Selagi kita bisa membuat hal-hal yang baik-baik biar dikenali baik dan siapa tau didekaki orang baik, Kenapa harus acuh tak acuh tentang ini ?

Ini bukan tentang 'Be Your Self', karena 'Be Your Self' yang baik harus di ikuti dengan 'Ya, Aku begini tapi aku akan berusaha untuk menghilangkan sifat burukku minimalnya diminalisir agar kelak menuju baik'.

Cukup sampe disini sharing nya, Semoga bermanfaat. See you~~







July 06, 2017

Berawal dari Malam yang tanpa Wacana !




Setiap pertemuan pasti ada maksud tertentu. Entah itu berupa faedah atau mudarat, tergantung bagaimana kita meracik pertemuan itu.Jadi racunkah, atau jadi obatkah ? Setiap pertemuan itu menghasilkan peristiwa yang akan berkaitan dengan peristiwa lainnya, membentuk sebab akibat yang menentukan bagaimana kita kemudian. 
 Cerita ini bermula dari ajakan teman lama untuk ngumpul bareng di filosofi Kopi Melawai, berlanjut ke Gulai Tikungan Belakang Mall Blok M Plaza dan berhenti di Tenggo Food Street Pondok Indah. Pertama kali kumpul, langsung 3 destinasi.
Awalnya Aku agak ragu menerima ajakan dari Meila kala itu. Selain ini acara dadakan, kebetulan bebarengan dengan ritual malam Mingguku yang diisi dengan nonton Thai Movies sampe tengah malam. Menonton Thai Movies bagiku adalah refreshing jangka pendek yang lumayan bisa memperbaiki mood sepulang kantor di Hari Sabtu (Catet ! sabtu masih ngantor ). Ceritanya yang lucu penuh komedi yang disajikan dalam drama sederhana namun dibungkus dengan apik, mampu membuat Thai Movies menjadi tontonan wajib setiap sabtu malam. Setiap orang pasti punya jalan masing-masing untuk menghilangkan setres kan ? Nah buat Aku pribadi nonton drama Thailand adalah obat mujarab buat memperbaiki mood.
Untuk kali itu, aku mengikhlaskan beberapa film yang baru di download siang tadi dengan lancarnya berkat XL di situs lk21 seperti fabulous 30, One day, Back to the 90s, cat a waab,  yang  di pending sampai minggu malam. Download film sebanyak itu kuota apa kabar ? Alhamdulillah kuota Aku baik-baik aja tuh sekalipun sering banget download film kapasitas besar. XL emang provider yang paling mengerti Kami barisan tukang download film.
 Dengan perasaan setengah hati akhirnya Aku bergabung bersama Meila, Dinda, Idan, dan Singgih malam itu. Selain karena Thai movies yang aku tinggalkan, Akupun enggak begitu dekat dengan Mei, Dinda, dan Idan. Lain halnya sama Singgih yang sudah beberapa kali hangout bareng Aku, Tika, dan Haris.Tapi atas dorongan rasa gak enak karena Aku sudah berkali-kali menolak ajakan kumpul dari Mereka, Akhirnya malam itu, Aku bisa mendorong tubuh ini bergabung bersama Mereka.
Malam itu suasana mendukung banget buat yang mau jalan-jalan keluar. Angin bertiup sepoi-sepoi, rasi bintang Orion di sebelah barat  jelas terlihat dengan mata telanjang. Ya, malam itu Tuhan memberikan jatah langit cerahnya pada Kami. Padahal jujur Aku ngarepnya Hujan biar bisa jadi alasan mangkir.
Aku termasuk orang yang susah nerima orang baru, dan gak banyak ngomong kalo belum kenal dekat. Jadi berasa di dalam jaring aja kalo lagi sama orang-orang yang belum begitu deket. Tapi, gimana mau deket, kalo Aku sendirinya juga menutup diri. Yasudahlah… akhirnya Aku bergabung dengan Mereka seusai magrib. 


“Ih shinta mah sombong asli, susah banget diajak kumpul”. Celetuk Singgih yang mungkin bisa dibilang paling akrab denganku daripada yang lainnya saat itu.
“Lagi sibuk apa Shin sekarang?” Tanya mang Idan sambil memotong martabak special dari Tenggo.
“Eh iya, kamu tuh bikin brand hijab ya, mau atuh sih”. Lanjut Dinda kemudian
“Masih dalam tahap percobaan Din, Aku juga lagi butuh artis endorse, followers Kamu sama Mei kan lumayan ya di IG, boleh atuh Aku endorse. Sesama teman mah Gratiskan?” Begitulah obrolan mengalir. Sampai suasanapun menjadi cair. Aku mulai menikmati cerita mereka, leluconnya, sampai akhirnya bisa terbahak mendengar cerita salah satu dari Mereka. 


Kedekatan Kami terutama Aku dengan Mereka dimulai dari Tenggo Food Street Daerah Pondok Indah, yang disusul dengan banyak jadwal hangout setiap akhir pekan di kemudian hari. Pertemanan aku, dinda, Mei, membawa manfaat ke bisnis kecil-kecilanku. Begitupun dengan pertemananku dengan Mang Idan yang membawa manfaat ke ajang seru-seruan alias bagi-bagi humor penghilang setres walaupun isinya lempar-lempan lelucon konyol.

“Eh Foto-foto Yuk”.
“Sing keceh atuh kali aja di endorse”.
“Singgih fotoin ih biar hits kayak kamu”.
“Pengenlah di foto sama kamera terFujilah”.
“Pengenlah di foto sama anak Hits MNC”.
“Deuh.. pengen sih foto OOTD mang”.

Dan banyak lagi celetukan-celetukan ringan setiap Kami kumpul. Tapi celetukan yang aku sebut di atas, tak pernah Alfa di setiap pertemuannya. Mungkin Cuma mang Idan yang paling cool diantara kami berlima saat itu. Yang Cuma berkomentar
“Terserahlah kemana aja aku mah”.
“Ikut baelah, sok bae”.

***
 Jadi inti dari cerita ini adalah : 
 Jangan terlalu menutup diri dalam bergaul, kita tak pernah tau "manfaat" apa yang akan diberikan dari teman sepergaulan. Pun jangan terlalu terbuka dalam bergaul, kita tak pernah tau, "mudarat" apa yang akan diberikan dari hasil pergaulan. Yang terpenting, drive pribadi kita untuk terus menjaga ukhuwah dengan jalur-jalur yang benar. Tanpa kita sadar, banyak hal baru yang bisa kita pelajari dari teman sepergaulan. Dari ceritanya, dari kisahnya, dari pribadinya. Banyak ketidaktauan yang akhirnya mendapat asupan pengetahuan sehingga ilmu kita bertambah karena berawal dari dialog-dialog ringan dengan seorang teman.
Jangan pernah menyepelekan interaksi. Dan.. jangan pernah membatasi diri untuk terus memulai hal-hal baru. Karena kita tidak tau, interaksi dan hal baru mana yang membawa kita pada perubahan lebih baik.
       Caption--->  IG @Shinjuku.id  march 15


July 02, 2017

Jodoh Pasti Bertemu



JODOH PASTI BERTEMU!
Kadang kita merasa ada pada batas ujung, sampai sulit membedakan mana putus asa atau memang pasrah lillah karena ikhlas.
Dalam perjalanan ini, kita sama. Sama-sama ingin saling menemukan. Tapi, bisakah kita menemukan tanpa saling membuka diri ?
Ini bukan tentang kriteria. Jikapun Maumu yang cantik, pintar, & kaya. Maka, Aku hanya bagian dari remahan itu semua.
Ajari aku untuk menjadi baik. Karena akupun, ingin berusaha selalu menjadi istri dan ibu yang baik untuk rumah kita dimasa nanti.


📌Jakarta, 3 July 2017
***

June 23, 2017

12:05:00 AM 4

Nyari Batik di Jakarta ? Yuk ke ITC Permata Hijau




ITC PERMATA HIJAU sebagai, Pusat Batik di jakarta
PUSAT BATIK ITC PERMATA HIJAU !!
          Seperti yang sudah kita ketahui, Batik merupakan warisan budaya nenek moyang yang keindahannya sudah diakui di kancah Internasional. Pada awalnya batik hanya digunakan untuk acara-acara formal sebagai pengganti jas, blouse atau kemeja. Seiring dengan perkembangan di dunia trend busana, Penggunaan batik tak hanya digunakan untuk acara formal saja. Designnya pun tak hanya berkutat pada blouse atau serupa kemeja. Zaman sekarang sudah banyak batik yang dimix and match dengan bahan katun lalu dibuat dress, atau bahkan batik yang didesign santai untuk pergi ke pantai.

         Hal ini menyebabkan banyak kaula muda mulai menjadi pecinta batik. Selain menunjukan karakteristik bangsa yang elegan, memakai batik masakini dengan design trendy bisa mempercantik penampilan.

June 19, 2017

11:33:00 PM 6

Sharing Session Bersama Ibu Monica Anggen



Sharing Season bersama Monica anggen
SHARING SESSION BERSAMA IBU MONICA ANGGEN ! !
"Jangan menulis dengan tujuan untuk dibaca orang banyak. Jangan menulis dengan harapan bisa merauk keuntungan. Jangan menulis dengan impian bisa jadi terkenal. Menulislah untuk diri sendiri. Menulislah dengan hati. Jangan jadikan publik dan harapan-harapan lain jadi tembok batas dirimu berkreasi. Mulailah menulis dengan hati untuk dirimu sendiri". Monica Anggen, 18 Juni 2017.
Kemarin, saya mengikuti sharing session yang di adakan Komunitas Blogger Jakarta di salah satu Mall di Bilangan Jakarta Selatan bersama Ibu Monica Anggen. Beliau adalah penulis best seller Gramedia pustaka yang karya-karyanya sudah dinikmati banyak kalangan. Jika kalian mampir ke Toko Buku Gramedia, pasti kalian pernah melihat buku-bukunya mejeng disana. Beberapa buku karyanya yang ramai di pasaran diantaranya; Yakin selamanya jadi pojokan, Enggak usah kebanyakan Teori deh, 99 Cara berfikir ala Sherlock Hormes, dan masih banyak lagi

Mendapatkan kesempatan untuk mengikuti sharing session langsung bersama orang yang sudah ahli di bidangnya itu menghasilkan perasaan-perasaan lain. Selain rasa kagum dengan karya-karyanya, Kamipun dibuat benar-benar mengerti dengan dunia kepenulisan. Seperti tanpa tiding aling-aling, Bu monica bercerita tentang awal kariernya sampai sekarang.

May 19, 2017

3 Alasan Bergabung dengan Komunitas Blogger JAKARTA




logo blogger jakarta


Lagi seneng-senengnya ngeblog. Mood saya belakang ini juga mendukung banget buat nulis hal-hal positif. Lagi bener-bener adem ayem sama situasi dan kondisi.

Minggu kemarin, saya jadi sering stalk akun instagram milik Blogger Perempuan dan Blogger Jakarta Community. Nyari-nyari event yang memungkinkan saya buat join. Nambah-nambah ilmu tentang blogging. Sebenernya saya ngeblog sudah dimulai dari tahun 2011, tapi masih stuck di istilah ngeblog buat diri saya sendiri. Menulis kalo emang mood nya lagi baik, atau memang lagi pengen nulis aja. Nulis hal-hal yang saya suka aja. Lebih tepatnya menulis hanya untuk diri saya saja. Berhenti disitu.

Sampai akhirnya tahun kemarin saya tergerak untuk lebih menulis tentang hal lain. Cerita tidak melulu harus tentang cinta kan ? Maka, tahun kemarin saya melakukan perombakan besar-besaran di blog pribadi saya. Menghapus sebagian tulisan yang terlalu berlebihan dan tetap menyisakan beberapa tulisan yang menurut saya cukup baik untuk dipertahankan. Tapi, seiring berjalannya waktu, mood sayapun kembali down. Blog kembali seperti kuburan tak terurus. Beberapa kali menulis tapi hanya berakhir jadi draft. Ternyata perkembangan saya hanya sebatas perombakan thema blog, gaya bahasa yang digunakan, dan beberapa postingan yang lebih bisa dinikmati bersama. 

May 15, 2017

#Challenges 30 Hari tanpa MEDIA SOSIAL ( DAY-8 : How Lucky You Are.. )

How lucky you are..

Terbesit satu pernyataan yang cukup menampar sabtu malam kemarin. Saat aku terlalu peka buat hal-hal yang tak ku miliki, justru Allah ngasih petunjuk yang mana harusnya aku peluk erat. Yaitu, tentang apa yang sudah Allah berikan dan aku miliki sekarang. Kadang, terlalu mudah bagi kita menghitung berapa poin yang belum kita miliki, ngerasa iri dengan apa yang dimiliki orang lain, memperhitungkan baik buruk diri kita dan bertanya, "Kenapa si gue gak dikasih ini, padahal better gue ya." And well.. kamu sama sekali  berasa merana dan jauh dari rasa syukur.

Saat buka mata, dan liat apa yang sudah aku miliki sekarang. Teman yang banyak, Sahabat yang sangat-sangat baik, Keluarga yang selalu ada dan pekerjaan yang cukup baik. See... How Lucky I'am.

Kadang kita memang cenderung menutup mata dari apa yang sudah kita miliki. Lebih banyak mengekor pada pencapaian orang lain. Padahal, kita juga tak pernah tau, apa yang sudah dia korbankan atas pencapaiannya. Yang kita lakukan hanyalah compare and compare. Padahal hidup ini bukan matematika yang perlu ada pembanding. Misal, saat kita melihat orang-orang yang sukses, yang kita lihat hanyalah rutinitas liburannya yang meyenangkan, keluarganya yang serba tercukupi kebutuhannnya. Apakah kita mau mengerti bagaimana suaminya bekerja keras untuk itu ? Bagaimana suaminya rela pulang larut malam, Bagaimana suaminya rela masuk kerja di tanggal-tanggal merah, Bagaimana dia harus memberi pengertian pada keluarganya saat acara liburan gagal karena ada kerja dadakan. Could you explain it 

Saat kita penuh dengan perasaan terpukau, melihat seorang anak yang cerdas. Mau taukah bahwa banyak dari waktu bermainnya dia gadaikan untuk kecerdasan itu ? Disaat anak-anak lain bermain games, dia harus membelanjakan waktunya dengan les-les tambahan. Saat orang tua yang lain memberikan hadiah-hadiah boneka besar, orang tuanya lebih memilih untuk memberikan buku-buku tebal. Could you explain it?

Jangan sampai, hanya karena satu yang kita mau belum tercapai, lantas menutup nikmat dari lima yang sudah kita dapatkan.

Jangan mudah iri terhadap pencapaian orang lain. Kalo usaha kita belum sebanding, kalo pengorbanan kita belum apa-apa.

Belajarlah untuk melihat semua dari dua sisi. Jangan hanya karena kamu suka satu sisi, jadi  melupakan sisi lainnya.

Dan.. belajarlah untuk bersyukur. Karena kamu beruntung dengan segala nikmat yang tak terhitung apalagi terukur.


Open my eyes, and See.. how lucky I'am have best friend like you !

******
Saat kamu dijadikan salah satu orang tempat berbagi.
Saat kamu dijadikan salah satu orang tempat untuk pulang.
Menjadi orang yang dicari, menjadi orang yang dianggap berharga 
dan adanya kita di syukuri. God, its more than alive. 
******
[Jakarta, 15 Mei 2017 (16:22)]


Untuk kalian semua, kalian beruntung. Sangat beruntung. Saat kalian merasa kurang beruntung, lihatlah kedalam, bukan keluar. Lihat dirimu, apa yang sudah kamu miliki. Jangan melihat keluar, lalu membandingkan kepunyaan orang lain. 

Kamu beruntung. Kamu beruntung dengan segala kekurangan kamu. Dengan segala masalahmu. Dengan segala yang kamu miliki. Kamu beruntung.

@shintajulianaaa
untuk bonita, semoga lancar sampai hari-H ya sama Defri.
dari teman main kelereng 15tahun lalu.

#satuharisatutulisan
#30haritanpasosmed






May 13, 2017

10:00:00 PM 0

#Challenges 30 Hari tanpa MEDIA SOSIAL ( DAY-6 : "KENAPA KAMU DI UNFOLLOW ?" )



KENAPA SIH GUE DI UNFOLLOW ?

           Minggu kemarin, saya sempat melakukan voting ke beberapa teman saya tentang hal-hal apa saja sih yang menyebabkan kamu harus unfollow akun seseorang ?  Agak shocked juga dengan berbagai jawabannya. Diawali dengan motif iseng-iseng berhadiah recehan, mulailah chat sana-sini dengan tujuan menanyakan hal yang sama, "Apa yang bisa menyebabkan kamu harus mengunfollow akun seseorang".  Ini merupakan jawaban dari "kenapa si Kamu di Unfollow?" 

 
Jika dirangkum, kira-kira jawabannya menjadi beberapa poin dibawah ini :

1. Akun yang isinya foto-foto selfi dengan tampilan full face

           Ladies, pasti enggak nyangka banget. Kalo ada beberapa cowok dengan karakter tertentu emang risih ngeliat postingan foto-foto full face yang berlebihan di sosial media. Selain risih, cowok dengan karakter ini, rata-rata termasuk kedalam good man yang emang ada niatan untuk jaga pandangannya.
           Nah, cewek juga pasti agak geli juga kan kalo ngeliat cowok yang doyan banget selfie. Kebanyakan si bilang Yess !
           Tapi, terkadang tangan-tangan usil kita ini, memang pengen banget ngepost muka kita dalam keadaan yang better atau best face. Tujuannya sama; ngeraih pujian. Kalo gak terlalu sering si, its oke ya. Tapi kalo sampe keseringan apalagi ketergantungan, yaa.. hati-hati entar ada yang ilang feeling.
           
Klik Sumber Gambar
2. Akun yang diduga menyebarkan kebencian atau provokasi

         Banyak orang yang berharap masuk keranah sosial media untuk mencari informasi atau mencari hiburan. Namun, seiring banyaknya isu ini dan itu, maka terbentuklah akun-akun pengguna sosmed yang emang demennya nebar-nebar kebencian, provokasi sana-sini, hingga yang timbul ujungnya adalah perasaan gerah.
         Nengok feed di instagram, ada postingan si anu yang hobby-nya nyinyir. Kadang, repost sesuatu yang kebenarannya belum pasti (HOAX). Yang dia like-in, akun-akun frontal yang isinya provokasi. Hm, untuk yang satu ini, wajarlah buat di unfollow.

3. Gak Begitu Kenal

        Dimulai dengan  bisikan, "Hm.. si A, B, C follow dia juga. Jangan-jangan dia adik kelas dulu pas di TK. Follow ajalah ". Eh ternyata, dilihat dengan teliti, kamu sama-sekali gak ngerasa kenal sama dia. Dan kamu termasuk pribadi yang membatasi pertemanan di dunia maya. So, Lets Unfollow  !
        Gak salah kan ? Malah better daripada kita terlalu mengekpose hidup kita tanpa kita tahu siapa yang melahap informasi tentang kita, pasti ada perasaan gak nyaman. Was-was, mengingat kejahatan dunia maya yang lagi marak terjadi belakangan.
        
4. Si Pesimis, Si Piktor (Pikiran Kotor), Si tukang Nyepam

        Karena instragram diperuntukan bagi semua kalangan. Dari mulai anak yang baru bisa bedain mana jempol mana telunjuk, sampe yang doyan nunjuk-nunjuk orang. Jadi merupakan hal yang wajar juga jika instagram dijadikan tempat pertemuan berbagai karakter. Tergantung bagaimana kita memfilternya aja.
       Ada yang risih dengan akun yang isinya caption menyek-menyek. Setiap hari postingnya sedih, pesimis sama hidup kayak abg labil yang baru di putusin.
      Ada yang males dengan akun si Piktor yang doyan posting, atau like sesuatu yang gak pantas. Setiap posting, isi captionnya menggiring kita buat berimajinasi liar.
      Ada juga si tukang nyepam yang doyan banget nyampah di mana-mana.

Setiap pengguna instagram, punya hak sama. Saat kita tidak bisa melarang, atau bahkan mengontrol postingan orang lain, maka lebih baik kita mengontrol tangan kita sendiri. Memilah dan memilih akun-akun mana saja yang pantas di ikuti dan akun mana saja yang pantas di skip.

5. Akun Mantan ( Mantan Gebetan, Pernah suka, Pernah punya harapan dll)

         Nah yang paling banyak voting alasan  mengunfollow akun seseorang, berkaitan dengan mantan. Apalagi kalo mantannya sudah berhasil move on. Cuma orang-orang yang punya mental baja yang masih follow akun mantan. Hehe..
         Alasannya si simpel, ada yang bilang gak mau lagi berhubungan sama hal-hal yang menyangkut doi, ada yang bilang gak kuat ngeliat dia sama yang lain, ada yang bilang pengen memulai hal baru.
        Tapi ada juga yang menanggapi mantan biasa aja di sosial media. Yang cuek bebek ngeliat doi dengan gandengan barunya, yang gak terlalu di ambil hati dengan segala bentuk sindirannya. WOW.. dahsyat ya.
Klik Sumber Gambar


         Nah, itu dia simpulan dari hasil voting  minggu lalu. Terlepas dari semuanya, kembali lagi ke pribadi masing-masing.

Selamat hari sabtu, dan semoga bermanfaat !
       


@shintajulianaaa
#satuharisatutulisan

#30haritanpasosmed

        




May 12, 2017

#Challenges 30 Hari tanpa MEDIA SOSIAL ( DAY-5 : TENTANG KETIDAKPASTIAN )


klik sumber gambar !
 




When You want to ask
Take a lot of explanation
But you know
You are only part of the unquestionable
(@shintajulianaaa, 12 Mei 2017 )

Jangan memberi nyawa pada amarah. Kali ini aku mengalah. Bukan karena kecewa yang tak cukup buat ku marah. Hanya.. aku tak ingin memberinya nyawa dengan drama-drama yang hanya akan memperparah.

Hari-hari tenang yang aku pilih belakangan. Membuat ruang ku cipta semakin terasa renggang, aku yang putuskan untuk mencukupi segala perasaan. Meski memang, mungkin segalanya akan berjalan perlahan. Meski mungkin perasaan tak sepenuhnya terbunuh oleh kekecewaan. Setidaknya.. aku hanya butuh penerimaan. Bukankah, berlari dari kebencian hanya akan membuat kita semakin dekat dengan kebencian itu ? Membawanya pada setiap waktu yang tumbuh di sela aktivitas, membuatnya tetap hidup dalam hari-hari yang kurangkai dengan harapan yang lebih baik. Dan.. aku tau, rasa itu tak akan mati hanya karena aku berlari. Dan.. rindu itu tak akan sirna hanya karena aku tak lagi ingin bertemu kembali . Dan.. kamu tak akan sekejap ku lupa, hanya karena aku sudah terlanjur kecewa.

May 11, 2017

#Challenges 30 Hari tanpa MEDIA SOSIAL ( DAY-4 : TENTANG MENULIS )

Ketika menulis bagiku lebih dari aktivitas membuat tulisan indah. Ketika menulis bagiku lebih dari mengisi waktu luang. Ketika menulis bagiku lebih dari menerjemahkan perasaan. Ketika menulis bagiku lebih dari sekedar pulang. Ketika menulis memberi warna pada setiap cerita, saat itu aku telah berhasil menciptakan dunia.

Proses menulis bagiku seperti ritual. Membutuhkan tenang dan pikiran yang terbuka pada sekitar. Agar kepekaan bisa menangkap lebih banyak warna dari setiap kisah yang ingin kuceritakan. Karena aku ingin menulis yang bukan sekedar menyenangkan tapi menenangkan.

Memasuki usia 23tahun kemarin, aku memfilter banyak hal termasuk mengkotak-kotakan mana yang harus di tuangkan dan mana yang cukup sekedar di rasakan. Aku sedang ingin menulis segala hal-hal yang baik, jika mengenai sesuatu yang burukpun aku ingin disampaikan dengan baik. Lebih membentengi diri untuk tidak mengikuti nafsu, mengekalkan amarah dengan kata-kata yang membabi buta. Aku ingin jika pun marah, marahlah dengan elegan. Tanpa perlu menyakiti lagi banyak orang dengan kata-kata yang tak seharusnya di lontarkan.

Usia memang masih saja jadi batasan. Tapi tanpa batasan, mau jadi apa selain binatang.Usia memang harus selalu jadi pertimbangan, dalam setiap mengambil garis kelakukan.

Kadang.. aku ingin menulis hanya agar aku tenang. Meluapkan berbagai hal tanpa perlu memikirkan bagaimana efek kedepan. Tapi, bukannya tenang.. justru aku dijekar-kejar pertanggungjawaban atas rasa marah yang berlebihan. Apalagi jika diisi sumpah serapah dan kata-kata kasar. Rasanya aura negatif sudah mengental, sulit untuk di cairkan. Karena itu, aku memilih menulis dalam keadaan tenang. Biar isinya lebih bernilai. Kalopun tidak, cukup untuk ku baca lagi agar kembali tenang. Kalo isinya banyak marahnya, banyak negatifnya, ketika dibaca kembali, ya itu lah yang terbaca. Tulisan yang ditulis dengan kebencian, lalu diuraikan dalam kata-kata yang gak baik, enggak mungkin tahun depan berubah jadi tulisan yang ketika membacanya menenangkan bukan ?

Aku suka jalan-jalan ke blog yang isinya cerita sehari-hari yang ringan, tapi nilainya berbobot. Banyak nasehatnya. Aku suka membaca novel yang ketika membacanya, kita bukan hanya sekedar membaca cerita, tapi juga memperoleh pengetahuan. Seperti novel Ika Natassa yang berhasil membuatku melek sama kehidupan metropolis dalam skala internasional. Sama seperti novel Dee Lestari yang membuat kita melek sama kata-kata baru. Sama seperti novel Tere Liye, yang membuat kita sadar karena banyak nasehat-nasehat besar dalam ceritanya yang sederhana.

Ketika menulis adalah proses mengurai permasalahan, maka menulis butuh ketenangan. Agar mampu mendengar suara perasaan. Ketika gegaduh di luar tak bisa diredam, maka lebih baik memberi jeda pada letupannya. Jika hari ini belum tenang, tunggulah.. siapa tau besok apinya sudah padam.

Ketika hidup tak henti-hentinya berkaitan dengan segala permasalahan. Tak henti-hentinya memaksa untuk terus bergerak. Disamping semua itu, permasalahan dan kesulitan memaksa kita untuk terus berkembang. Bukankah kenyamanan tak akan pernah membuat kita berkembang ? Kenyamanan hanya akan meninabobokan, membuat kita terlelap di posisi yang sama; sukar bergerak.

Ketika menulis adalah proses mengenal perasaan. lalu diterjemahkan dalam pengenalan jatidiri yang panjang. Maka menulis bagiku lebih dari sekedar bercerita panjang lebar. Menulis adalah perjalanan meredam gejolak emosi. Menulis adalah proses mengurai permasalahan. Menulis adalah cara meluapkan perasaan dengan cara yang elegan. Maka, tidaklah salah jika aku disini sekarang.Menulis dengan tujuan, semua bisa terurai dengan baik. Dan esok lusa aku membaca kembali, aku melihat tembok-tembok tinggi yang aku bangun untuk menjadi batasan seorang perempuan dengan gejolak perasaannya.

klik sumber gambar
____________________________
You can find me,, 
You can knowing me..
You can see me..
more than when you look my eyes inside.
no other place, except here !
Read with your heart.
Read with your mind.
Read with you soul.
and.. Find me !

Jakarta, 11 Mei 2017 (18:58) 

______________________________


FYI, ini adalah salah satu tulisan dalam memenuhi #CHALLENGES30HARITANPASOSMED !






May 10, 2017

#Challenges 30 Hari tanpa MEDIA SOSIAL ( DAY-3 : MENGENAL SEKOLAH KARAKTER )







Mengenal Sekolah karakter.

       Berhubung dengan adanya challenges 30 hari tanpa media social, saya juga menantang diri saya untuk selalu menambah wawasan atau pengetahuan saya dengan hal-hal baru. Dan di hari ketiga saya tanpa media social ini , waktu luang yang biasa saya gunakan untuk melihat news feed di instagram atau membaca banyak topik di facebook, saya alokasikan untuk mengetahui lebih dalam tentang sekolah karakter.

         Berawal dari obrolan-obrolan ringan memang tak luput dari penambahan wawasan asal kita berani untuk open minded dan tentunya pandai-pandai dalam memilih teman bicara. Seperti saya yang mulai mengenal sekolah karakter dari cerita teman saya yang bekerja di sebuah Yayasan di Jakarta. Bulan yang lalu dia dikirim ke Kalimantan untuk memandu beberapa anak yang mengikuti study tour dari sekolah-sekolah internasional di Jakarta.