May 09, 2017

#Challenges 30 Hari tanpa MEDIA SOSIAL ( DAY-2 ; TENTANG SOSIAL MEDIA )



          Memutuskan buat vakum sejenak dari social media ternyata bukan hal yang buruk. Malah patut untuk di jadikan challenges tersediri. Banyak hal yang akan lebih potensial ketimbang ngepoin kehidupan orang-orang, stalking cerita orang-orang, yang belum tentu rasa ingin tahu itu atas dasar perhatian atau bahkan bisa saja hanya untuk kepuasan. 

          Manusia millennial memang cenderung menggunakan kotak public itu untuk menzoom-in kehidupannya, atau bahkan identitasnya. Tak bisa dipungkiri, bagi hati yang tak dipagari, bisa saja kegiatan ini justru menjadi ladang untuk mengundang pikiran negative karena iri hati tanpa diiringi kesadaran diri. Memang, tak bisa dipungkiri, social mediapun banyak manfaatnya. Karena hampir semua orang, tua-muda, pasti menggunakan social media untuk keperluannya masing-masing. Yang butuh hiburan, yang mencari kabar, yang butuh bahan bacaan, butuh berita, semua bisa kita dapatkan disana. 

          Namun seperti sebuah sisi yang berlainan, ada kiri, ada kanan. Ada bawah, ada atas. Ada baik, ada buruk. Begitupun dengan social media. Seseorang yang menghabiskan 75% dari waktunya di dunia maya, cenderung akan kehilangan kehidupan dunia nyatanya. Disamping media social bisa mendekatkan yang jauh, pun media social bisa menjauhkan yang dekat. Ketika lebih nyaman ngobrol di kolom komentar yang seolah lebih santun ketimbang datang langsung. Lebih merasa banyak yang support atau pro, saat mendapatkan banyak like seolah tetangga kamar hanya berperan untuk mengisi kamar kosong.sehingga pada ujungnya yang kita kejar hanya pengakuan. Pengakuan kita ngehits, pengakuan kita pintar, pengakuan kita bahagia dan lain sebagainya.


           Nah, Karena hal di-ataslah saya ingin memberikan tantangan pada diri saya sendiri untuk melakukan perombakan besar-besaran dalam penggunaan waktu 24 jam sehari. Ini baru hari kedua, dan masih ada rasa hilang atau ‘aneh’. Tapi sejauh ini si udah cukup baik. Sisa-sisa waktu atau waktu-waktu sengang yang biasa saya gunakan buat stalking, buka newsfeed social media, saya alokasikan untuk membaca. Berita terbaru yang biasa saya dapatkan di facebook, saya pindahkan ke yahoo. Nasihat-nasihat ringan yang saya dapat dari feed di instagram, pindah ke feed line atau langsung ke website yang isinya nasihat-nasihat ringan. Lah kok line masih digunakan ?
Sehubungan saya tidak terlalu addict untuk posting di line, saya juga masih menggunakan line dan whatsapp untuk bertukar kabar. Gak mungkin kan langsung balik ke awal tahun 2000 bertukar pesan lewat sms ?  

         Tahun kemarin, saya memutuskan vakum dari path. Sosial media anak terkini yang menurut saya enggak ada manfaatnya selain saling mengetahui keberadaan masing-masing, saling tahu jadwal tidur dan bangun dari masing-masing penggunanya. Selain itu ? mungkin hanya ajang HAHA-HIHI doang kali ya. Akhirnya, path challenges itu bisa dilalui dengan mulus. Bahkan sekarang sudah menginjak setahun lebih ditinggalkan.

          And next… berharap banget social media semacam instagram bisa bener-bener ditinggalkan. Dan buat facebook bisa diminimalisir penggunaannya. Jadi lebih melek ke sekitar, lebih peka sama kenyataan, dan lebih open minded saat dimintai pendapat.

         Nah, saat kita memutuskan untuk vakum dari social media, jangan lupa pilih pengalihan fokus yang jauh lebih bermanfaat. Jangan sampai berhentinya kita menggunakan social media, berhenti juga proses belajar kita, berhenti juga wawasan kita (dengan catatan itupun kalo social media memang digunakan untuk mengunduh informasi bukan ajang mencari pengakuan diri atau narsis ).
Untuk saya pecinta novel, saya bisa menggunakan waktu lengang untuk membaca novel. Menambah koleksi novel, dan ternyata bisa juga buat memulai aktif kembali sebagai blogger. Mulai-mulai dengan blogwalking, membaca, menulis, hmm… lumayan bermanfaat. 

         Day1 kemarin, Alhamdulillah berlalu tanpa hambatan. Meski masih merasa janggal, tapi Alhamdulillah lancar. Setengah waktu senggang digunakan untuk merampungkan membaca novel karya tere liye berjudul tentang kamu, sisa waktunya digunakan untuk membaca novel karya  Boy Chandra. Masih banyak waktu sengang digunakan untuk lebih fokus bercerita atau mendengarkan orang lain bercerita, baik langsung atau lewat layar chat.
Semoga.. hari-hari berikutnya sampai hari ke-30 lancar, dan bisa lebih baik dalam menggunakan waktu meskipun kedepannya akan kembali menggunakan sosmed. 


Salah satu pengalihan fokus dari sosial media.
Buku ini di pinjam dari YUM ( YAYASAN USAHA MULIA)











No comments:

Post a Comment