May 12, 2017

#Challenges 30 Hari tanpa MEDIA SOSIAL ( DAY-5 : TENTANG KETIDAKPASTIAN )


klik sumber gambar !
 




When You want to ask
Take a lot of explanation
But you know
You are only part of the unquestionable
(@shintajulianaaa, 12 Mei 2017 )

Jangan memberi nyawa pada amarah. Kali ini aku mengalah. Bukan karena kecewa yang tak cukup buat ku marah. Hanya.. aku tak ingin memberinya nyawa dengan drama-drama yang hanya akan memperparah.

Hari-hari tenang yang aku pilih belakangan. Membuat ruang ku cipta semakin terasa renggang, aku yang putuskan untuk mencukupi segala perasaan. Meski memang, mungkin segalanya akan berjalan perlahan. Meski mungkin perasaan tak sepenuhnya terbunuh oleh kekecewaan. Setidaknya.. aku hanya butuh penerimaan. Bukankah, berlari dari kebencian hanya akan membuat kita semakin dekat dengan kebencian itu ? Membawanya pada setiap waktu yang tumbuh di sela aktivitas, membuatnya tetap hidup dalam hari-hari yang kurangkai dengan harapan yang lebih baik. Dan.. aku tau, rasa itu tak akan mati hanya karena aku berlari. Dan.. rindu itu tak akan sirna hanya karena aku tak lagi ingin bertemu kembali . Dan.. kamu tak akan sekejap ku lupa, hanya karena aku sudah terlanjur kecewa.


Kejadian belakang yang ku ketahui benar, meski kamupun tak akan pernah tahu bahwa aku telah kau kecewakan. Aku harus apa ? Selain kembali menata hati yang telah kau buat berantakan. Meski tanpa kau sadar. Aku harus apa ? Selain bergegas memperbaiki suasana hati yang tak karuan. Aku yang lebih dari sekedar mengartikan semua ucapanmu. Tanpa kau sadari, aku menciptakan kamu di pikiranku. Aku harus apa  ? Selain menciptakan jarak antara kita. Meski mungkin itu tak cukup untuk aku terhindar dari luka. Aku harus apa ? Selain menyadarkan diri bahwa aku tak pernah benar-benar-benar ada di matamu. Apalagi lebih dalam dari itu.

Sejujurnya, kecewa ini kubuat sendiri. Luka ini kukorek sendiri. Aku harus apa ? Selain pergi atau berusaha tetap ada sebagai perempuan yang mungkin hanya kau anggap teman. Aku harus apa ? Selain berdamai dengan harapan-harapan yang kau buat remuk berantakan.

Rindu itu saling saut menyaut saat aku kembali memberi ruang pada maaf. Ruang introspeksi itu bukan menyulutkan fokusku untuk pergi melenggang, malah semakin menyeretku kembali. Rindu ini tak pernah mau tau bahwa penawarnya mungkin tak akan pernah memberinya wajah yang sama. Wajah yang memiliki rindu yang sama. Rindu ini tak pernah tau malu, bahwa rindunya tak akan berbalas. Rindu ini tak pernah mau tau, bahkan saat aku sudah merasa cukup untuk menyudahi.

Apa ini ? Selain kisah yang kuciptakan bertahun-tahun ? Selain kisah yang menuntut untuk disempurnakan ? Selain.. aku dan seribu ambisiku, aku dan hanya tentang aku. Aku yang berlebihan mengartikan, aku yang terlalu bodoh kau mainkan, aku yang kau tarik ulur sesuai kebutuhan ? Dan bertahun-tahun aku bertahan.. hanya agar kamu akhirnya memberi kepastian . Hanya agar akhirnya kamu mengungkapkan. hanya agar akhirnya kamu faham.

Tapi.. akhir yang baik untukku tak pernah datang. Justru yang terjadi malah kebalikan.
Pada akhirnya... kenyataan lebih dulu menyatakan jawaban. Pada akhirnya, kamu tanpa sadar menyiratkan. Memberi jawaban. Meski jauh dari harapan, aku akan mencoba memberi ruang pada penerimaan.

Marah itu perlahan meredup. Dan aku sadar... aku tak seharusnya menunggu yang tak pernah memberi kepastian.  Tak sepantasnya.

klik sumber gambar

Jika hari ini kamu bersamaku, itu bukan berarti esokpun akan sama. 
Jika hari ini kamu menghabiskan waktu denganku, bukan berarti kemarin kamu tak pernah dengan yang lain.
Jika hari ini kamu bilang bahagia disisiku, bukan berarti kamu tak bisa bahagia ketika dengan yang lain.
Jika hari ini kamu membuatku merasa satu, tak menutup kemungkinan satunya dari dua. 
Jika hari ini kamu memilihku, tidak menutup kemungkinan kemarin kamu pernah ingin memilihnya.
Jika hari ini kamu ada, bukan berarti esok masih sama.

Ketika kita masih tentang orang-orang tanpa ikatan. Pantaskah aku merajuk saat maumu tak sesuai harapanku. Jika kita masih tentang dua orang yang bebas dalam masa penjajakan, pantaskah aku membatasimu untuk berlabuh ditempat lain ? Jika kita masih tentang ketidakpastian, pastaskah aku mengikatmu begitu erat ?

Dan.. mungkin aku berlebihan. Tapi jikapun tidak, biar aku mencoba memberi ruang pada kecewa ini sendiri. Karena tak sepantasnya, segala ketidakpastian ini dibumbui dengan rasa marah yang berlebihan. Karena tak sepantasnya, segala ketidakpastian ini memberi hak banyak pada yang bukan wewenangnya. 

Ketika perasaan ini jatuh pada orang yang mungkin belum memiliki kesiapan. Ketika perasaan ini jatuh pada orang yang masih banyak keinginan. Ketika perasaan ini jatuh pada orang yang tak sanggup memberi kepastian. Ketika perasaan ini dan segala ketika yang lain ini jatuh padamu, lantas aku harus apa ? Adakah jalan lain selain mengemasi segala harapan lalu pulang.


*******************************
MENULIS DALAM RANGKA #ACCEPTCHALLENGES30HARITANPASOSMED
JANGAN TERLALU DI AMBIL HATI
INI CUMA TULISAN
BUKAN PENGALAMAN
********************************


@shintajulinaaa
lagi vakum sosmed dan lagi ikut tantangan
#satuharisatutulisan
#30haritanpasosmed








No comments:

Post a Comment