July 26, 2017

[REVIEW] Nongkrong di MiABi ditemani semangkuk Mie




Berbicara tentang tempat tongkrongan di Jakarta, emang gak ada habis-habisnya. Dari mulai kawasan elit seperti Kemang dan Dharmawangsa, sampai Ciputat daerah perbatasan Jakarta dan Tanggerang, warung tongkrongan sudah gampang banget Kita temukan.  Mulai dari warung tongkrongan yang didesain nyentrik sampai minimalis, bisa Kamu nikmati di Jakarta.

July 18, 2017

Nasi Goreng 'JUNET' ganjel yang pas untuk perut keroncongan.





        Kalo ngomongin  tentang makanan, setiap orang punya favoritenya masing-masing. Tiap lidah punya selera berbeda. Cocok bagi lidah Saya, belum tentu cocok buat Kalian. Tapi kali ini ijinkan Saya mencoba mereview satu makanan yang sering banget Saya santap untuk ganjel perut lapar dalam jangka waktu yang lama di malam hari. Namanya Nasi Goreng Kornet Keju (Junet) Roti Bakar Wiwied. Sebelum kenalan dengan menu andalan Saya, Kalian perlu tahu dulu tentang Warung Roti Bakar Wiwied.


July 09, 2017

Hati-hati sama Jempol !


https://www.youtube.com/watch?v=G7bmRiolA5I
JEMPOLMU, IDENTITASMU !
“Hati-hati sama jempol”. Posisinya masih sama duduk didepanku, tangannya bersidakep, dan bibirnya tersenyum jahil. Temanku yang satu ini suka memulai omongan berat dengan sunggingan senyum khasnya. Senyum khas anak SMA yang masih doyan ngeledek teman sebangku pake nama Ayah.
“Eh,Maksudnya?” sontak Aku bertanya. Temannya yang kala itu sedang mengaduk kopi langsung terhenti dan langsung menatapnya. Begitupun Aku yang sedari tadi asyik membuka feeds instagram langsung menghentikan aktivitas.
“Iya jempol Kamu. Jangan sampe orang salah menilai Kamu hanya karena jempol Kamu itu”. Aku masih tak faham dengan maksudnya. Dan Diapun berceloteh panjang menjelaskan.


         Jempol. Sebagai user dunia maya, kita  pasti mengerti bahwa “jempol” bertebaran sebagai tanda suka terhadap sebuah postingan yang dibuat oranglain. Entah itu jempol bertebaran atas dasar memang kita menyukai postingan tersebut, atau sebagai ajang penghargaan karena kita mengenal orang yang mempostingnya. Temanku bilang, bahwa setiap gerak-gerik Kita bisa mencatat satu nilai diri. Saat jempol kita bertebaran pada yang bukan seharusnya, maka khalayakpun dibuat tahu bahwa Kita penggemar hal-hal seperti itu. 

             Sebut saja saat Kita doyan menyukai postingan-postingan quote pernikahan, maka akan ada segerombolan orang yang berpendapat bahwa Kita lagi ngebet banget nikah. Saat kita rajin menyukai postingan tentang kesedihan atau kegalauan, maka akan ada segerombolan orang yang melabeli kita barisan orang-orang galau. Memiliki rasa yang sama seperti isi postingan tersebut. Dan bagaimana jika Kita doyan menyukai gambar-gambar tidak senonoh di sosmed ? Atau bagaimana jika jempol kita sering nyangkut di akun-akun 18+ ? Tanpa Aku jelaskan, Kamu pasti bisa mengerti apa yang akan orang lain fikirkan tentan itu.

               Memang, apapun yang Kita lakukan baik dan buruk akan selalu  ada komentar miring. Tapi selagi Kita bisa mencegah, why not ?
“Emang Kamu gak gerah kalo misal nih Kamu niat diseriusin sama orang tapi misal orang itu masih demen banget like foto-foto selfie cewek atau lebih parah foto sexy. Gimana ?”

            And then, Aku sepimikiran sama temanku. Saat kita ingin dijaga perasaannya, ingin dijaga pandangannya, Maka hal pertama yang harus Kita lakukan adalah memulai yang Kita inginkan itu pada diri kita.

            Dan setelah percakapan itu berakhir, Aku mendapat pelajaran berharga. Jaga jempolmu biar kelak jempolnyapun dijaga buat menghargai posisimu. Mungkin banyak orang yang akan bilang ini berlebihan. Tapi bagi diriku sendiri, membangun personal branding itu penting. Dan aku tidak ingin dikenali dengan hal-hal negative yang menempel pada diriku.
Ngelike boleh, jempol berkeliaran boleh, asal tau mana yang perlu diberi jempol dan mana yang cukup diabaikan.

Mengenai inipun berlanjut pada chat malam hari dengan temanku lagi.
"Shin.. Masa Aku liat doi suka ngelike'in foto begituan. Padahal Do'i kan. Ah you know lah ya. Apa karena posisi udah married ya shin".

Intinya sih, Selagi kita bisa membuat hal-hal yang baik-baik biar dikenali baik dan siapa tau didekaki orang baik, Kenapa harus acuh tak acuh tentang ini ?

Ini bukan tentang 'Be Your Self', karena 'Be Your Self' yang baik harus di ikuti dengan 'Ya, Aku begini tapi aku akan berusaha untuk menghilangkan sifat burukku minimalnya diminalisir agar kelak menuju baik'.

Cukup sampe disini sharing nya, Semoga bermanfaat. See you~~







July 06, 2017

Berawal dari Malam yang tanpa Wacana !




Setiap pertemuan pasti ada maksud tertentu. Entah itu berupa faedah atau mudarat, tergantung bagaimana kita meracik pertemuan itu.Jadi racunkah, atau jadi obatkah ? Setiap pertemuan itu menghasilkan peristiwa yang akan berkaitan dengan peristiwa lainnya, membentuk sebab akibat yang menentukan bagaimana kita kemudian. 
 Cerita ini bermula dari ajakan teman lama untuk ngumpul bareng di filosofi Kopi Melawai, berlanjut ke Gulai Tikungan Belakang Mall Blok M Plaza dan berhenti di Tenggo Food Street Pondok Indah. Pertama kali kumpul, langsung 3 destinasi.
Awalnya Aku agak ragu menerima ajakan dari Meila kala itu. Selain ini acara dadakan, kebetulan bebarengan dengan ritual malam Mingguku yang diisi dengan nonton Thai Movies sampe tengah malam. Menonton Thai Movies bagiku adalah refreshing jangka pendek yang lumayan bisa memperbaiki mood sepulang kantor di Hari Sabtu (Catet ! sabtu masih ngantor ). Ceritanya yang lucu penuh komedi yang disajikan dalam drama sederhana namun dibungkus dengan apik, mampu membuat Thai Movies menjadi tontonan wajib setiap sabtu malam. Setiap orang pasti punya jalan masing-masing untuk menghilangkan setres kan ? Nah buat Aku pribadi nonton drama Thailand adalah obat mujarab buat memperbaiki mood.
Untuk kali itu, aku mengikhlaskan beberapa film yang baru di download siang tadi dengan lancarnya berkat XL di situs lk21 seperti fabulous 30, One day, Back to the 90s, cat a waab,  yang  di pending sampai minggu malam. Download film sebanyak itu kuota apa kabar ? Alhamdulillah kuota Aku baik-baik aja tuh sekalipun sering banget download film kapasitas besar. XL emang provider yang paling mengerti Kami barisan tukang download film.
 Dengan perasaan setengah hati akhirnya Aku bergabung bersama Meila, Dinda, Idan, dan Singgih malam itu. Selain karena Thai movies yang aku tinggalkan, Akupun enggak begitu dekat dengan Mei, Dinda, dan Idan. Lain halnya sama Singgih yang sudah beberapa kali hangout bareng Aku, Tika, dan Haris.Tapi atas dorongan rasa gak enak karena Aku sudah berkali-kali menolak ajakan kumpul dari Mereka, Akhirnya malam itu, Aku bisa mendorong tubuh ini bergabung bersama Mereka.
Malam itu suasana mendukung banget buat yang mau jalan-jalan keluar. Angin bertiup sepoi-sepoi, rasi bintang Orion di sebelah barat  jelas terlihat dengan mata telanjang. Ya, malam itu Tuhan memberikan jatah langit cerahnya pada Kami. Padahal jujur Aku ngarepnya Hujan biar bisa jadi alasan mangkir.
Aku termasuk orang yang susah nerima orang baru, dan gak banyak ngomong kalo belum kenal dekat. Jadi berasa di dalam jaring aja kalo lagi sama orang-orang yang belum begitu deket. Tapi, gimana mau deket, kalo Aku sendirinya juga menutup diri. Yasudahlah… akhirnya Aku bergabung dengan Mereka seusai magrib. 


“Ih shinta mah sombong asli, susah banget diajak kumpul”. Celetuk Singgih yang mungkin bisa dibilang paling akrab denganku daripada yang lainnya saat itu.
“Lagi sibuk apa Shin sekarang?” Tanya mang Idan sambil memotong martabak special dari Tenggo.
“Eh iya, kamu tuh bikin brand hijab ya, mau atuh sih”. Lanjut Dinda kemudian
“Masih dalam tahap percobaan Din, Aku juga lagi butuh artis endorse, followers Kamu sama Mei kan lumayan ya di IG, boleh atuh Aku endorse. Sesama teman mah Gratiskan?” Begitulah obrolan mengalir. Sampai suasanapun menjadi cair. Aku mulai menikmati cerita mereka, leluconnya, sampai akhirnya bisa terbahak mendengar cerita salah satu dari Mereka. 


Kedekatan Kami terutama Aku dengan Mereka dimulai dari Tenggo Food Street Daerah Pondok Indah, yang disusul dengan banyak jadwal hangout setiap akhir pekan di kemudian hari. Pertemanan aku, dinda, Mei, membawa manfaat ke bisnis kecil-kecilanku. Begitupun dengan pertemananku dengan Mang Idan yang membawa manfaat ke ajang seru-seruan alias bagi-bagi humor penghilang setres walaupun isinya lempar-lempan lelucon konyol.

“Eh Foto-foto Yuk”.
“Sing keceh atuh kali aja di endorse”.
“Singgih fotoin ih biar hits kayak kamu”.
“Pengenlah di foto sama kamera terFujilah”.
“Pengenlah di foto sama anak Hits MNC”.
“Deuh.. pengen sih foto OOTD mang”.

Dan banyak lagi celetukan-celetukan ringan setiap Kami kumpul. Tapi celetukan yang aku sebut di atas, tak pernah Alfa di setiap pertemuannya. Mungkin Cuma mang Idan yang paling cool diantara kami berlima saat itu. Yang Cuma berkomentar
“Terserahlah kemana aja aku mah”.
“Ikut baelah, sok bae”.

***
 Jadi inti dari cerita ini adalah : 
 Jangan terlalu menutup diri dalam bergaul, kita tak pernah tau "manfaat" apa yang akan diberikan dari teman sepergaulan. Pun jangan terlalu terbuka dalam bergaul, kita tak pernah tau, "mudarat" apa yang akan diberikan dari hasil pergaulan. Yang terpenting, drive pribadi kita untuk terus menjaga ukhuwah dengan jalur-jalur yang benar. Tanpa kita sadar, banyak hal baru yang bisa kita pelajari dari teman sepergaulan. Dari ceritanya, dari kisahnya, dari pribadinya. Banyak ketidaktauan yang akhirnya mendapat asupan pengetahuan sehingga ilmu kita bertambah karena berawal dari dialog-dialog ringan dengan seorang teman.
Jangan pernah menyepelekan interaksi. Dan.. jangan pernah membatasi diri untuk terus memulai hal-hal baru. Karena kita tidak tau, interaksi dan hal baru mana yang membawa kita pada perubahan lebih baik.
       Caption--->  IG @Shinjuku.id  march 15


July 02, 2017

Jodoh Pasti Bertemu



JODOH PASTI BERTEMU!
Kadang kita merasa ada pada batas ujung, sampai sulit membedakan mana putus asa atau memang pasrah lillah karena ikhlas.
Dalam perjalanan ini, kita sama. Sama-sama ingin saling menemukan. Tapi, bisakah kita menemukan tanpa saling membuka diri ?
Ini bukan tentang kriteria. Jikapun Maumu yang cantik, pintar, & kaya. Maka, Aku hanya bagian dari remahan itu semua.
Ajari aku untuk menjadi baik. Karena akupun, ingin berusaha selalu menjadi istri dan ibu yang baik untuk rumah kita dimasa nanti.


📌Jakarta, 3 July 2017
***