November 11, 2017

Mengenal lebih dekat tentang OBESITAS



Pada tanggal 7 November 2017, saya dan beberapa rekan dari blogger crony berkesempatan untuk menghadiri seminar ‘Obesitas se-dunia’ yang diprakarsai oleh Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Seminar yang bertajuk ‘Cegah Obesitas melalui germas’ dilaksanakan di Hotel Haris Kelapa Gading dengan mengundang beberapa blogger, media, dan tentunya pegawai dari Kementrian Kesehatan itu sendiri.
Sebelum berbicara terlalu jauh, mari kita bahas terlebih dahulu, pengertian dari obesitas itu sendiri.

Mengenal obesitas
Obesitas adalah suatu keadaan dimana terjadi penimbunan lemak yang berlebihan pada tubuh yang dapat menimbulkan resiko bagi kesehatan (WHO, 2013).
Beberapa resiko yang dapat menyerang penderita obesitas diantaranya,
  • Hipertensi & Stroke
  • Dibetes mellitus tipe 2 
  • Peyakit jantung coroner 
  • Penyakit kandung empedu 
  • Pelemakan hati 
  • Hormon reproduksi abnormal 
  • Asam urat dan Gout (pembengkakan pada sendi akibat asam urat) 
  • Penyakit kandung empedu 
  • Kanker 
Sedangkan obesitas itu terjadi disebabkan oleh kalori yang masuk lebih besar daripada kalori yang dikeluarkan dan tentunya aktifitas yang kurang. Pengen tahu lebih detailnya? Simak poin-poin berikut!

Penyebab Obesitas

Saat seminar Obesitas kemarin, Dr. Lili S. Sulistiowati, menerangkan bahwa penyebab obesitas selain karena factor genetic, psikologis, dan lingkungan, tentunya gaya hidup turut ambil serta menjadi pemicu seseorang terkena Obesitas. Seperti pola makan dan pola aktivitas.
  • Pola Makan
a)      Pola makan dalam porsi besar (berlebihan)
b)      Waktu makan tidak teratur
c)       Sering ngemil (kudapan)
d)      Makan dengan terburu-buru dalam jumlah banyak
e)      Penggabungan porsi makan (menghindari makan pagi dengan menambah porsi makan malam atau siang).
f)       Banyak mengkonsumsi makanan berminyak
g)      Kurangnya sayuran dan buah
  • Pola aktivitas
a)      Kurangnya latihan fisik
b)      Kurang gerak

Cara mengukur Obesitas

Kadang, kita salah menafsirkan antara obesitas atau kelebihan berat badan. Simak study kasus dibawah ini: 
 Petinju kelas dunia memiliki berat badan 120kg dan si B yang bekerja sebagai karyawan memiliki berat badan 80kg dengan tinggi 160m.
Kalian pasti akan menyimpulkan bahwa, kedua-duanya terkena OBESITAS. Padahal yang terkena obesitas hanya si B. karena petinju itu memiliki lemak yang cukup, air yang cukup dan massa ototnya yang berlebih.
 Massa Tubuh = Massa air + Massa lemak + Massa Otot 
 Obesitas         = Kelebihan lemak

Untuk mengetahui apakah seseorang terkena obesitas atau tidak, bisa dilakukan dengan mengukur lingkar perut lho. berikut ketentuannya,
  • Laki-laki >90 = Beresiko
  • Perempuan >80= Beresiko 

Untuk mencegah obesitas, kita dituntut untuk menanamkan pola hidup “CERDIK” yang merupakan kepanjangan dari :
C = Cek kesehatan secara rutin

E = Enyahkan asap rokok

R = Rajin aktivitas fisik

D = Diet Seimbang

I = Istirahat cukup

K = Kelola Setres.
Nah, sedangkan untuk mereka yang sudah terkena OBESITAS, berikut langkah-langkah penanggulangannya,
  •  Melakukan perubahan gaya hidup dengan cara mengatur pola makan dengan 3 kali makan utama dan 2 kali selingan. Makan utama seperti kentang rebus, jagung rebus dan lauk pauknya. Sedangkan makan selingan : Buah-buahan (tidak dijus). 
  • Untuk porsi makan yang terkena obesitas diharapkan menggunakan pola makan ‘piring T’ , dimana setengah dari piring diisi dengan sayur mayur, seperempat piring karbohidrat, dan seperempat sisanya untuk protein    Lakukan aktivitas fisik seperti berjalan kaki minimal 10 menit/hari.       
  • Lakukan pemeriksaan secara berkala 
  • Konsultasi medis untuk mendapatkan terapi lebih lanjut.

Nah, itu dia simpulan dari seminar kemarin. Untuk mengurasi resiko Obesitas, Yuk kita galakkan hidup seimbang dengan memperbaiki pola makan dan tentunya gaya hidup. Sekian, semoga bermanfaat!

No comments:

Post a Comment