Di Atas Sajadah

Tampilan bayanganku seakan samar

Aku bertanya padanya

Apa yang aku cari

Apa yang sedang aku cari

Dalam diam teriak memberontak

Tak akan kau temui Dalam sunyi

Tak akan kau jumpai dalam gelap

Terkecuali resah yang gagu

Cari tempat paling sejuk diantara tempat

Temui dulu yang selalu menunggu

Dalam apapun keluhmu

Dari sendu apapun resah mu

Sungguh hanya satu tempat kecil persegi panjang

Untuk mu berkeluh tanpa dicela

Tempat persegi panjang itu

Mengantarkan sejuk pucuk sujudmu

Kepada inti apa yang hendak kau bagi

Cukup dia dan kamu yang tau.

Dunia tak akan memihakmu

Hanya karena sejuta sedihmu

Tapi allah akan mengelusmu dalam sujud persekian detikmu.

Harapan untuk Waktu

Ribuan langkah telah terlupa

Sepatu usang serasa menyerah

Berhenti saja andai dia bisa bicara

Mimpi ini masih di bui, terperangkap rindu yang bisu

Untuk dua pasang tangan yang saat ini ingin aku sentuh

Senja ini sudah tenggelam lagi, berganti malam yang aku gemari

Bertambah esok yang tak bisa dihindari

Rutinitas Galaxy

Seperti harapan yang aku rangkai tiap hari, tenggelam, muncul dan balik lagi.

Tetaplah pelan wahai waktu

Masih ada kata yang membelenggu

Kata cinta beribu pekikan

Kalian akan aku beri bahagia

Dua pasang bola mata yang menciptakan bening bertabur Doa

Sepasang malaikat ringkih dengan hawa surga

Sehat selalu, tetap genggam aku dihamparan sujudmu

Kau

Kau datang mengetuk pintu

judulnya bertamu

segeraku suguhkan segelas kopi

kau menawar ditambah susu

kau datang lagi menyetor muka

laksana aku tawarkan segala rasa

kau menampik merasa istimewa

kali ini kau datang lagi

berparas mawar merah muda

senyum mengumbar pesona

tentu aku hanyut tak bermuara

malam datang, kau lenyap bersama gulita

siang menyapa, kau bertamu penuh pesona

sungguh, aku bukan pintu

kau datang lalu pergi hanya menjamu

aku bukan malam untuk gelapmu

juga bukan siang untuk panasmu

aku HATI,

harap datang dengan segala rasa

dan jangan pergi untuk Tanya.